Kerusakan Kulit Akibat Paparan Sinar Matahari Tidak Bisa Benar-Benar Dihilangkan

Annissa Wulan17 Jun 2019, 08:00 WIB
Ilustrasi tabir surya

Fimela.com, Jakarta Tidak peduli bagaimanapun kamu menyukainya, paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan bagi kulit. Namun, kamu pasti sering melihat atau mendengar produk perawatan kulit yang memberi klaim dapat menghilangkan kerusakan akibat paparan sinar matahari, ya?

Sebelum bicara lebih lanjut tentang hal tersebut, mari pahami terlebih dahulu tentang apa itu sebenarnya kerusakan akibat paparan sinar matahari. Terlalu sering terkena paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan penuaan dini.

Bintik-bintik gelap yang muncul ketika kamu terlalu sering terpapar sinar matahari sebenarnya adalah respon tubuh terhadap kerusakan yang terjadi. Paparan sinar matahari berlebih juga dapat menyebabkan produksi enzim berbahaya di kulit yang memecah kolagen dan serat elastis, meningkatkan kerutan, serta penipisan kulit, seperti dilansir dari huffpost.com, Rabu (12/6/2019).

 

 

Perawatan kulit yang bisa meminimalisir tampilan kerusakan akibat paparan sinar matahari

Ilustrasi rambut
Ilustrasi rambut. Sumber foto: pexels.com/Garon Piceli.

Hal yang mungkin tidak kamu ketahui adalah bahwa kulit memiliki memori, kerusakan akibat paparan sinar matahari pada usia dini tetap akan ada setelah kamu beranjak dewasa. Inilah pentingnya untuk merawat dan melindungi kulit sejak dini atau di usia 20-an.

Lantas, apakah kerusakan akibat paparan sinar matahari benar-benar dapat dihilangkan? Para ahli menyarankan untuk melakukan eksfoliasi kimia dan mikrodermabrasi untuk menghilangkan lapisan atas kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari.

Perawatan laser juga dapat membantu mengurangi tampilan bintik-bintik gelap pada kulit. Atau kamu bisa menggunakan retinol untuk merawat garis-garis halus dan kerutan yang muncul akibat paparan sinar matahari.

Pentingnya penggunaan tabir surya

Ilustrasi tabir surya
Ilustrasi tabir surya. Sumber foto: pixabay.com/Beate.

Sayangnya, beberapa perawatan di atas belum bisa diakses oleh semua orang. Satu-satunya pencegahan yang bisa kamu lakukan adalah dengan melindungi kulit.

Ingatlah untuk selalu menggunakan tabir surya, terutama dari jam 10 pagi hingga 4 sore. Carilah produk tabir surya yang memiliki spektrum luas dengan SPF minimal 50 dan aplikasikan secara berulang setiap dua jam untuk perlindungan maksimal.

Terakhir adalah mempertimbangkan makanan yang masuk ke dalam tubuhmu. Tomat matang, semangka, bayam, melon, kacang-kacangan, biji-bijian, salmon, dan teh hijau adalah beberapa makanan terbaik yang bisa membantu tubuh memerangi radikal bebas dan kerusakan akibat paparan sinar matahari.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓