Brand kosmetik indie, bisnis kecantikan perempuan-perempuan muda ibu kota

Monica Dian25 Okt 2018, 06:00 WIB
lipstick

Fimela.com, Jakarta Industri kecantikan tanah air sedang ramai-ramainya. Bisa dilihat dari kehadiran brand kosmetik indie lokal yang semakin menjamur dan mendadak jadi semacam tren, karena bisnis kecantikan ini sangat menjanjikan dan akan selalu diminati sepanjang masa. Think of women and makeup, hand-in-hand. Brand-brand indie tersebut ternyata digerakkan perempuan-perempuan muda millennial ibu kota yang juga merupakan beauty enthusiast. Siapakah mereka? Dan bagaimana cara mereka bertahan tanpa tergerus persaingan brand indie yang semakin ketat ini? Mari ulas satu per satu.

Lizzie Parra – BLP Beauty

Lizzie Parra
Lizzie Parra

Perempuan yang akrab disapa Icil ini memang bukan orang baru di industri kecantikan. Ia sudah cukup lama berkecimpung sebagai beauty influencer sekaligus makeup artist. Ketika ia mendirikan BLP Beauty, tidak banyak yang terkejut. Lip coat sebagai produk perdananya laris manis, dan antusiasme konsumen semakin tinggi ketika ia mengeluarkan kosmetik lainnya, seperti pensil alis, eyeliner, dan bedak.

Dalam mengembangkan brand-nya, perempuan kelahiran 2 Februari 1987 ini mengaku lebih fokus pada produk sendiri ketimbang melihat pencapaian brand lain. Hal ini akan membuatnya untuk terus berinovasi menciptakan produk baru dengan kualitas terdepan. Setelah sukses mempopulerkan brand-nya secara online, kini ia pun telah membuka satu offline store di Lotte Shopping Avenue. Bukti bahwa lambat laut bisnis kosmetik berpotensi semakin besar dan lebih besar lagi.

Dinar Amanda dkk – Rollover Reaction

Dinar Rollover Reaction
Photo FIMELA/Windy Sucipto

Terinspirasi dari lipstik matte luar negeri, Dinar Amanda dan ketiga orang sahabat SMA-nya (Naya Tinanda, Sarah, dan Novi) menciptakan brand Rollover Reaction. Produk perdana mereka adalah matte lipstick yang dihadirkan sebagai solusi terhadap brand luar negeri dengan harga matte lipstick-nya yang kurang terjangkau.

Adik beauty influencer Putricaya ini dan tiga temannya jelas tidak main-main ketika mendirikan Rollover Reaction. Semuanya dimulai dengan kesungguhan, mulai dari mencari modal, mengembangkan formula, hingga strategi pemasaran. Media sosial dan endorsement dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk promosi. Hingga sekarang, Rollover Reaction menjadi salah satu brand yang digemari dan semakin diperhitungkan. Koleksi kosmetiknya sudah mencakup liquid eyetint, eyebrow mascara, dan highlighter. Toko offline pertamanya sudah hadir di Plaza Indonesia.

Cindy Angelina Adranacus dan Kezia Toemion – ESQA Cosmetics

ESQA Cosmetics
Founder ESQA Cosmetics

Mengaku awalnya sangat suka pakai makeup dan terinspirasi dari matte lipstick yang sedang booming, dua sahabat masa kecil ini pun sepakat untuk membangun brand ESQA Cosmetics. Dengan produk yang lebih classy, harga yang ditawarkan brand ini terbilang cukup tinggi. Alasannya, bahan-bahan masih mereka datangkan dari luar negeri. Namun Cindy meyakinkan, kualitas produknya sepadan dengan harga. Dan memang terbukti perempuan Indonesia menyenanginya.

Cindy dan Kezia bahkan rela keluar dari pekerjaan lamanya untuk brand lahirannya ini. Menurut mereka, bisnis startup harus difokuskan dengan dedikasi tinggi. Itu pun harus dijalani dengan berbagai macam tantangan, mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga jam kerja yang membuat mereka kurang tidur. Namun semua itu terbayar dengan sambutan hangat konsumen terhadap produk-produk keluaran mereka. Tidak sekadar matte lipstick, ESQA Cosmetics terus berinovasi dengan mendatangkan produk baru berupa brow pomade, eyeliner, dan highlighter palette. Selain online, produk mereka juga tersedia di Sephora.

 

Selain nama-nama di atas, masih banyak lagi sosok perempuan muda lainnya yang menuangkan hasrat dan visi pada brand kosmetik ciptaannya. Sudah terinspirasi untuk merilis brand kosmetik pula seperti mereka?

Lanjutkan Membaca ↓