Zat Kimia pada Cat Kuku Akrilik dan Gel Dapat Membahayakan Wajah dan Organ Intim

Beauty Journal04 Apr 2019, 13:25 WIB
Kuku

Fimela.com, Jakarta Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada 4.931 pasien di 13 unit dermatologi yang tersebar di Inggris dan Irlandia pada tahun 2017 lalu, British Association of Dermatologists menemukan bahwa ada sekitar 2,4% perempuan yang alergi terhadap metakrilat. Kandungan tersebut diketahui merupakan salah satu bahan baku yang kerap ditemukan pada produk cat kuku akrilik dan gel. Selain membuat kuku jadi rapuh dan mengendur, zat kimia ini juga dapat menimbulkan ruam dan gatal-gatal pada kulit. Parahnya lagi, metakrilat juga memicu terjadinya epidemi di wilayah Eropa, yang mana telah memakan banyak korban wanita.

Berbagai Dampak Buruk yang Mungkin Terjadi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, metakrilat dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal. Tak hanya pada bagian jemari saja, British Association of Dermatologists juga menyatakan bahwa reaksi ini juga dapat terjadi di seluruh di area tubuh. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan pula bahwa masalah tersebut cenderung lebih sering terjadi saat seorang perempuan memoleskan cat kuku di rumah alias secara amatir. Dalam kasus yang ekstrim, kandungan tersebut bahkan dapat pula menyebabkan terjadinya pembengkakan tangan dan kesulitan bernafas.

dr. David Orton selaku Perwakilan British Association of Dermatologists menjelaskan bahwa alergi yang ditimbulkan metakrilat tergolong sukar dideteksi. Pasalnya, reaksi tersebut tak hanya pada ujung kuku atau tangan, tapi juga area tubuh lainnya termasuk organ genitalia.

Selain metakrilat, ada pula toluena; zat kimia berbahaya yang kerap ditemukan pada cat kuku. Bahan kimia ini berfungsi sebagai pelarut atau pengencer cat kuku yang digunakan untuk mempertajam warna. Menurut penelitian, zat ini dapat merusak sistem saraf, terlebih jika digunakan dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, para penggunanya juga dapat merasakan beberapa efek negatif, mulai dari iritasi mata, pusing, serta mudah lupa. Meskipun sudah dilarang penggunaannya, masih saja ada sebagian produsen cat kuku yang masih menggunakan bahan terlarang ini.

Efek Buruk Ini Juga Pernah Dirasakan oleh Youtuber Tina Young

Agustus 2018 lalu, salah seorang Youtuber asal Australia bernama Tina Young mengunggah sebuah video mengerikan tentang kondisi kukunya setelah bertahun-tahun melakukan gel manicure. Saat mengintipnya dengan alat mikroskop, Tina menemukan bahwa kondisi kukunya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain rapuh, di area kutikulanya pun terdapat begitu banyak tumpukan sel kulit mati.

“Usually, if you use normal polish, your nails won’t look like this when you remove it. They will still look smooth, even and you wouldn’t see these little white bits. But when you use gel, this is what happens,” ungkap Tina. pun menuturkan bahwa penggunaan aseton dalam intensitas yang cukup sering semakin memperburuk kondisi kukunya yang kini berwarna kuning.

Cara Penanggulangan Menurut Para Ahli

Merawat kuku
Ilustrasi merawat kuku/copyright shutterstock

Mengingat beberapa zat kimia pada cat kuku akrilik dan gel dapat memicu terjadinya reaksi alergi, dr. David Orton menyarankan para perempuan untuk self-check, terlebih jika mendadak muncul ruam di area tubuh mana pun setelah mengaplikasikan cat kuku. Penting juga untuk memerhatikan setiap peralatan kuku (termasuk cat kuku) yang akan digunakan. Pastikan seluruh produk yang digunakan telah memiliki stkamur yang aman. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa setiap pemilik salon perlu mengadakan pelatihan khusus bagi para trainer-nya guna meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Salon owners need to consider the level of training they offer staff in this area as there is a genuine occupational hazard that should be mitigated,” jelasnya.

Sejalan dengan yang disarankan oleh dr. David Orton, Deirdre Buckley selaku Konsultan Dermatologi di Royal United Hospital Bath and president of the British Society of Cutaneous Allergy menyarankan agar para wanita senantia berhati-hati saat menggunakan gel nail kits. “If you do use one, make sure that you use the recommended UV lamp for curing and read the instructions carefully. Using the wrong lamp may mean that the gel polish does not cure properly and this means an increased chance of allergy,” paparnya.

Baca juga: Gemar Melakukan Gel Manicure? Waspada, Inilah Risiko yang Perlu Diketahui Jika Terlalu Sering Melakukannya!

Lanjutkan Membaca ↓