Sampo Batangan, Tren Perawatan Rambut yang Diklaim Ramah Lingkungan

Beauty Journal26 Mei 2019, 19:15 WIB
Sampo Batang

Fimela.com, Jakarta Sejak pertengahan tahun 2018, gaya hidup peduli lingkungan dan zero-waste semakin ditegakkan di Indonesia. Berbagai langkah untuk mengurangi sampah pun dilakukan. Mulai dari membawa tas sendiri saat berbelanja, mengganti sedotan berbahan plastik dengan stainless steel, dan masih banyak lagi. Gerakan peduli lingkungan ini turut diterapkan oleh beberapa brand kecantikan, salah satunya Lush. Mungkin sudah banyak juga darimu yang tahu kalau brand satu ini selalu menggunakan bahan organik dan kemasan yang ramah lingkungan.

Pada Juni tahun 2018, tak hanya menghadirkan produk dengan kemasan yang ramah lingkungan, Lush akhirnya mengeluarkan sampo yang benar-benar ramah lingkungan, yakni berupa shampoo bar alias sampo batangan tanpa kemasan sama sekali. Naked cosmetic, begitulah sebutan Lush untuk produk-produknya yang dibuat secara khusus tanpa packaging untuk mengurangi sampah. Yuk, simak lebih lanjut mengenai sampo batangan di bawah!

Keunggulan Sampo Batangan

Sesuai namanya, sampo batangan adalah sampo yang datang dalam bentuk batangan, sebagaimana sabun batangan yang lebih umum ditemukan dimana-mana. Cara penggunaannya pun sama, basahi hingga berbusa, pijatkan pada rambut, lalu bilas hingga bersih. Selain ramah lingkungan, sampo batangan dianggap memiliki keunggulan lebih karena bentuknya yang kecil dan ringan, sehingga mudah dibawa bepergian. Pssst, menariknya juga tidak perlu khawatir sampo akan disita di bandara karena bentuknya yang praktis! Selain itu, umumnya sampo batangan terbuat dari bahan-bahan yang lebih alami dan tidak mengandung SLS, yang mana kerap membuat rambut terasa kering.

Keunggulan Sampo Batangan

Sampo Batangan
Ilustrasi Sampo Batang/copyright shutterstock

Uniknya, saat pertama kali diluncurkan, sebanyak 12.000 shampoo bar Lush langsung ludes terjual hanya dalam 2 hari saja, lho! Larisnya produk tersebut rupanya tak lepas berkat munculnya sebuah video viral yang menjelaskan bahwa 1 buah shampoo bar setara dengan 3 botol sampo berukuran sedang (250 ml. Tak hanya itu saja, penggunaan shampoo bar ini kabarnya juga dapat menggantikan 552 juta botol sampo yang dibuang setiap tahunnya.

Data tersebut tidak mengada-ada, lho! Pasalnya, shampoo bar memang sangat terkonsentrasi, di mana satu shampoo bar saja dapat digunakan untuk keramas sebanyak 80-100 kali. Dibandingkan dalam tekstur cair, sampo batangan juga lebih menghasilkan carbon footprint yang lebih sedikit, sehingga membuatnya semakin ramah lingkungan.

Di samping keunggulan dari produk ramah lingkungan ini, sampo batangan yang berkonsentrasi tinggi ternyata memiliki konsistensi yang waxy (terasa ber-‘lilin’), sehingga dapat menumpuk pada rambut apabila tidak dibilas dengan menyeluruh. Untuk menghindari hal ini, beberapa pengguna sampo batangan kerap membilas rambutnya dengan cuka apel untuk membasuh sisa lilin dan membuat rambut lebih berkilau.

Apabila tertarik untuk mencoba sampo batangan, hingga saat ini Lush telah mengeluarkan 15 pilihan shampoo bars yang bisa dicoba. Selain Lush, beberapa sampo batangan lain yang menarik dijajal, antara lain Friendly Soap Natural Shampoo Bar Lavender & Geranium, Chagrin Valley Shampoo Bar, Ethique Eco-Friendly Solid Shampoo Bar, dan Shea Moisture Coconut & Hibiscus Curl Enhancing Clay Shampoo Bar. Sayangnya, seluruh brand ini belum tersedia di Indonesia. Jadi, untuk mendapatkannya mungkin kamu harus memanfaatkan jasa titip, ya!

Baca juga: Selain Hadir dalam Bentuk Pembersih Wajah, Teknologi Micellar Kini Juga Bisa Ditemukan pada Produk Sampo, Lho!

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓