4 Tips Simple Sebelum Berbelanja Skincare yang Aman untuk Kulit

Anisha Saktian Putri02 Okt 2019, 18:30 WIB
Toner/skincare

Fimela.com, Jakarta Ramainya dunia kecantikan memang membuat pecintanya dihadapkan oleh beragam pilihan. Mulai dari yang murah hingga mahal, lokal maupun internasional.

Tetapi hal utama yang patut diwaspadai adalah keamanannya skincare. Mulai dari memperhatikan kandungan hingga terdaftar di BPOM atau tidak. Untuk itu, berikut tips-tips simple sebelum berbelanja skincare.

1. BPOM

BPOM itu tidak mengeluarkan satu izin untuk semua produk, Jadi sahabat Fimela harus cek dan ricek kembali, apakah produk skincare tersebut sudah ada tambahan nomor seri BPOM. Jangan sampai membeli serangkaian perawatan yang ternyata belum lolos BPOM.

2. Memiliki Klinik Kecantikan Sendiri

Produk yang dikeluarkan oleh klinik kecantikan sudah pasti terjamin keamanannya. Dokter akan menyarankan produk sesuai dengan kebutuhan kulit kita. Maka dari itu, sebelum membeli disarankan berkonsultasi kepada dokter yang praktek di klinik tersebut.

 

 

3. Tempat Produksi

Skincare/mlg
Ilustrasi cleansing milk/copyright unsplash.com/@rawpixel

Sebagai customer kekinian, harus jeli menelusuri darimana produk-produk ini berasal. Perusahaan kosmetik yang benar dan resmi sudah pasti akan mencantumkan nama dan alamat pabrik tempat mereka memproduksi. Sehingga produk-produk tersebut bukan rekayasa.

4. Nama Dokter Tidak Disembunyikan

Untuk produk-produk yang merupakan racikan dokter, sudah pasti harus mencantumkan nama dan gelar dokternya. Biasanya tertera pula informasi tambahan lokasi klinik atau tempat praktek dokter tersebut.Selain itu, di era sekarang kalian pun dapat menelusuri berbagai review para Beauty vlogger atau dokter-dokter yang ada di social media. Mereka banyak mengedukasi masyarakat terutama perihal cara membedakan krim yang aman dan tidak. Bahkan mereka tidak segan-segan menyebut beberapa krim di pasaran yang yang patut diwaspadai seperti krim bermerk NH, Helwa, TML dan masih banyak lagi. Dari beberapa video itu, bahkan mereka membandingkan konsentrat skincare yang benar dan “abal-abal”.

Abal-abal bagi mereka adalah tidak bersertifikasi halal, tidak memeiliki BPOM tapi sudah berani beredar di pasaran dengan meng-klaim produk adalah keluaran dokter spesialis. Sebagai contoh, salah satunya adalah produk Helwa. Merk tersebut ada banyak sekali ragamnya tetapi ternyata baru ada 2 saja produknya yang sudah mendapatkan sertifikasi aman dari BPOM. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Kalian coba pikir saja sendiri, BPOM adalah Lembaga yang mengesahkan aman atau tidaknya makanan dan obat-obatan untuk dikonsumsi. Sebaiknya janganlah merelakan kulit indahmu untuk bahan uji coba. Selain itu, ada sebuah video dokter kecantikan yang tengah mengaduk tiga hingga empat krim abal-abal tersebut dengan cairan tertentu.

Perbedaannya sangat jelas, krim dengan BPOM akan berubah konsistensinya menjadi lebih cerah berwarna oranye di akhir proses. Sementara krim-krim abal-abal itu tetap saja berwarna gelap, pekat dan susah diaduk akibat konsistensinya yang mengandung unsur-unsur berbahaya seperti merkuri atau hidroquinon. Lihat, cium dan rasakan teksturnya. Sebagai pengguna skincare kita harus ekstra hati-hati mempercayakan diri kepada produk kecantikan. Pembelian yang disediakan jika hanya via onlineshop saja, itu tidak cukup.

Ada banyak jenis perawatan yang membuthkan bimbingan dokter spesialis. Maka dari itu, ada baiknya memilih produk dari merk-merk yang juga memiliki kliniknya sendiri. Selain membeli produk, kita juga harus mengagendakan konsultasi berkala.

Simak video berikut

#Growfearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓