Kandungan Skincare yang Dapat Memicu Fungal Acne dan Perlu Dihindari

Beauty Journal10 Okt 2019, 18:35 WIB
Jerawat

Fimela.com, Jakarta Kerap keliru dikira sebagai jerawat biasa, fungal acne adalah masalah kulit yang dialami oleh banyak orang. Secara sederhana, fungal acne adalah jerawat yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur, sedangkan jerawat biasa disebabkan oleh bakteri. Nah, berbeda penyebab, tentu berbeda pula penanganannya. Salah satu cara terbaik utnuk menangani fungal acne adalah dengan menghindari beberapa kandungan skin care yang jadi pemicunya. Apa saja, ya?

Baca juga: Mengenal Fungal Acne, Kondisi Kulit yang Kerap Disalahartikan Sebagai Jerawat

1. Fatty acids dan oils

Dilansir dari SimpleSkinCareScience, jenis jamur penyebab fungal acne adalah malassezia. Nah, malassezia ini tumbuh dari 'memakan' fatty acids dengan ikatan karbon 11-24, padahal hampir seluruh produk skin care umumnya memiliki kandungan fatty acids. Fatty acids dan oils yang paling sering muncul dan perlu dihindari adalah:

  • Lauric acid
  • Myristic acid
  • Palmitic acid
  • Stearic acid
  • Oleic acid
  • Linoleic acid

Dari beberapa fatty acids di atas, kandungan yang menjadi pemicu fungal acne terbesar adalah palmitic acid dan oleic acid.

 

2. Esters

Jerawat/mlg
Ilustrasi Cystic acne/copyright shutterstock

Jika kamu merasa asing dengan istilah esters, kamu bisa menemukan esters dalam kandungan skin care dengan mencari nama berakhirnya -ate, seperti isopropyl palmitate, decyl oleate, glyceryl stearate, dan sejenisnya. Esters adalah campuran antara fatty acids dengan alkohol atau glycerol. Meski tidak semua esters memicu fungal acne, namun akan lebih aman jika kamu menghindari kandungan esters.

3. Kandungan fermentasi

Salah satu contoh kandungan fermentasi yang paling populer dan banyak ditemukan dalam produk skin care adalah galactomyces. Kandungan fermentasi ini jadi masalah karena dapat meningkatkan aktivitas aryl hydrocarbon receptor (AhR) yang dapat memicu fungal acne. Alhasil, kandungan fermentasi terutama galactomyces pun perlu dihindari bagi kamu yang memiliki fungal acne.

4. Benzoyl Peroxide

Jerawat
Ilustrasi jerawat/copyright shutterstock

Meski benzoyl peroxide mungkin jadi kandungan jagoan untuk jerawat biasa, penggunaan kandungaan ini justru dapat memperparah kondisi fungal acne. Alasannya, kandungan benzoyl peroxide cenderung mengeringkan kulit dan menyebabkan dehidrasi, padahal malassezia yang jadi penyebab fungal acne akan makin parah saat kondisi skin barrier tidak bekerja maksimal.

5. Coconut Oil

Mungkin selama ini coconut oil terkenal dengan sederet manfaatnya untuk kulit, namun sayangnya kandungan ini merupakan salah satu pemicu coconut oil. Pasalnya, coconut oil terdiri dari 47% fatty acids dalam bentuk lauric acid yang akan menjadi 'makanan' bagi malassezia sehingga dapat memperparah kondisi fungal acne.

Baca juga: 5 Tanda yang Biasanya Muncul Bila Produk Kecantikan Tidak Sesuai dengan Kondisi Kulit

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓