FIMELA FEST 2019: Cara Menegur Pelaku Beauty Bullying Tanpa Membuat Tersinggung

Anisha Saktian Putri20 Sep 2019, 16:00 WIB
Beauty Bullying/Pixabay trevoykellyphotography

Fimela.com, Jakarta Mudahnya aksesnya internet seperti saat ini, tentu memiliki dampak postif dan negatifnya. Positifnya kita dapat dengan mudah melihat dunia lebih luas lagi.

Negatifnya, banyak orang yang menyalahgunakan kemudahan tersebut seperti berkomentar negatif pada orang lain. Bahkan, kini beauty bullying kerap terjadi pada perempuan dan banyak dilakukan di media sosial.

Beauty bulling sendiri merupakan perilaku menghina, menyindir, mengolok-olok, dan mengintimidasi dalam ranah kecantikan baik wajah atau tubuh merupakan tindakan beauty bullying.

Sayangnya, banyak orang terutaman perempuan tak sadar sudah melakukan beauty bullying. Berkomentar negatif tentang kecantikan dianggap hal lumarah.

Namun hal tersebut jangan dianggap sepele. Pasalnya korban beauty bullying bisa saja merasa trauma dan merusak kepercayaan diri mereka, berujung pada korban dapat melakukan bunuh ini.

Nah, agar tidak terus terjadi beauty bullying kita pun harus saling memgingat kepada sesama perempuan. Ada hal-hal perlu diperhatikan ketika kita medegur orang lain yang melakukan beauty bullying agar tidak tersinggung. Apa saja, simak ulasannya di bawah ini.

 

Medegur tanpa orang lain tidak tersinggung

Beauty Bullying di Instagram
Ilustrasi Beauty Bullying di Instagram. (Foto: Giftpundits.com/ Pexels)

Psikolog klinis, Nauran Abdat mengatakan hal pertama yang dapat dilakukan medegur orang melakukan beauty bullying adalah kita harus tau ranah utama bagian apa.

"Ranah utama seperti misalkan dihina menganai gaya styel, kita cukup bilang dengan baik. Apa perasaannya menggunakan pakaian itu. Seperti nyaman tidak menggunakan pakaian ini, kalau tidak suka yah memang kita beda style," ujar Nauran saat ditemui Fimela.com, beberapa waktu lalu.

Nauran menambahkan, jika ingin memberitahu bahwa beauty bullying tersebut tidak baik sebaiknya bertemu langsung. Perkataan pun tidak mengandung unsur negatif, jadi harus mencerna perkataan terlebih dahulu baru medegur orang tersebut.

"Jawab langsung sebaiknya jangan teks. Kalau teks kan kita ngga tua intonasinya seperti apa. Jangan memberikan kata-kata negatif, karena kita juga kan tidak mau seperti dia. Jadi pikirkan matang-matang kata-kata positif agar ia sadar," tutupnya.

Untuk memahami lebih dalam tentang beauty bullying, yuk, daftarkan diri kamu di sini dan raih kesempatan untuk menghadiri FIMELA FEST 2019.

Simak video berikut

#Growfearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓