Masalah Kulit yang Sering Dialami Saat di Cuaca Panas

Beauty Journal29 Agu 2019, 11:35 WIB
Sunburn

ringkasan

  • Flek hitam dan hiperpigmentasi
  • Jerawat di area tubuh
  • Kulit kering dan mudah iritasi
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Musim panas atau kemarau dengan terik matahari dan langit biru cerah tentu menjadi waktu yang tepat untuk berlibur, terutama ke destinasi outdoor seperti pantai. Sudah terbayang kan betapa serunya menghabiskan waktu bermain di pantai sambil menikmati es kelapa muda? Namun, yang tidak mengenakkan adalah jika setelah berlibur justru membawa pulang 'oleh-oleh' masalah kulit. Agar liburan tetap nyaman, berikut beberapa penyakit kulit yang sering dialami di cuaca panas dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya menurut saran para ahli!

Sunburn

Sunburn atau terbakar matahari adalah masalah yang sering dialami akibat terkena paparan sinar matahari yang terlalu menyengat dalam waktu yang sangat lama. Kondisinya ditandai dengan kulit yang kemerahan, mengelupas, hingga muncul rasa perih atau nyeri. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan sunscreen dengan kandungan SPF tinggi dan jangan lupa mengaplikasikannya kembali setiap 1 atau 2 jam sekali. Namun sayangnya sengatan matahari yang terlalu panas seringkali membuat kondisi ini tidak bisa dihindari.

Menurut Ivy Lee, MD, seorang asisten dokter kulit di sebuah klinik kecantikan di UCLA, banyak orang masih menggunakan aloe vera gel untuk mengatasi masalah yang satu ini, tanpa melihat adanya kandungan alkohol yang bisa membahayakan kondisi kulit yang sedang terbakar sinar matahari. Karenanya, dr. Ivy lebih menyarankan penggunaan produk yang dapat mengembalikan kondisi kulit, menenangkan serta menghidrasinya seperti moisturizer atau essential oil. Beberapa jenis essential oil yang bisa digunakan adalah Neroli Essential Oil, Geranium Essential Oil, Peppermint Essential Oil maupun Eucalyptus Essential Oil. Selain itu, ada juga bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi sunburn seperti lidah buaya, oatmeal, teh, minyak kelapa atau madu.

Baca Juga: Sudah Menggunakan Sunscreen Namun Tetap Mengalami Sunburn? Mungkin Ini Penyebabnya

Flek hitam dan hiperpigmentasi

Sunburn/sunscreen
Ilustrasi sunburn/sunscreen. (Foto: shutterstock.com)

Efek lain dari paparan sinar matahari di cuaca yang panas adalah warna kulit yang menggelap secara tidak merata sehingga memunculkan flek hitam dan juga hiperpigmentasi. Selain memencet jerawat sembarangan dan membersihkan wajah berlebihan, paparan matahari di cuaca yang panas adalah faktor utama yang menjadi penyebab masalah kulit ini. Pemakaian sunscreen dengan tepat adalah salah satu cara mencegah terjadinya hiperpigmentasi.

Namun bila hiperpigmentasi sudah muncul pada kulit, yang bisa dilakukan adalah melakukan perawatan kulit yang tepat agar sel kulit mati bisa terangkat sehingga noda pada wajah bisa tersamarkan. Barbara Close, seorang herbalist dan pendiri brand kecantikan Naturopathica, menyatakan bahwa skin care dengan kandungan bahan alami bisa digunakan secara rutin untuk atasi noda-noda hitam pada kulit. Beberapa kandungan di dalam produk skin care yang dikenal ampuh lawan hiperpigmentasi di antaranya adalah kojic acid, alpha arbutin, tranexamic acid, licorice root extract, dan niacinamide.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 5 Kesalahan Saat Merawat Kulit Wajah yang Dapat Menjadi Penyebab Hiperpigmentasi

Jerawat di area tubuh

Jerawat
Ilustrasi jerawat/copyright shutterstock

Keringat berlebih di area tubuh saat cuaca panas bisa menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat di dada maupun di punggung. Selain tak nyaman, jerawat di bagian kulit tubuh juga bisa terasa sakit. Tumpukan bakteri, sel kulit mati dan juga keringat bisa tersumbat di dalam pori-pori yang pada akhirnya membuat jerawat tersebut muncul. Jerawat yang muncul di area tubuh seperti punggung biasanya membutuhkan usaha ekstra karena letaknya yang sulit dijangkau.

Untuk mengatasi jerawat tubuh yang mengganggu, Barbara Close menyarankan untuk melakukan eksfoliasi dengan micronized walnut shells, black silt clay or volcanic pumice yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, bakteri dan keringat yang menyumbat pori-pori. Kemudian lanjutkan perawatan kulit menggunakan lotion yang mengandung glycolic acid atau kandungan herbal alami seperti rosemary oil, ginger oil, atau neroli oil yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit serta bekerja untuk menenangkan kulit. Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan mandi secara teratur menggunakan sabun mandi yang tepat, menjaga kebersihan handuk, dan menggunakan deterjen yang aman untuk kulit.

Baca Juga: Rekomendasi Produk untuk Bantu Atasi Jerawat yang Muncul di Area Tubuh

Fungal Acne dan Kulit Kering

Jerawat/mlg
Ilustrasi Cystic acne/copyright shutterstock

Fungal acne

Memiliki kondisi dan tanda-tandanya hampir sama, kondisi kulit ini seringkali disamakan dengan jerawat. Bila jerawat biasa disebabkan karena bakteri, fungal acne adalah masalah kulit yang disebabkan karena jamur Malassezia. Sebenarnya jenis jamur yang satu ini memang kerap ditemukan di kulit manusia. Selain fungal acne, beberapa kondisi kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia adalah eczema, ketombe, dan psoriasis. Faktor Internal yang menjadi penyebab masalah kulit fungal acne adalah konsumsi obat-obatan, penyakit yang dimiliki, atau kehamilan. Sedangkan faktor eksternalnya adalah kelembapan udara, udara panas, atau keringat. Karenanya tak heran bila masalah kulit ini sangat kerap dialami oleh orang-orang yang tinggal di wilayah dengan iklim tropis. Menurut Emily C. McKenzie, MD, seorang dermatolog di University of Utah, masalah kulit yang disebabkan karena jamur bisa diatasi dengan rutin mengganti baju, memastikan kebersihan badan dengan mandi dan cuci tangan secara teratur serta menggunakan body care dengan kandungan anti jamur.

Baca Juga: Mengenal Fungal Acne, Kondisi Kulit yang Kerap Disalahartikan Sebagai Jerawat

Kulit kering dan mudah iritasi

Cuaca yang panas juga menjadi penyebab kulit yang sangat kering dan mudah kehilangan kelembapannya. Oleh sebab itu, di musim kemarau dengan udara panas serta paparan sinar matahari yang sangat menyengat, kamu perlu melakukan perawatan kulit lebih ekstra. Kondisi kulit kering tak hanya membuat wajah menjadi tampak kusam, tetapi juga bisa membuatnya mudah mengalami iritasi dan mengalami masalah kulit lainnya.Selain rutin melakukan double cleansing dan eksfoliasi untuk mencegah penumpukan bakteri maupun kotoran, kamu juga tidak boleh melewatkan penggunaan moisturizer dengan kandungan seperti hyaluronic acid, ceramide, dan juga lactic acid. Menurut Rox Anderson, MD, dermatolog dari Harvard Medical School di Boston, paparan matahari pada kulit di musim panas bisa juga menyebabkan kulit kering. Untuk mengatasinya, beliau menyarankan penggunaan suncreen yang bebas dari kandungan alkohol, lip balm dengan kandungan SPF hingga mengaplikasikan moisturizer setelah mandi, cuci tangan maupun saat berada di ruangan ber-AC.

Baca Juga: Malas Menggunakan Sunscreen? Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi pada Kulit

#GrowFearLess with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓