Sukses

Beauty

Mitos dan Fakta Tentang Hairspray untuk Kesehatan Rambut

Jakarta Hairspray menjadi salah satu alat kecantikan rambut yang biasa digunakan di salon. Namun, setelah mengetahui manfaatnya, tidak sedikit perempuan yang tertarik untuk menggunakannya setiap hari.

Fungsi utama hairspray adalah untuk menjaga hasil styling rambut agar tahan lama. Ini lah alasan mengapa hairspray menjadi idola bagi perempuan yang menaruh perhatian tinggi pada penampilan rambutnya.

Nah, berbicara tentang hairspray, ada mitos dan fakta yang mengatakan, jika menggunakan hairspray setiap hari akan memicu munculnya ketombe di kulit kepala. Lainnya, rambut pun akan mudah kering dan pecah-pecah. Mitos atau fakta?

Hairspray menyebabkan ketombe?

Pemakaian hairspray sesering apapun tidak akan menimbulkan ketombe jika kebersihan rambut tetap terjaga. Aturannya, hindari pemakaian hairspray saat rambut dalam keadaan tidak bersih. Lalu, setelah menggunakanhairspray, keramas menggunakan sampo dan kondisioner.

Ritual di atas sama seperti kita menggunakan makeup. Sebelum tidur, pastikan kulit wajah sudah dalam keadaan bersih dari makeup agar terhindar dari komedo dan jerawat. Begitu juga dengan rambut ketika menggunakan hairspray.

Hairspray menyebabkan rambut kering dan pecah-pecah? 

Rambut pecah-pecah atau kering akibat pemakaian hairspray, umumnya disebabkan karena cara pemakainnya hairspray yang salah. Hairspray digunakan setelah rambut selesai menggunakan alat styling. Pengalaman FIMELA, jika hairspray digunakan bersamaan dengan alat styling, benar,-- rambut akan lebih mudah rapuh, pecah-pecah, dan kering pada bagian ujung rambut.

 

BACA JUGA: 

Faktanya, Bahkan di Usia 20an Sudah Wajib Menggunakan Krim Mata

Tiga Makeup Remover Lokal Ini Mampu Bersihkan Makeup Tanpa Sisa

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading