Alami Kelainan Obesitas, Berat Badan Remaja Ini Capai 172 Kg

Fimela02 Apr 2018, 13:15 WIB
Kelainan obesitas/copyright Shutterstock.com

Masalah berat badan memang jadi hal yang ditakuti banyak orang, apalagi untuk para wanita. Bukan hanya mengganggu penampilan, namun juga mengundang banyak penyakit. Namun bagaimana jika kondisi obesitas itu sendiri di luar kendali?

Gadis bernama Anna Hankins berusia 15 tahun ini tumbuh sebagai gadis obesitas karena menderita sindrom Prader-Willi. Ini adalah kelainan genetik yang menyebabkan Anna tidak pernah merasa kenyang. Sayangnya, kondisi ini tidak dapat disembuhkan.

Menurut Jennifer, ibu Anna, napsu makan yang tidak terkendali itu mulai terlihat saat Anna berumur dua tahun. Jennifer masih ingat, kata-kata yang paling sering terlontar dari mulut buah hatinya tersebut.

"Ketika masih kecil, kata-kata pertama yang keluar dari mulut Anna selalu 'Aku lapar'. Dia terus menerus mengucapkan 'Aku lapar'," ujar Jennifer seperti dikutip dari Fox News pada Selasa, 27 Maret 2018.

Karena terkesan aneh, akhirnya Jennifer membawa Anna ke dokter. Dia bingung melihat Anna yang tidak pernah kenyang padahal sudah makan banyak. Akibat sulit mengerem kebiasaan buruk tersebut, Anna mengalami obesitas.

Kelebihan berat badan karena kondisi langka/copyright Shutterstock.com

Dokter pun mendiagnosis dengan sindrom Prader-Willi. Menurut National Institute of Health, kondisi seperti ini terbilang langka dan hanya memengaruhi satu dari 15.000 bayi yang lahir di Amerika Serikat.

Setelah mengetahui apa penyebab Anna obesitas, Jennifer pun harus mengunci kulkas dan lemari makanan untuk mencegah Anna mengambil makanan. "Tiap kali membersihkan kamarnya, saya menemukan bungkus makanan kosong dan permen. Apa pun makanan yang bisa diraihnya akan dimakannya," ungkap Jennifer.

Diketahui, Anna yang lahir di Louisville, Mississippi ini bisa mengonsumsi 900 kalori per hari. Karena tubuhnya tidak bisa memecah makanan dengan baik, mengakibatkan remaja ini mengalami kelebihan berat badan hingga mencapai 172 kg. Selain tidak dapat mengenakan pakaian sendiri, Anna juga membutuhkan oksigen untuk membantunya bernafas.

Meski mengidap sindrom Prader-Willi, Anna tidak malu ikut ajang kontes Miss Amazing. Di satu sisi Anna memang menyukai kontes tersebut. "Hal favoritku adalah menyanyi dan merias," kata Anna.

Keikutsertaan Anna dalam kontes sebagai upaya meningkatkan rasa percaya dirinya. Anna pertama kali ikut kontes saat masih duduk di kelas 4 SD. Sejak saat itu, dia kerap berpartisipasi dalam ajang kontes lain.

Kontes terakhir pada November 2017 membawa dirinya raih kemenangan. Ia dinobatkan sebagai Miss Amazing. Kontes yang ditujukan untuk anak perempuan penyandang cacat. Penilaian dilihat dari seberapa kuat para kontestan menjalankan hidup.

"Anna adalah duta besar yang luar biasa. Dia sangat populer dan suka berpartisipasi," kata Lori Brasfield-Sanders, direktur Miss Amazing memberikan pujian.

Oleh karena itu, meski memiliki kekurangan, namun Anna bisa tamil dan menunjukkan bahwa ia pun punya kelebihan yang membuatnya tidak dipandang sebelah oleh banyak orang, ladies.

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)