Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Bepergian Menggunakan Pesawat

Beauty Journal09 Apr 2019, 18:45 WIB
Pesawat

Fimela.com, Jakarta Menjadi salah satu alat transportasi yang banyak dipilih orang saat harus bepergian jauh, membuat pesawat udara terus diminati dan dan tak pernah sepi peminat. Bagi Sahabat Fimela yang biasa memanfaatkan moda transportasi ini, tentu pernah merasakan saat kondisi kulit begitu kering atau bahkan produksi minyak yang berlebih bagi pemilik kulit berminyak. Hal ini memang bukan tanpa alasan, sebab kondisi tekanan udara yang berkurang di atas ketinggian turut memberi pengaruh pada kondisi kulit, yang mengakibatkannya mudah kering dan dehidrasi.

Untuk itu perlu mempersiapkan kulit dalam menghadapi kondisi ini. Memilih produk untuk digunakan pun membutuhkan kejelian dan penyesuaian baik dengan tipe, dan masalah kulit. Nah, sebelum memilih produk untuk perlindungan, pastikan untuk mengetahui situasi yang terjadi di dalam pesawat dan dampaknya bagi kulit kamu, melalui ulasan di bawah ini!

Kondisi udara di dalam kabin pesawat

Di dalam kabin pesawat, tidak ada pertukaran udara dari dalam dan luar pesawat. Alih-alih mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan segar, penumpang di dalam pesawat justru menghirup udara yang didaur ulang dari sistem yang sudah dibangun di dalam pesawat. Selain udara hasil daur ulang, tekanan udara yang rendah di dalam pesawat juga berpengaruh besar pada kondisi kulit. Saat pesawat berada di titik tertingginya yakni kurang lebih 30.000 kaki di atas permukaan laut, tekanan udara di dalam kabin pesawat akan menurun dan level kelembapan di udara juga ikut menurun dengan cepat. Rata-rata pesawat memiliki tingkat kelembapan udara kurang dari 20%, sementara untuk tetap berada dalam kondisi prima, kulit membutuhkan tingkat kelembapan udara sekitar 40-70%. Kulit yang terpapar dalam kondisi tersebut akan beradaptasi dengan cara menarik kelembapan dari lapisannya yang terdalam sehingga rentan membuat kulit mengalami dehidrasi. Selain itu, aliran darah ke kulit wajah juga akan berkurang dan menyebabkan kusam pada kulit wajah.

Rasa Stres yang melanda selama penerbangan

Tips Cantik
Ilustrasi kecantikan/copyright shutterstock

Bepergian dengan menggunakan pesawat dapat menimbulkan stres baik pada pikiran hingga pada kulit. Adanya tingkat kepanikan yang ditimbulkan oleh proses yang dilewati sebelum, saat, dan sesudah menaiki pesawat dapat mengarah pada meningkatnya hormon stres. Meningkatnya hormon ini berpengaruh pada munculnya kemerahan dan inflamasi pada kulit seperti eczema dan psoriasis. Jika destinasi penerbangan merupakan tempat dengan perbedaan zona waktu, jet lag yang muncul juga dapat mendorong kulit untuk merasa stres.

Baca juga: Berbagai Masalah Kulit yang Biasa Dialami Saat Liburan dan Cara Mengatasinya

Photoaging akibat sinar UV

Berada pada ketinggian puluhan ribu di atas permukaan laut tentunya membuat kulit lebih dekat dengan paparan sinar UV. Jendela pesawat memang mampu menangkal sinar UVB, tapi sayangnya tidak dengan radiasi sinar UVA yang dapat menyebabkan penuaan dini dan meningkatkan risiko terhadap kanker kulit (dalam paparan jangka panjang). Untuk itu, perlu mengantisipasi dan menjaga kulit dengan mengaplikasikan sunscreen broad spectrum yang memiliki perlindungan gkamu terhadap sinar UVB dan UVA.

Baca juga: Sedang Mencari Pelembap untuk Kulit Dehidrasi? 5 Pilihan Produk dari Brand Korea Ini Bisa kamu Coba!

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓