Pendapat Ahli Mengenai Kopi Memicu Jerawat

Beauty Journal25 Agu 2019, 12:45 WIB
Minum Kopi

Fimela.com, Jakarta Semua orang tentu ingin memiliki kulit yang bersih dan mulus, namun, terkadang ada saja jerawat membandel yang muncul dan mengganggu penampilan. Seperti yang kita ketahui, pola makan dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Misalnya kebiasaan makan makanan pedas, produk susu dan olahannya, maupun gorengan. Eits, tapi nggak cuma itu saja, lho! Mengonsumsi kopi pun dapat memicu datangnya permasalahan kulit yang menyebalkan tersebut. Nah, jika kamu bingung kenapa kopi bisa jadi pemicunya, yuk, simak penjelasan para ahli berikut ini!

Apa saja kandungan kopi?

Tentu kamu sudah tahu, bahwa kopi mengandung kadar kafein yang tinggi. Tak hanya itu saja, kopi sebenarnya memiliki kandungan yang sangat kompleks. Terdapat hampir 1.000 senyawa kimia di dalam kandungan kopi. Beberapa di antaranya meliputi anti-oksidan, asam kologenik, trigonelline, lignan, dan quinides.

Lantas, apakah kopi dapat memicu jerawat?

Jawabannya, mungkin iya. Dilansir dari Health Line, kopi dapat memicu hormon stres. Walau hormon stres saja tidak serta-merta menjadi penyebab jerawat, hormon ini dapat memperparah kondisi jerawat yang sudah ada sebelumnya, karena stres akan memicu produksi minyak lebih banyak. Alhasil, wajah makin berminyak, dan pori-pori pun makin rentan tersumbat.Alasan selanjutnya, kopi dapat mengganggu metabolisme yang membuat tubuh 'kebal' terhadap insulin, sehingga emningkatkan produksi insulin dalam darah. Hal ini akan berpengaruh pada produksi minyak berlebih juga.Jika kamu memiliki kebiasaan minum kopi setelah makan, well kebiasaan ini sayangnya berdampak buruk, lho. Kopi dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap mineral dari makanan yang dikonsumsi. Apa hubungannya dengan jerawat? Nah, salah satu penyebab munculnya jerawat dapat disebabkan oleh kekurangan mineral seperti zinc, selenium, dan zat besi.

Selain kopi, apakah campuran susu dan gula juga dapat jadi penyebabnya?Rasanya kurang pas jika meminum kopi tanpa tambahan susu atau gula di dalamnya, bukan? Namun, hal ini pula yang ternyata menjadi pemicu timbulnya jerawat. Jadi, pertanyaan di atas jawabannya adalah, ya, gula dan susu memperburuk penyebab munculnya jerawat. Seperti yang kita ketahui, gula darah dapat meningkatkan peradangan (redness), pembengkakan jerawat, membuat kulit memproduksi sebum berlebih dan merusak sel-sel kulit, sedangkan, hormon yang dihasilkan saat mengonsumsi susu juga berperan dalam memicu datangnya jerawat.

Baca juga: Sugar Face dan Dairy Face, Kondisi Kulit Wajah yang Disebabkan oleh Konsumsi Gula dan Susu Berlebih

Lalu, selain jerawat, apakah ada masalah kulit lainnya yang muncul akibat kopi?

Minum Kopi
Ilustrasi minum kopi/copyright shutterstock

Jawabannya adalah ya. Kopi dapat membuat menurunkan kadar air pada tubuh yang dapat membuat kulit dehidrasi, jika dibiarkan, kondiis kulit ini dapat menyebabkan masalah kulit lainnya seperti penuaan dini, hingga timbulnya garis halus.

Dilansir dari clearskinforever, seorang dermatolog menjelaskan bahwa kopi juga dapat mengganggu produksi kolagen yang sangat penting dalam menjaga kulit awet muda. Selain itu, efek kafein juga dapat mempengaruhi jadwal tidur kamu. Normalnya, di pagi seseorang memiliki kadar kortisol tinggi, namun seorang peminum kopi tidak mengalami peningkatan kortisol sehingga harus dibantu dengan kopi untuk mengembalikan kadar kortisolnya ke tingkat normal. Hal ini juga yang membuat seseorang selalu bergantung pada kopi di pagi hari untuk mendapatkan tenaga untuk bangun. Plus, kafein juga akan membuat kamu terjaga lebih lama. Tentu kamu sudah sering mendengar dampak buruk bergadang untuk kulit, bukan?

Apa solusi dari permasalahan ini?

Mengubah rutinitas mengonsumsi kopi bisa jadi jawaban yang tepat jika kamu ingin menghindari timbulnya jerawat. Memang tak mudah, namun kamu bisa melakukannya secara bertahap, yakni dengan mengurangi frekuensi minum kopi. Misalnya, jika kamu mengonsumsi kopi setiap pagi, maka cobalah untuk meminumnya 2-3 kali dalam seminggu. kamu juga dapat mengurangi campuran gula dalam kopi dan mengganti campuran susu dengan susu non-dairy seperti almond dan coconut milk.

Selanjutnya, kamu dapat mengganti kopi dengan teh hijau, teh herbal atau dengan smoothie hijau. Kopi bebas kafein (decaf) juga bisa jadi pilihan, walaupun sebenarnya tidak berdampak terlalu signifikan dalam memperbaiki kulit. kamu dapat menghindari kopi selama beberapa minggu dan melihat hasilnya pada kulit.

#GrowFearLess with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓