6 Kesalahan yang Buat Rambut Rusak saat Cuaca Dingin

Annissa Wulan27 Des 2018, 19:30 WIB
Ilustrasi rambut

Fimela.com, Jakarta Cuaca dingin yang kering sebenarnya adalah musuh terburuk bagi kulit dan rambut. Sama halnya dengan suhu rendah yang membuat kulit menjadi kering dan iritasi, rambut juga bisa kehilangan kelembapannya, rentan terhadap kerusakan.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang harus berhenti dilakukan dalam merawat rambut, terutama saat cuaca dingin, seperti dilansir dari huffpost.com, Kamis (27/12/2018). Penasaran apa saja?

1. Keluar rumah dengan rambut basah

Mungkin hal ini terdengar familiar, jangan pernah keluar rumah dengan rambut basah. Udara di luar ruangan dapat merusak rambut.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya selalu cuci rambut di malam hari sebelum tidur, agar di pagi hari, rambut telah kering. Setiap kali ingin menggunakan alat pengering rambut, gunakan juga semprotan pelindung.

2. Tidak rutin melembapkan

Saat cuaca dingin dan kering, rambut memang membutuhkan lebih banyak kelembapan, dalam bentuk masker dan perawatan yang menghidrasi. Para ahli sepakat bahwa kondisioner, serum, dan masker adalah perawatan yang harus rutin dilakukan, terutama saat cuaca dingin.

Minyak rambut juga bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan dan melembapkan rambut, serta berfungsi melindungi dari kerusakan akibat cuaca dingin dan kering. Selain itu, minyak rambut juga bisa digunakan untuk menata dan menambahkan tekstur rambut.

Menjaga rambut tetap lembap juga dapat membantu memerangi kerusakan. Gunakan leave in conditioner pada rambut basah, dilanjutkan dengan serum setelah rambut kering, membantu menjinakkan rambut statis.

3. Mencuci rambut dengan air yang sangat panas

Air yang sangat panas dapat mengeringkan kulit dan kulit kepala. Cukup gunakan air hangat suam kuku untuk mencuci rambut, karena tidak akan menyebabkan kekeringan dan kerusakan lebih lanjut.

 

Terlalu sering mencuci rambut

Ilustrasi rambut
Ilustrasi rambut. Sumber foto: unsplash.com/Adrian Sava.

4. Terlalu sering mencuci rambut

Terlalu sering mencuci rambut juga dapat menyebabkan kekeringan pada rambut, kulit kepala akan menjadi kencang, yang membuat rambut rapuh, dan mudah rontok. Selain itu, terlalu sering mencuci rambut juga bisa membuat kelenjar yang bertanggung jawab memproduksi minyak menjadi terlalu aktif, yang artinya kulit kepala akan menjadi lebih berminyak dari biasanya.

Lantas, sebaiknya seberapa sering seharusnya seseorang mencuci rambutnya? Tergantung dari jenis rambut.

Rambut ikal cenderung lebih rapat dan memiliki lebih sedikit lapisan kutikula, daripada rambut lurus. Tidak heran jika rambut ikal lebih rentan terhadap kekeringan dan kerusakan.

Mencuci rambut sebaiknya dilakukan setiap dua atau tiga hari sekali untuk rambut lurus atau bergelombang dan setiap empat atau lima hari sekali untuk rambut keriting. Sedangkan untuk rambut yang sangat bertekstur, sebaiknya dicuci setiap seminggu sekali.

5. Menggunakan terlalu banyak produk berbasis alkohol

Jika tujuannya adalah menjaga kelembapan rambut, produk berbasis alkohol bukan pilihan. Produk berbasis alkohol, seperti hairspray, semprotan pelindung panas, dan semprotan tekstur jelas tidak bisa digunakan terlalu sering, terutama saat cuaca dingin dan kering.

6. Tidak memilih jenis topi yang sesuai

Topi adalah aksesori terbaik yang bisa digunakan saat cuaca dingin. Beberapa orang masih bertanya-tanya, benarkah topi dapat merusak rambut?

Asal topi tidak sering dipasang dan dilepaskan, yang dapat menyebabkan gesekan berulang dan kerusakan rambut, tidak masalah. Pilihlah topi yang dibuat dari kain rajut atau kasmir, karena kualitasnnya yang halus hampir seperti sutra.

Lanjutkan Membaca ↓