Perlukah Antibiotik untuk Mengatasi Jerawat yang Membandel?

Beauty Journal14 Jan 2019, 20:15 WIB
Masalah Jerawat

Fimela.com, Jakarta Jika berbicara mengenai masalah kulit yang paling sering dialami oleh para perempuan, tentu tidak akan melupakan jerawat, bukan? Jerawat yang muncul di kulit wajah, apalagi yang meradang dan menimbulkan rasa sakit, merupakan salah satu masalah kulit yang bisa membuat frustasi. Apalagi, ketika jerawat tersebut tidak mudah hilang. Padahal, sudah mencoba berbagai cara untuk menyingkirkannya. Terkadang, pilihan terakhir untuk mengenyahkan jerawat adalah menggunakan antibiotik yang biasanya dijual secara bebas di apotek. Namun, perlukah sebetulnya penggunaan antibiotik untuk mengobati jerawat yang membandel? Simak pembahasannya di bawah ini, yuk!

1. Penyebab Jerawat

Seperti yang telah diketahui, munculnya jerawat bisa diakibatkan oleh berbagai faktor. Selain bisa disebabkan oleh kelenjar sebasea yang terlalu aktif, sehingga menghasilkan minyak berlebih, peradangan atau inflamasi juga bisa menjadi salah satu pendorong yang kuat di balik munculnya jerawat. Bahkan, inflamasi yang ditandai dengan kemerahan pada kulit wajah bisa terlihat sebelum jerawat muncul. Kondisi inflamasi ini bisa disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Namun, ini hanyalah salah satu faktor yang bisa merangsang munculnya peradangan yang menyebabkan jerawat.

Baca Juga: Hati-hati, Salah Penanganan Jerawat Bisa Menyebabkan Kondisinya Semakin Parah. Cari Tahu Alasannya di Sini!

Faktor genetik, hormon, kondisi emosional, dan asupan makanan juga bisa menjadi penyumbang terbesar terjadinya jerawat. Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti roti, nasi, pasta, dan makanan yang terlalu manis, sering dikaitkan dengan timbulnya jerawat karena makanan tersebut dapat meningkatkan produksi minyak dan pergantian sel kulit pada wajah. Nah, rupanya hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan bakteri Propionibacterium acnes yang berada di udara bebas dapat terjebak di pori-pori kulit dan menyebabkan peradangan di kulit wajah.

2. Penggunaan Antibiotik untuk Mengobati Jerawat yang Meradang

Sebelum dunia medis sudah maju seperti sekarang ini, antibiotik sering direkomendasikan oleh para dokter untuk mengobati jerawat karena masalah kulit tersebut dianggap dapat menular. Namun, saat ini sudah muncul hasil penelitian yang menyatakan bahwa jerawat bukanlah hasil dari infeksi bakteri karena sebetulnya semua orang dewasa secara alami memiliki bakteri Propionibacterium acnes di pori-pori kulit. Kehadiran bakteri Propionibacterium acnes ini sendiri lebih kepada memperparah kondisi jerawat karena inflamasi.

Baca Juga: Suntik Jerawat, Benarkah Efektif untuk Atasi Masalah Jerawat yang Meradang?

Oleh karena itulah, tidak semua jenis jerawat bisa diobati menggunakan antibiotik. Golongan antibiotik tetrasiklin, seperti doxycycline dan minocycline, paling sering direkomendasikan oleh dokter untuk melawan jerawat yang sangat parah hingga muncul benjolan merah, pustula, dan kista yang menyakitkan. Biasanya, antibiotik tersebut diresepkan bersama dengan obat jerawat topikal atau oles (salah satunya retinoid) yang digunakan selama sekitar tiga sampai empat bulan agar tubuh tidak mengalami resistensi antibiotik.

Jika hanya berurusan dengan komedo, seperti whitehead atau blackhead, penggunaan antibiotik untuk mengobati jerawat mungkin bukanlah hal yang tepat. Whitehead dan blackhead adalah bentuk jerawat non-inflamasi yang lebih baik diobati dengan produk yang dijual bebas dengan kandungan seperti benzoyl peroxide, yang dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Atau, bisa juga menggunakan produk berkandungan salicylic acid yang dapat membantu mengontrol produksi minyak berlebih serta mengelupas sel-sel mati dari kulit.

Baca juga: 5 Selebriti yang Punya Masalah Jerawat dan Cara Mereka Mengatasinya

Well, semoga informasi ini bermanfaat ya.