Penjelasan Penting Tentang Jerawat di Kulit Kepala yang Perlu Diketahui

Beauty Journal23 Sep 2019, 18:35 WIB
Jerawat

Fimela.com, Jakarta Sebagai salah satu masalah kulit yang paling populer, jerawat memang lebih banyak muncul di area wajah dan punggung (bacne), tetapi tanpa disadari, hampir semua permukaan kulitmu bisa menjadi tempat tumbuhnya jerawat. Tidak terkecuali kulit kepala, lho! Memang terdengar aneh, tetapi jerawat di kulit kepala bisa ditemukan dan umumnya terjadi pada orang yang juga sedang memiliki jerawat di permukaan kulit wajah. Lantas apa sebenarnya jerawat di kulit kepala? Dan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Di artikel ini Beauty Journal telah merangkum penjelasan pakar tentang jerawat di kulit kepala! Keep scrolling!

Apa itu jerawat di kulit kepala (scalp acne)?

Menurut dr. Deanne Mraz Robinson, dermatolog asal Connecticut, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Allure, scalp acne adalah bentuk folikulitis atau peradangan di folikel rambut yang dapat disebabkan oleh iritasi, bakteri, jamur, dan infeksi lainnya. Sementara itu menurut dr. Janet Prystowsky dari Bustle, jerawat di kulit kepala terbentuk dengan cara yang tak berbeda jauh dengan jerawat di wajah, yakni akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, serta adanya bakteri di pori-pori kulit kepala. Ada pula beberapa yang mengaitkan ketombe dengan munculnya jerawat di kulit kepala. Namun, dr. Carlos A. Charles menuturkan pada Allure bahwa tidak ada korelasi langsung antara ketombe dan scalp acne meski memang ketombe membuat kulit kepala lebih mudah berminyak dan meningkatnya aktivitas sebum di kulit kepala.

Meski lebih jarang ditemukan dibanding jerawat pada wajah dan punggung, scalp acne tetap dapat menimbulkan gangguan. Umumnya jenis jerawat ini mudah muncul di daerah garis rambut di atas dahi atau area kulit kepala belakang di dekat leher. Tentu seperti jerawat pada umumnya, scalp acne juga dapat menimbulkan nyeri sehingga harus ditangani dengan tepat.

Penanganan pertama untuk scalp acne

Rambut/mlg
Ilustrasi perawatan rambut/copyright shutterstock

Pada prinsipnya, mengatasi jerawat di kulit kepala tak berbeda jauh dengan mengobati jerawat di wajah. Hal-hal umum seperti rutin membersihkan rambut, memanajemen stres, dan menjaga pola makan adalah tindakan yang dianjurkan. Selanjutnya dr. Prystowsky menganjurkan untuk mencari akar dari scalp acne. Hal ini bisa dimulai dengan menghentikan produk hair care yang kamu gunakan sementara waktu dan menggunakannya ulang secara perlahan dan satu persatu untuk mengetahui produk mana yang tidak cocok dengan kulit kepalamu.

Selain itu penggunaan produk perawatan rambut yang tepat untuk kulit kepala juga dapat menjadi solusi masalah scalp acne. Menurut dr. Robinson, sampo dengan kandungan salicylic acid atau sulfur adalah salah satu produk hair care pertama yang dapat kamu gunakan untuk mengatasi scalp acne. Namun jangan gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide ya, karena bahan tersebut dapat melunturkan warna rambutmu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan sampo anti-microbial untuk melawan bakteri yang bersarang di kulit kepala.

Menemui dokter kulit

Jika setelah beberapa waktu menggunakan produk hair care dan jerawat di kulit kepala tak kunjung sembuh, segera temui dokter ahli untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif di area kulit kepala. Namun jika kamu hanya ingin mencegah agar tidak mengalami scalp acne, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan rajin keramas dan pastikan untuk membasuhnya hingga benar-benar bersih. Gunakan sampo yang mampu membersihkan kulit kepala dengan baik. Tak hanya itu, kamu juga sebaiknya mengurangi intensitas penggunaan produk-produk seperti pomade, gel rambut, dan hairspray untuk menghindari residu produk yang menempel di kulit kepala terutama saat sisa produk tidak dibersihkan dengan baik.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Hair Tonic dalam Rutinitas Perawatan Rambut

#GrowFearLess with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓