Kata Ahli Tentang Paraben dalam Kosmetik dan Skincare

fitriandiani31 Agu 2019, 11:00 WIB
Ilustrasi kosmetik/makeup

Fimela.com, Jakarta Paraben merupakan salah satu kandungan yang biasa terdapat dalam skincare maupun kosmetik, namun keberadaan paraben disanksikan karena keamanannya masih diperdebatkan.

Apa itu paraben?

Pada dasarnya, paraben merupakan sejenis pengawet. Fungsinya dalam produk kecantikan adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi yang bisa merusak kualitas formula dalam kosmetik.

Paraben memiliki struktur kimia yang menyerupai estrogen. Pada 20014, sebuah studi yang dilakukan Dr. Philippa Darbre menemukan bahwa paraben dapat ditemukan dalam tumor kanker, sebagaimana dikutip dari Cosmopolitan.com. 

American Cancer Society sendiri menyatakan, "Para peneliti hanya mencari keberadaan paraben dalam sampel kanker payudara. Studi ini tidak menunjukkan bahwa paraben menyebabkan atau berkontribusi pada perkembangan kanker payudara, hanya menunjukkan bahwa paraben ada di sana," seperti dikutip langsung dari situsnya.

 

Perdebatan Para Ahli

Makeup/kosmetik
Ilustrasi rangkaian produk makeup/kosmetik. (Foto: shutterstock.com By New Africa)

Paraben secara luas digunakan dalam berbagai produk, mulai dari sampo, lotion, kosmetik, bahkan makanan. Sementara penelitian yang dilakukan tidak mengandung informasi apapun terkait sumber paraben yang ada di jaringan kanker payudara, apakah memang dari antiperspiran atau sumber lainnya.

Ahli kosmetik Joseph Cincotta mengatakan, "Ini benar-benar tergantung pada konsumen untuk menentukan keputusan bagi diri mereka," ujarnya dikutip dari Cosmopolitan.com. Di satu sisi, karena tidak ada kaitan langsung dengan kanker payudara, para ahli berpendapat paraben tidak perlu sepenuhnya dihilangkan, mengingat mereka juga lebih lembut daripada kebanyakan pengawet.

"Penelitian bahkan menunjukkan bahwa jumlah paraben yang digunakan dalam produk perawatan kulit atau rambut benar-benar tidak menembus ke dalam kulit dan sangat mudah dipecah oleh tubuh kita melalui enzim dan diekskresikan melalui urin," kata Cincotta.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓