Ups, Bekas Luka Mengganggu Penampilan Nih! Gimana Cara Menghilangkannya?

Wuri Anggarini01 Nov 2019, 00:01 WIB
Ups, Bekas Luka Mengganggu Penampilan Nih! Gimana Cara Menghilangkannya?

Fimela.com, Jakarta Bekas luka memang jadi salah satu yang sering bikin bingung para perempuan. Apalagi jika muncul di bagian tubuh yang mudah terlihat, pasti bisa mengganggu penampilan. Dari segi medis, luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan atau tubuh sehingga membuat jaringan itu sendiri sudah tidak utuh lagi.

Proses penyembuhannya juga berbeda-beda. Tergantung dari penyebab luka, kedalamannya, proses perawatannya, dan penyembuhannya apakah ada infeksi atau tidak, dan beberapa faktor penting lainnya. Bekas luka sendiri ada yang bisa menyebabkan perubahan warna di kulit, dari coklat sampai hitam. Lalu ada yang menimbulkan perubahan tekstur kulit, kerut, bahkan menonjol dari permukaan kulit seperti hipertrofik scar dan keloid.

Pada Hipertrofik scar, penyembuhan luka tidak hanya noda warna saja namun juga perubahan tekstur kulit. Sementara itu, pada keloid sendiri, tekstur kulit berubah membentuk tonjolan yang melebihi batas luka. Jenis bekas luka yang satu ini adalah yang paling banyak dikeluhkan.

Bekas luka yang mengganggu terutama di daerah kosmetik, membuat penampilan kurang percaya diri. Selain alasan kosmetik, bekas luka juga menjadi kendala pada beberapa bidang pekerjaan dan profesi yang menuntut tidak adanya bekas luka.

Dari jenis bekas luka dapat disesuaikan jenis perawatan atau tindakan estetik yang diperlukan, tindakan bedah maupun non bedah tentunya setelah mendapat rekomendasi terbaik dari dokter yang ahli.

Beberapa jenis perawatan untuk menyamarkan atau menghilangkan bekas luka yang disarankan oleh tim dokter EMC Plastic Surgery & Aesthetic Center:

Ups, Bekas Luka Mengganggu Penampilan Nih! Gimana Cara Menghilangkannya?
©EMC

Noda bekas luka sebatas perubahan warna kulit

  • Topikal krim dengan kandungan zat pencerah kulit untuk menghilangkan noda hitam seperti Hidroquinon yang dikombinasi dengan steroid topical, Asam Glikolat, Asam Askorbat, Retinoid dan Arbutin
  • Tindakan peeling dengan Asam Glikolat, membutuhkan lebih dari satu kali tindakan namun berangsur-angsur noda akan memudar.
  • Laser Fractional, sebelum tindakannya diberikan krim khusus supaya pada saat pengerjaan tetap merasa nyaman dan mengurangi nyeri.Tidak lama dan hasil lebih cepat karena teknologi laser dapat mencapai lapisan kulit yang lebih dalam.

Hipertrofik Scar

  • Tindakan non bedah seperti injeksi kortikosteroid dapat membantu mengecilkan hipertrofik scar.
  • Laser Fractional, untuk meratakan tekstur kulit yang tidak rata.
  • Pemberian tambahan  krim topical  dengan kandungan silicon untuk menekan pembetukan scar

Keloid

  • Tindakan non bedah seperti tindakan untuk mengatasi Hipertrofik scar
  • Tindakan bedah dengan cara eksisi, membuang bagian keloid yang ada dan merawat luka serta memberikan perawatan paska tindakan tersebut untuk mencegah terjadinya keloid kembali.
  • Kadang  juga diperlukan kombinasi antara tindakan bedah dan non bedah.
  • Topikal krim anti keloid ( tersedia krim dengan kandungan arbutin dalam PH basa atau silicon ) untuk perawatan luka paska eksisi keloid

Untuk masalah bekas luka dengan keloid dapat berkonsultasi dengan Prof.DR.dr.David S.Perdanakusuma SP.BP- RE(K) dan dr.Imam Susanto Sp.BP-RE(K) di EMC Plastic Surgery and Aesthetic Center. Dikenal sebagai dokter spesialis bedah plastik dengan jam terbang tinggi yang kompeten untuk mengatasi masalah keloid. Selain itu, ia adalah ketua organisasi bedah estetik di Indonesia dan anggota dari organisasi bedah plastik internasional.