3 Rekomendasi Perawatan untuk Mengontrol Produksi Keringat

Beauty Journal20 Agu 2019, 17:25 WIB
Perawatan Kulit

ringkasan

  • Botoks
  • Miradry
  • Produk anti-keringat yang kuat
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Berkeringat saat melakukan berbagai kegiatan adalah kondisi yang wajar terjadi pada seseorang. Hal ini tak lepas dari adanya kelenjar keringat di balik kulit serta pori-pori sebagai saluran utama keluarnya keringat. Akan tetapi beberapa orang memiliki keunikan tersendiri, hingga mampu memproduksi keringat lebih banyak dibandingkan kebanyakan orang pada umumnya.

Kondisi ini tentu berpengaruh pada banyak hal seperti penampilan dan kebersihan diri. Tentunya akan terasa tidak nyaman saat kamu harus bertemu teman atau gebetan dan ketiak justru basah karena keringat. Jika menggunakan deodoran anti-perspirant tidak membawa pengaruh yang besar untuk keringat kamu, mungkin ini saatnya untuk mencoba 3 alternatif perawatan yang diklaim efektif dalam mengontrol produksi keringat berlebih.

Botoks

Botulinum Toxin atau yang populer dengan nama botoks adalah salah satu jenis perawatan yang cukup populer selama beberapa dekade dan tergolong aman. Secara umum, metode botoks dilakukan dengan menyuntikkan protein ke dalam lapisan kulit. Meski lebih populer untuk menghilangkan keriput dan mengencangkan kulit, botoks juga bermanfaat untuk kamu yang memiliki gangguan produksi keringat. Untuk mengontrol produksi keringat, botoks akan disuntikkan ke daerah kulit ketiak. Botoks bekerja dengan melepaskan reaksi kimia yang mengurangi aktivitas kelenjar keringat. Agar efektif, perawatan ini harus dilakukan dalam beberapa kali dan dilakukan oleh para ahli. Jika tertarik tentunya kamu perlu berkonsultasi dengan dermatolog maupun dokter ahli agar hasilnya sesuai dan jauh dari efek samping.

MiraDry dan Produk Anti-Keringat Lainnya

MiraDry

Teknologi ini adalah salah satu metode mengontrol kelenjar keringat yang dikembangkan di Miramar Labs of Sunnyvale, California, US. MiraDry bekerja dengan memaparkan ketiak menggunakan energi panas yang dapat mengganggu kerja kelenjar ketiak secara aman. Untuk melakukan ini, dokter kulit biasanya akan menggambar sebuah pola di ketiak sebelum menggunakan alat MiraDry yang akan mentransmisikan energi sesuai pola yang telah digambar sebelumnya.

Metode ini disebut sebagai salah satu solusi permanen untuk mengatasi ketiak basah. Sebuah studi yang didukung oleh Universitas British Columbia membuktikan bahwa 90% pasien yang pernah melakukan perawatan ini berhasil mengurangi produksi keringat di area ketiak hingga 12 bulan sesudahnya. Perawatan ini sendiri berlangsung selama 15-20 menit dan dapat menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasi hal tersebut para dokter biasanya melakukan bius lokal pada pasien.

Produk anti-keringat yang kuat

Jika melakukan dua metode di atas masih cukup menakutkan, kamu bisa mencoba beberapa produk topikal dengan klaim anti-perspirant atau anti-keringat yang kuat. Produk sejenis ini biasanya sudah bisa kamu dapatkan di apotek. Produk anti-perspirant biasanya hanya perlu dipakai setiap beberapa hari agar lebih efektif. Jenis produknya pun cukup beragam mulai dari handuk kecil milik Sweat Block Clinical Strength Antiperspirant atau Dr. Sweat Clinical Strength Antiperspirant Pads yang hanya perlu digunakan setiap seminggu sekali. Selain dalam bentuk handuk atau kapas, ada pula deodoran seperti Secret Clinical Strength Invisible Solid Women’s Antiperspirant & Deodorant. Deodoran ini hanya perlu diaplikasikan setiap 48 jam sekali dan memiliki beberapa pilihan aroma yang segar.

Baca juga: Benarkah Menggunakan Deodoran di Malam Hari Berikan Hasil Lebih Efektif? Ini Pendapat Dermatolog!

#GrowFearLess with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓