5 Mitos Seputar Produk Perawatan Anti-Aging yang Tidak Perlu Dipercaya

Beauty Journal14 Feb 2019, 19:45 WIB
Mitos kecantikan

Fimela.com, Jakarta Memiliki kulit yang senantiasa awet muda merupakan dambaan bagi setiap perempuan. Sayangnya, berbagai faktor eksternal serta kurangnya edukasi untuk memberikan perawatan kulit sejak dini kerap menjadi hambatan bagi para wanita untuk mendapatkan kulit yang awet muda. Sebenarnya, ada begitu banyak cara untuk mengurangi munculnya tanda-tanda penuaan dini, salah satunya bisa dengan mengandalkan produk kecantikan yang punya klaim anti-aging. Sayangnya, ada beberapa mitos dalam pemakaian skin care anti aging yang justru sebaiknya tak perlu kamu percaya lagi.

1. Produk Mahal Sudah Pasti Efektif

Membeli produk skin care untuk mencegah penuaan dini dengan harga yang sangat mahal belum tentu memberikan jaminan bahwa produk tersebut dapat bekerja secara efektif di kulit kamu. Seorang dermatolog dari Manhattan Dermatology & Cosmetic Surgery yang bernama Dendy Engelman, MD mengatakan bahwa sebenarnya ada banyak juga produk skin care anti aging dari brand drugstore yang dibuat menggunakan ingredients serupa dan dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Dalam industri perawatan kulit, anggapan bahwa ‘produk mahal sudah pasti ampuh’ memang hanya mitos belaka. Pada kenyataannya, bekerja atau tidaknya sebuah produk tetap bergantung pada kondisi dan tipe kulit kamu, bukan bergantung pada harganya.

2. Mencegah Penuaan Dini Boleh DIlakukan Saat Usia 30 Tahun ke Atas

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Pepatah tersebut tampaknya sangat pas bila dihubungkan dengan mitos tentang perawatan kulit anti-aging yang satu ini. Hingga kini, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa usia 20-an belum perlu menggunakan produk skin care anti-aging. Mereka menganggap, produk-produk tersebut layak digunakan apabila usia sudah memasuki angka 30 tahun. Sayangnya, itu keliru!

Melakukan perawatan kulit untuk mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini harus sudah dilakukan sejak usia remaja. Selain itu, kamu juga pantang keluar rumah tanpa mengaplikasikan sunscreen. Pasalnya, tanpa perlindungan suncreen, kulit jadi mudah terpapar efek buruk dari sinar ultraviolet yang menjadi faktor utama penyebab munculnya tkamu penuaan dini. Tak ketinggalan, penggunaan pelembap secara rutin juga ampuh untuk menjaga kelembapan kulit agar terhindar dari kekeringan dan dehidrasi.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Tidak Disangka dapat Memicu Terjadinya Penuaan Dini

Mitos tentang kosmetik lainnya

Awas, Polusi Udara Picu Penuaan Dini dan Kerutan di Wajah
Awas, Polusi Udara Picu Penuaan Dini dan Kerutan di Wajah

3. Tanda Penuaan Dini Hanya Masalah Genetik

Siapa bilang munculnya tanda penuaan dini merupakan faktor genetik? Sayangnya, hal tersebut keliru.Kondisi kulit orang tua memang bisa saja menurun padamu. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa pada kondisi tersebut. Menurut Arash Akhavan, MD, FAAD seorang dokter kulit dari Dermatology & Laser Group in Midtown Manhattan, faktor genetik memang berpengaruh pada kondisi kulit, tetapi ada juga beberapa faktor eksternal yang menjadi penyebab munculnya kerutan dan garis halus pada kulit wajah, seperti radikal bebas, paparan sinar matahari, dan juga kondisi mental yang stres. Untuk itu, rajin-rajinlah menggunakan pelembap dan sunscreen sebelum beraktivitas keluar rumah. Selain itu, jika punya bujet lebih kamu juga bisa melakukan treatment khusus di salon kecantikan.

4. Hasilnya Akan Makin Efektik Jika Produk yang Digunakan dala Takaran Banyak

Tak sedikit orang yang masih mempercayai mitos bahwa semakin banyak produk skin care yang digunakan, maka akan semakin terlihat hasilnya pada kulit. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang rutinitas skin care minimalis? Sebenarnya, rutinitas perawatan wajah harian bisa dilakukan menggunakan empat sampai lima produk saja karena tak selamanya tahapan berlapis-lapis akan cocok dengan semua jenis kulit. dr. Janet H. Prystowsky, seorang dokter kulit di Livad Skin Care mengatakan bahwa tak jarang orang mengalami iritasi dan kulit kemerahan karena tidak cocok menggunakan terlalu banyak produk. Oleh karena itu, dr. Janet pun merekomendasikan untuk tidak menggunakan produk skin care anti-aging baru sekaligus mengaplikasikan beberapa produk dalam satu waktu. Selalu lakukan patch test dan mencoba produk satu-per-satu supaya kamu bisa mengetahui, mana produk yang cocok dan mana yang tidak serta perlu dihentikan pemakaiannya.

5. Skin Care Anti-aging Akan Bekerja dengan Instan

Saat menggunakan eye cream di malam hari sebelum tidur, apakah pernah berharap bahwa semua kerutan dan garis halus di sekitar mata akan hilang dalam semalam? Tentu saja hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Permasalahan anti-aging bukanlah sesuatu yang bisa diatasi dalam waktu semalam saja. Diperlukan kesabaran dalam mengaplikasikan skin care anti-aging setiap malam sebelum tidur. Selain itu, rajin menggunakan moisturizer dan sunscreen juga dapat menjadi penunjang terbaik dalam mecegah penuaan dini. Dr Dendy Engelman, MD menyampaikan bahwa rata-rata produk skin care untuk mengatasi penuaan dini akan mulai terlihat hasilnya antara 4 – 8 minggu pemakaian. Untuk bisa mengetahui dan mengecek produknya bekerja atau tidak, kamu bisa melakukan selfie setiap seminggu sekali setelah 2 bulan pemakaian produk skin care secara rutin.

Baca Juga: Mulai dari Krim Mata Hingga Masker Wajah, Cegah Penuaan Dini dengan Produk Lokal Berikut Ini, Yuk!

Lanjutkan Membaca ↓