Seberapa Sering Kita Harus Mandi?

fitriandiani08 Sep 2019, 15:00 WIB
kepribadian

ringkasan

  • Meski telah jadi rutinitas, namun frekuensi mandi harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit
  • Kita tidak harus selalu mandi satu kali sehari atau dua kali sehari
  • Mandi terlalu sering atau terlalu jarang sama-sama tidak baik bagi kulit
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Mandi sudah jadi rutinitas dalam keseharian. Bakteri dan kotoran yang menempel di badan memang harus dibersihkan guna menjaga kesehatan kulit dan bau badan tetap segar.

 

Umumnya memang mandi dilakukan setiap hari, bahkan dua kali dalam sehari. Namun, hal tersebut tidak bisa dikatakan sebuah kewajiban sebab kondisi kulit setiap orang berbeda. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhinya, antara lain cuaca, musim, bahkan kebiasaan sehari-hari. Jadi, sebab batas toleransi setiap tubuh bisa berbeda.

Untuk alasan kebersihan, mungkin kamu tidak bisa meninggalkan mandi setiap harinya. Tapi menurut seorang dermatologis sebagaimana dikutip dari American Academy of Dermatology, mandi satu hari sekali masih tergolong cukup, kecuali kamu habis beraktivitas berat dan berkeringat lebih dari biasanya.

Dampak Negatif dari Mandi Terlalu Sering

Ilustrasi mandi dengan shower
Ilustrasi mandi dengan shower. (Foto: shutterstock.com By Yuganov Konstantin)

Mandi terlalu sering akan membuat minyak alami kulit terkikis, akibatnya kulit jadi kering, kusam, dan mudah iritasi.

Beberapa kondisi kulit bawaan seperti psoriasis juga bisa dipicu oleh kebiasaan mandi yang terlalu sering. Sebab bakteri baik pun bisa ikut hilang saat mandi. Jadi, bisa dibilang alasan kesehatan kulit adalah faktor yang patut dipertimbangkan untuk tidak mandi sering-sering.

Untuk menjaga kulit tetap sehat, kuncinya adalah mandi secukupnya, ya!

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓