Dampak Blue Light pada Kulit, Wajib Diketahui

Beauty Journal26 Agu 2019, 18:35 WIB
Handphone

ringkasan

  • Masalah pigmentasi
  • Tanda penuaan dini
  • Memperlambat regenerasi sel-sel kulit
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Jika selama ini hanya berfokus menghindari sinar UV dari matahari karena dampak negatifnya, masih ada ancaman pancaran sinar lain yang perlu diwaspadai, lho! Yakni, pancaran blue light. Blue light dapat ditemukan pada benda-benda elektronik, mulai dari smartphone, laptop, tablet, televisi, serta pada lampu LED atau fluorescent, dan sinar matahari. Namun, yang paling sering 'bersama' kamu tentu adalah gawai seperti smartphone atau laptop, bukan?

Selain dampak buruk bagi mata, sinar blue light ternyata juga berbahaya bagi kulit, lho! Apalagi dengan kecanggihan teknologi dan tuntutan pekerjaan yang kerap membuat kamu harus menghabiskan sebagian besar hari di depan gawai. Hal ini tentu merupakan sebuah ironi saat teknologi bisa membantu kamu merawat kulit, di sisi lain ia juga memiliki dampak buruk.

Dokter Murad, seorang dermatolog sekaligus sosok di balik brand skincare Murad, menyebutkan pada Harper's Bazaar, bahwa menghabiskan 4 hari kerja dengan durasi 8 jam per hari di depan komputer setara dengan terpapar sinar matahari di siang hari selama 20 menit. Lantas apa saja dampak buruk sinar blue light gawai pada kulit yang harus kamu antisipasi?

Masalah pigmentasi

Dampak buruk sinar blue light gawai pada kulit yang paling mudah ditemui adalah masalah pigmentasi. Menurut dr. Shari Marchbein, dermatolog asal New York, seperti yang dilansir dari Allure, paparan sinar blue light dapat menstimulasi kulit untuk memproduksi pigmen lebih banyak. Selain itu, blue light mampu menembus kulit lebih dalam daripada sinar UV biasa yang hingga menyentuh sel-sel kulit dalam dan menyebabkan inflamasi pada kulit.

Masalah blue light lainnya

Handphone
Ilustrasi handphone/copyright shutterstock

Tanda-tanda penuaan dini

Seperti sinar UV, blue light juga memiliki dampak buruk seperti kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tertentu atau yang kerap disebut photoaging. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sinar blue light mampu mempenetrasi kulit lebih dalam. Kondisi ini membuat sinar tersebut mampu merusak kolagen dan elastin. Saat kulit kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menimbulkan keriput di beberapa area.

Memperlambat regenerasi sel-sel kulit

Tak hanya munculnya tanda-tanda penuaan dini, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit lainnya akibat sinar blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit dan memperlambat regenerasi sel-sel kulit. Hal ini sendiri dikonfirmasi oleh riset teranyar dr. Nadine Pernodet dari Estée Lauder. Seperti yang ia terangkan pada Harper’s Bazaar, sinar blue light juga mempengaruhi ritme alami circadian sel-sel kulit. Saat kamu kehilangan jam-jam istirahat karena terlalu sering terpapar sinar blue light, siklus regenerasi sel kulit akan tergungga yang berdampak pada proses perbaikan kondisi kulit.

Baca juga: Apakah Kopi Dapat Memicu Jerawat? Ini Jawabannya Menurut Ahli

#GrowFearLess with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓