4 Hal untuk Mencegah Ketiak Iritasi dan Kering Setelah Bercukur

Beauty Journal18 Okt 2019, 14:55 WIB
Ketiak

ringkasan

  • Pilihlah pakaian berpotongan longgar
  • Hindari menyemprotkan wewangian pada area ketiak
  • Rawat ketiak dengan pelembap
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Meski keberadaannya tidak terlalu terekspos, tak dapat dipungkiri kalau banyak perempuan masih tidak percaya diri dengan adanya bulu ketiak. Oleh karenanya, jangan heran kalau banyak di antara mereka yang rela melakukan berbagai macam cara untuk melenyapkan bulu-bulu halus tersebut, salah satunya dengan bercukur. Jika dibanding mencabutnya dengan tweezer atau waxing, proses cukur bulu ketiak cenderung lebih disukai karena minim rasa sakit. Cara ini juga makan waktu yang jauh lebih singkat dan praktis karena bisa dilakukan di rumah.

Mencukur sendiri juga punya beberapa opsi, mulai dari menggunakan female shaver hingga depilatory cream. Sayangnya, meski terkesan simpel, tetap saja ada berbagai risiko yang timbul setelah bercukur. Mulai dari lecet, kulit rentan kering, kasar, dan hingga iritasi. Untuk itu, yuk, cegah hal tersebut dengan melakukan hal ini.

Pilihlah pakaian berpotongan longgar

Mungkin masih ada di antara kamu yang belum tahu kalau mencukur ketiak dengan shaver tak hanya melenyapkan bulu-bulu halus, tapi juga mengikis bagian kulit teratas di area tersebut. Bahkan, penggunaan shaver yang terlalu kencang juga berisiko membuat kulit lecet atau bahkan tersayat. Dalam kondisi seperti ini, kamu sangat disarankan untuk menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat. Sebagai solusinya, gunakanlah pakaian berpotongan longgar. Selain minim gesekan antar kain dan kulit, pakaian yang longgar juga dapat menghindari kulit ketiak jadi gelap dan menghitam, lho!

Hindari menyemprotkan wewangian pada area ketiak

Parfum
Ilustrasi parfum/copyright shutterstock

Bau badan merupakan salah satu penyumbang utama dari turunnya rasa percaya diri seseorang. Oleh karena itu, banyak orang melakukan berbagai macam cara untuk mengatasi sekaligus meminimalisir timbulnya aroma tak sedap, salah satunya dengan menyemprotkan parfum atau jenis wewangian lainnya ke area ketiak. Alih-alih aroma badan jadi segar, cara ini justru membuat kulit di area ketiak iritasi, apalagi jika kamu melakukannya setelah bercukur. Selain timbul sensasi panas atau terbakar, kulit yang terkelupas akibat bercukur juga akan terasa perih saat terkena cairan parfum, lho!

Tidak mandi air hangat terlebih dahulu

Mengingat kondisi kulit pasca bercukur rentan kering bahkan lecet, kamu juga tidak disarankan untuk langsung mandi dengan air hangat. Pasalnya, uap dari air hangat dapat menghilangkan kandungan minyak pada kulit yang justru semakin membuat kondisinya semakin kering. Selain itu, uap dari air hangat juga berpotensi membuat kondisi kulit yang lecet semakin meradang. Alih-alih mandi air hangat, kamu bisa menyemprotkan spring water guna memberikan efek sejuk sekaligus meredakan terjadinya iritasi atau kemerahan di kulit ketiak.

Rawat ketiak dengan pelembap

Ketiak
Ilustrasi ketiak/copyright shutterstock

Mengingat kebiasaan mencabut dan mencukur ketiak secara rutin dapat menyebabkan kulit kering serta noda gelap, kamu butuh produk yang dapat melembapkan. Sebagai solusi, kamu bisa menggunakan Dove Original Deodorant Roll On. Tak sekadar mampu memberikan perlindungan tetap kering selam 48 jam, produk yang diformulasikan dengan ¼ moisturising cream ini juga dapat memelihara kulit ketiak setelah bercukur agar senantiasa lembap, halus, dan juga lembut mulai dalam 7 hari pemakaian.

Para pengguna juga tak perlu khawatir karena kandungan parfum yang terdapat dalam produk ini sudah diformulasikan secara khusus sehingga tidak akan menyebabkan ketiak iritasi. Belum lagi, ada kandungan vitamin E dan F yang menutrisi sekaligus merawat secara lembut kulit ketiak yang sensitif akibat proses cukur. Lengkap sekali, bukan?

Lanjutkan Membaca ↓