Alasan Kulit Tetap Kering Meskipun Sudah Memakai Skin Care Berkandungan Hyaluronic Acid

Beauty Journal03 Apr 2019, 10:25 WIB
Skincare

Fimela.com, Jakarta Belakangan, Sahabat Fimela mungkin kerap menemukan begitu banyak produk kecantikan yang menggunakan kandungan hyaluronic acid (HA). Jenis senyawa asam yang satu ini sebenarnya dapat diproduksi secara alamiah oleh tubuh, namun seiring dengan bertambahnya usia jumlahnya akan menurun, sehingga dapat berujung pada terjadinya keriput. Jika sudah demikian, pun memerlukan asupan nutiris tambahan, salah satunya dengan menggunakan produk skin care berkandungan hyaluronic acid. Meski fungsi utamanya sendiri untuk meningkatkan kadar kelembapan kulit, namun ada kalanya sebagian orang masih merasa kulitnya tetap kering setelah menggunakan produk skin care berkandungan hyaluronic acid. Hmm, kira-kira apa sebabnya, ya?

1. Mengaplikasikannya pada kondisi kulit yang kering

Waktu yang tepat untuk mengaplikasikan produk skin care adalah saat kulit masih dalam keadaan lembap. Hal ini pun diperkuat dari pernyataan yang ditulis oleh Danuta Mieloch, salah seorang Esthetician & Owner dari Rescue Spa yang telah berkecimpung di industri kecantikan selama bertahun-tahun. Selain itu, ahli kulit lainnya pun berpendapat bahwa setiap kandungan skin care perlu diaplikasikan pada kulit yang masih lembap guna mendapatkan hasil yang maksimal. Pasalnya, pada kondisi tersebut tingkat penyerapan produk akan jauh lebih baik ketimbang mengaplikasikannya dalam keadaan kering. Begitu pun sebaliknya, mengaplikasikan produk berkandungan hyaluronic acid pada kulit yang kering justru akan mendatangkan efek sebaliknya, yakni kulit jadi dehidrasi.

Nicolas Travis, pendiri Allies of Skin menyatakan bahwa hyaluronic acid dapat diibaratkan sebagai magnet penarik kelembapan. Jika kulit kamu kering, senyawa dalam hyaluronic acid akan menarik sisa kelembapan yang ada dalam lapisan kulit untuk menghidrasi bagian permukaan. Oleh karena itu, seseorang perlu mengaplikasikan produk skin care berkandungan hyaluronic acid pada kulit yang lembap. “In that case, you need to apply it to moist skin — which is why you should mist first and then apply a hyaluronic acid treatment afterwards. Once hyaluronic acid comes into contact with water, it knows what it’s doing and your skin will end up supremely hydrated and plumped,” tambahnya lagi.

Baca juga: Cegah Kulit Kering Saat Liburan Musim Dingin dengan Selalu Siap Sedia 5 Produk Berikut Ini!

2. Tidak menggunakannya sesuai takaran

Skincare
Memakai skincare/copyright shutterstock

Saat membeli suatu produk skin care, biasanya akan ada keterangan anjuran pemakaian yang tertera di bagian kemasan. Anjuran tersebut tentu perlu diikuti, terlebih jika menginginkan hasil yang maksimal. Jika suatu brand menyarankan untuk menggunakannya dalam takaran 1-2 tetes, lakukanlah sesuai anjuran. Hindari menggunakannya secara berlebihan. Alih-alih mendapatkan hasil yang lebih baik, bisa jadi hal tersebut malah akan mendatangkan dampak buruk. Pssst. hal ini tak hanya berlaku untuk produk skin care berkandungan hyaluronic acid saja, melainkan produk lainnya juga.

Baca juga: Seberapa Banyak Jumlah Produk Perawatan yang Perlu Digunakan? Simak Panduan Menurut Ahlinya di Sini!

3. Menggunakaannya saat udara sekitar kering

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, seiring bertambahnya usia seseorang, maka keriput serta garis-garis halus pun akan muncul akibat menurunnya kadar hyaluronic acid alami dalam tubuh. Oleh karenanya, kamu dapat mengandalkan skin care berkandungan hyaluronic acid guna mengembalikan kelembapan kulit sekaligus menjadikannya tetap lembut, kenyal, dan juga lembap. Di saat yang sama, penggunaan hyaluronic acid juga dapat merevitalisasi tampilan kulit dari luar. Dengan begitu, kulit pun akan tampak lebih halus, terhidrasi, dan cerah.

Hyaluronic acid sendiri bekerja dengan cara menarik kelembapan dari udara di lingkungan sekitar ke lapisan kulit. Nah, cara inilah yang rupanya dapat menjadikan kulit tampak lembap sekaligus terhidrasi. Namun sebaliknya, jika udara di sekitarmu terasa kering, hyaluronic acid pun akan kesulitan untuk menarik kelembapan, sehingga kulit pun akan menjadi semakin kering. Pada dasarnya, hyaluronic acid dapat menarik kelembapan dari mana saja. Jika tidak dapat menariknya dari udara, maka ia akan menarik kelembapan dari sumber terkedatnya, yakni kulit kamu.

Baca juga: Yuk, Hidrasi Kulit Keringmu dengan 5 Rekomendasi Masker Wajah Berikut!

Lanjutkan Membaca ↓