ASK THE EXPERT: Retinoid Bikin Kulit Lebih Sensitif?

Fimela Editor18 Des 2013, 12:00 WIB
Diperbarui 18 Des 2013, 12:00 WIB

Next

retinoidRetinoid adalah turunan dari vitamin A derivatif yang merupakan suatu obat untuk mengatasi permasalahan kulit. Jika bicara retinoid, pasti kamu juga pernah mendengar soal retinol dan asam retinoid. Tapi kami nggak akan bahas lagi soal itu karena kamu bisa menemukannya di sini.
Retinoid pertama kali mendapatkan FDA approved pada 1971 lalu sebagai obat untuk mengatasi permasalahan jerawat. Yup, selain salicylic acid, retinoid juga ampuh untuk mengobati permasalahan kulit yang menyerang sejak kita remaja ini. “Retinoid bekerja langsung pada di kelenjar minyak kulit, dan jerawat muncul karena kelenjar minyak berlebih dan bercampur dengan kotoran. Di sinilah retinoid berperan untuk mengurangi produksi kelenjar minyak minyak yang berlebih tersebut,” jelas dr. Ekawati ketika diwawancari melalui telepon, Rabu (18/12).

Next

retinoidNamun sayangnya, banyak yang takut menggunakan retinoid ini karena ancaman kulit sensitif saat menggunakannya. Dr. Eka pun mengakui hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat menggunakan retinoid, akan terjadi pengelupasan sehingga kulit akan menjadi lebih sensitif. “Oleh karena itu, penggunanya disarankan menggunakan sunscreen setelah menggunakan retinoid ini,” tambahnya. Bukan hanya itu, bagi mereka yang merasa kulitnya lebih kering karena efek pengelupasan ini, juga disarankan untuk menggunakan produk moisturizer sesuai dengan jenis kulitnya.
Jadi siapa saja yang boleh menggunakan retinoid? “Retinoid jelas nggak disarankan untuk anak-anak. Retinoid aman digunakan untuk semua umur sesuai dengan kasus yang dihadapi,” jelas dr. Eka. Yup, selain jerawat, masih ada permasalahan kulit lain yang bisa diatasi dengan retinoid ini, yakni sebagai perawatan anti-aging. Retinoid mampu mengurangi pigmentasi yang terjadi pada kulit.

Next

retinoidIngat kan, pigmentasi yang berlebihan bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari yang langsung menerpa kulit tanpa ada proteksi khusus. Hasilnya, timbul noda hitam yang mengganggu penampilan. “Dengan kadar tertentu, retinoid selain memberikan efek pengelupasan kulit juga mampu membantu menyamarkan kerutan yang superficial (berada di bagian epidermis), seperti daerah ujung mata, bibir, dan juga dahi,” ujar dokter yang praktek di Cyrstal Clinic, Jl. Kendal No. 23 Menteng, Jakarta Pusat tersebut.
Lalu bagaimana jika kulit kita tergolong sensitif, amankah menggunakan retinoid ini? Menurut dr. Eka, mereka yang memiliki kondisi kulit sensitif ini memang nggak disarankan untuk menggunakannya. “Permasalahan kulit nggak hanya bisa diselesaikan dengan satu obat. Untuk permasalahan jerawat misalnya, mereka yang memiliki kulit sensitif bisa menggunakan produk yang mengandung salicylic acid. Sama halnya untuk yang concern-nya pada perawatan anti-aging,” ujar dr. Eka.
So, terjawab sudah kan mengapa retinoid selalu dikaitkan dengan sensitivitas kulit? Pick your skincare, smartly.

Lanjutkan Membaca ↓