Berikut Perbedaan Ketombe dan Kulit Kepala Kering yang Wajib Diketahui

Beauty Journal15 Apr 2019, 19:15 WIB
Ketombe

Fimela.com, Jakarta Serpihan putih yang biasa menempel di baju tidak selamanya menandakan rambutmu berketombe. Bisa saja serpihan putih tersebut merupakan kulit kepala yang kering atau dry scalp. Dilihat secara sekilas, memang keduanya memiliki bentuk yang serupa dan menyebabkan gatal pada kulit kepala. Namun, sebenarnya ketombe dan kulit kepala kering (dry scalp) menunjukkan kondisi yang berbeda pada rambutmu. Untuk tahu lebih dalam mengenai hal ini, berikut cara mengenali ketombe dan kulit kepala kering!

Kulit kepala kering (dry scalp)

Untuk masalah kulit kepala kering, biasanya diakibatkan karena kulit kepala tidak memiliki minyak yang cukup. Sama halnya dengan kulit kering pada bagian tubuh lainnya, hal ini dapat menyebabkan gatal dan iritasi. Namun, kulit kepala yang mengelupas tak memiliki bentuk yang besar seperti ketombe. Serpihannya cenderung lebih kecil dan memiliki warna yang lebih putih.

Ketombe

Seperti bagian kulit lainnya, kulit kepala pun akan melepaskan sel-sel kulit matinya. Namun, jika proses ini berlebihan dan memiliki bentuk yang besar seperti sisik dengan kotoran berlemak, maka kondisi ini bisa disebut sebagai ketombe. Kondisi kulit kepala yang terlalu berminyak, akan menyebabkan sel-sel kulit menumpuk. Oleh sebab itu, sel kulit yang berlebihan kemudian luruh dengan bentuk yang besar, berminyak dan berwarna putih.

2 of 3

Penyebab dan Cara Mengatasinya

ketombe
ketombe/pexels

Penyebab

Seseorang dengan kondisi kulit kering cenderung memiliki kulit kepala kering. Selain itu, banyak hal juga yang menjadi penyebab kulit kepala kering seperti faktor udara, terlalu sering mencuci rambut dan kondisi kulit seperti eksim. Sama halnya dengan kulit wajah, ketika kulit kepala kamu tak memiliki cukup minyak akan menyebabkan rambut terlihat kering.Menurut American Academy of Dermatology yang dikutip dari Medical News Today, peneliti tidak sepenuhnya paham apa yang menyebabkan ketombe. Namun, ketombe berpotensi dialami seseorang jika terjadi infeksi jamur pada kulit kepala, produksi minyak berlebih dan sensitivitas pada zat tertentu dalam produk rambut. Contohnya, seseorang dengan infeksi jamur pada kulit kepala akan menimbulkan ketombe yang lebih banyak ditambah dengan kondisi rambut yang berminyak.

Meski begitu, Health Line dalam artikelnya menyebutkan bahwa ketombe disebabkan oleh dermatitis seboroik, yaitu kondisi di mana kulit kepala menjadi berminyak, kemerahan dan bersisik. Sisik tersebut kemudian mengelupas dan menciptakan ketombe. Dermamatitis seboroik dapat terjadi di bagian tubuh lain yang memiliki kelenjar minyak seperti pangkal paha, ketiak bahkan hidung.

Cara mengatasi

Kondisi kulit kepala kering dan ketombe tidak dialami dalam jangka waktu yang lama atau bisa disebut datang dan pergi. Tetapi ketombe yang diperparah karena infeksi jamur akan membaik jika diobati dengan benar. kamu juga dapat mengurangi minyak pada kulit kepala dengan memakai shampo dengan kandungan yang dapat membunuh jamur pada kulit kepala seperti Salicylic Acid, Tea tree oil, Ketoconazole dan Selenium sulfide.Sedangkan kulit kepala kering dapat membaik jika kamu mengurangi aktivitas keramas. Sahabat Fimela juga dapat memilih produk seperti shampo, gel rambut atau hairspray dengan kandungan yang mampu memberikan kelembapan pada rambut.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kamu memiliki kondisi kulit kepala kering atau ketombe adalah dengan mengoleskan pelembap rambut pada kulit kepala sebelum tidur. Jika keesokan harinya kamu menemukan serpihan putih di kepala hilang, maka itu merupakan kondisi kulit kepala kering, dan begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Tips Menghilangkan Ketombe dengan Cara Alternatif Tanpa Sampo. Sudah Pernah Coba?

Ketombe memang mengganggu dan bentuknya hampir sama dengan kulit kepala yang kering. Hmm, sekarang sudah tahu kan bedanya? Semoga informasi ini bermanfaat.

3 of 3

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓