Tips Menghilangkan Komedo Tertutup, Masalah Kulit yang Jarang Diketahui

Annissa Wulan21 Agu 2019, 17:00 WIB
Jerawat

Fimela.com, Jakarta Pernah dengar tentang komedo tertutup sebelumnya? Komedo tertutup biasanya dikenal dengan whitehead, berupa gundukan berwarna putih yang secara bertahap terbentuk di bawah permukaan kulit.

Ketika teriritasi oleh bakteri, komedo tertutup bisa berkembang menjadi jerawat. Seperti kebanyakan jenis jerawat, komedo tertutup terbentuk ketika beberapa kombinasi, seperti minyak, sel kulit mati, dan bakteri menumpuk, serta menyumbat folikel rambut.

Komedo tertutup biasanya ditutupi oleh lapisan sel kulit yang memberi mereka sedikit warna putih dan tidak memiliki kepala untuk dipencet keluar, seperti dilansir dari self.com, Rabu (21/8/2019). Jika kamu menemukan komedo yang memiliki kepala yang bisa dipencet keluar, secara teknis, ini disebut papula atau pustula.

 

 

Hal-hal yang dapat memperburuk kondisi komedo tertutup

Jerawat
Ilustrasi jerawat/copyright shutterstock

Komedo tertutup yang terpapar udara dan teroksidasi juga bisa berubah warna menjadi hitam. Biasanya, komedo tertutup terbentuk dari penggunaan produk perawatan kulit atau kecantikan yang bersifat oklusif.

Namun, jika komedo tertutup terkonsentrasi di sekitar garis rambut atau dahi, kemungkinan besar produk rambutlah yang mengiritasi kulit. Beberapa orang lebih rentan terhadap komedo tertutup karena perubahan kadar hormon dalam sel-sel kulit mereka, terutama jika munculnya di sepanjang dagu dan rahang.

Terkadang, komedo tertutup bisa hilang dengan sendirinya, namun pada umumnya, tidak, mereka justru berkembang menjadi kemerahan, sakit, dan lebih sulit diobati. Cobalah untuk tidak memencet komedo tertutup, melewatkan eksfoliasi, atau menggunakan terlalu banyak produk yang justru mengeringkan kulit.

Tips menghilangkan komedo tertutup

Jerawat/mlg
Ilustrasi Cystic acne/copyright shutterstock

Berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan komedo tertutup dan mencegah kemunculan yang lebih banyak dalam jangka panjang. Penasaran?

1. Hanya gunakan produk noncomedogenic

Produk yang diberi label noncomedogenic biasanya ditujukan untuk mereka yang memiliki pori-pori tersumbat dan bermasalah dengan jerawat. Sesekali, kamu juga boleh melakukan eksfoliasi dengan lembut, carilah kandungan produk, seperti asam salisilat dan asam glikolat.

2. Gunakan benzoil peroksida

Kandungan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri yang sering memicu jerawat dan menyumbat pori-pori.

3. Pertimbangkan untuk menggunakan retinoid

Kandungan, seperti retinol, retinal, dan adapalene adalah turunan dari vitamin A yang dianggap dapat mempercepat proses pergantian sel. Retinoid dapat menghilangkan sel-sel kulit mati, membuat kulit menjadi lebih halus.

Setelah kamu melakukan beberapa cara di atas, bersabarlah, karena setidaknya membutuhkan waktu selama 3 bulan untuk dapat melihat perubahan yang nyata. Namun, jika dalam beberapa waktu kamu tidak melihat hasil apapun, konsultasikan ke dokter kulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kulit.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓