Merasa Bahagia Saat Pulaskan Lipstick, Ini Alasannya

Monica Dian13 Apr 2017, 11:00 WIB

Jakarta Women can’t get enough of lipstick. Setiap perempuan, bahkan yang tak suka berdandan pun, pasti punya lebih dari satu lipstik. Apalagi bagi lipstick hoarder, memiliki lipstik untuk setiap warna sudah jadi keharusan. Meski sama menariknya dengan produk makeup lainnya seperti eyeshadow dan blush, mengapa lipstik yang paling banyak dikoleksi?

Trend matte liquid lipstick sejatinya hanya menambah daftar alasan mengapa perempuan jadi semakin suka pakai lipstik. Pada dasarnya, memakai lipstik memberi perasaan bahagia bagi pemakainya. Bisa dibilang jadi semacam color therapy yang dapat meningkatkan suasana hati.

Studi tentang hubungan perempuan dan makeup yang dilakukan oleh Madeleine Ogilvie, Ph.D, profesor bisnis di Edith Cowan University, Perth, Australia, mengungkapkan bahwa lipstik membantu mengembalikan sisi feminin para ibu yang seringkali melupakan penampilannya saat mengurus keluarga. Berdasarkan penilitian ini pula, diketahui perempuan merasa sangat senang ketika mengaplikasikan lipstik. Seperti ada jalinan khusus antara perempuan dan lipstik yang membuat kaum hawa merasa nyaman dan lebih ‘hidup’.

Victoria Fraser, Ph.D, director of scientific communication and consumer beauty CoverGirl menerangkan bahwa setiap warna lipstik memiliki makna emosional khusus. Warna nude dan netral menggambarkan ketenangan dan kehangatan. Merah menyatakan kekuatan. Warna terang seperti orange dan fuchsia mewakili keberaniaan. Sedangkan keluarga warna plum menyiratkan profesionalisme. Apapun warna lipstik yang dipilih, yang terbaik tentu yang dapat menambah percaya diri dan rasa bahagia menjadi diri sendiri.