Sukses

Beauty

Lumpuh Sesaat Saat Tidur Bukan Soal Mistis!

Next

Terbangun Dari Tidur

Beberapa dari kita pasti pernah mengalaminya, tengah malam terbangun dari tidur namun kita tidak berdaya menggerakkan seluruh tubuh. Saat itu, mata kita tetap bisa melihat sekitar atau mendengar suara-suara disekeliling. Halusinasi yang muncul ketika itu semakin menambah perasaan seram karena kita tidak dapat berteriak atau melawan. “Dalam istilah medis, (hal tersebut) disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur,” ujar dr. Poppy K. Sasmita, Sps., M.Kes, PA.

Peristiwa ini dapat terjadi ketika kita baru setengah tertidur atau terbangun tiba-tiba. Dalam keadaan ini kita mengalami ketidakmampuan menggerakkan tubuh sementara, termasuk tidak bisa berbicara. Selain itu, kelumpuhan tidur ditambah dengan adanya perasaan seperti dicekik, ditindihi oleh sesuatu di bagian dada, mendengar suara-suara asing, ataupun badan seperti menjadi bengkok. Biasanya, kelumpuhan tidur berlangsung hanya beberapa detik, walaupun terasa sangat lama bagi yang mengalaminya. Tidak jarang situasi yang biasanya terjadi pada malam hari itu membuat kita kelelahan. Karena ketika panik, kita berusaha sekuat tenaga menggerakkan bagian tubuh. Itulah mengapa orang menyebut ‘arep-arep’ atau ketindihan makhluk halus.

Kita boleh merasa lega, karena sleep paralysis bukanlah sebuah penyakit yang berbahaya. Setiap manusia pasti pernah mengalaminya. Menurut survey Gallup di tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami sleep paralysis paling tidak dua tahun sekali. Namun, tetap penting bagi kita untuk mulai mengesampingkan mitos yang ada dan mengetahui penyebab sebenarnya kelumpuhan ini. Ketika kita tidur, kita memasuki dua tahapan besar, Non REM dan REM (Rapid Eye Movement). Menjelang tidur, kita memasuki fase Non REM yang menghasilkan tubuh kita melakukan gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil. Pada tahapan ini, kita belum tidur sepenuhnya. Lalu kita masuk ke kondisi REM, dimana detak jantung bertambah cepat dan pendek, serta mata kita bergerak dengan cepat. Dalam kondisi inilah kita mulai bermimpi. Dr. Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Houston menyatakan bahwa sleep paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi (REM) dan kondisi sadar. 

 

Next

Latihan Pernafasan

 Penyebab dari fenomena ini masih dijelaskan oleh beberapa teori. Yang jelas kelumpuhan ini disebabkan oleh tidak seimbangnya fungsi syaraf kita ketika tidur. Sehingga, saat kita seharusnya tidur lelap sepenuhnya, otak memberikan stimulus kita untuk sadar tanpa mengirimkan sinyal motorik ke bagian tubuh lain.

Beberapa penelitian mengenai sleep disorders menunjukkan adanya kondisi tertentu yang menyebabkan kita mengalami sleep paralysis. Biasanya fenomena ini terjadi pada orang yang mengalami kecemasan dan kelelahan berlebihan sebelum tidur. “Aku pernah terbangun di malam hari dan merasa takut dan panik karena melihat ada makhluk seperti kuntilanak duduk di atas tubuhku. Tapi saat itu aku tidak bisa menggerakkan badan atau berteriak. Ditambah lagi adanya suara-suara mengerikan terdengar. Biasanya ini terjadi ketika posisi tidurku berada persis di depan gudang kosong sebelah kamar dan membuat aku tidak nyaman. Mendengar adanya sleep paralysis ini, kejadian itu jadi bisa dijelaskan.  Lain kali nggak lagi deh tidur dengan kecemasan,” cerita Tita, 25 tahun, tentang pengalamannya lumpuh saat tidur.

Seperti cerita Tita tadi, mengurangi kecemasan adalah satu cara mencegah sleep paralysis. Tidak hanya itu, penting bagi kita untuk terbiasa menjaga pola tidur yang cukup. Mengkonsumsi makanan berat, alkohol, dan kafein 2-3 jam menjelang tidur juga memicu adanya tekanan saat tidur. Kita juga dianjurkan mengatur suasana ruangan saat tidur yang memberikan ketenangan, seperti suhu dan pencahayaan ruangan. Kenyamanan saat tidur juga dapat diperoleh dengan olahraga teratur yang mengutamakan latihan pernapasan. Ketika kamu mengalaminya, coba tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan dengan paksa. Hal ini dapat membantu kita untuk tetap terjaga. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading