3 Wewangian Bunga Musim Gugur dengan Sentuhan Modern

Karla Farhana20 Okt 2019, 17:00 WIB
[Fimela] Musim Gugur

Fimela.com, Jakarta Semerbak aroma bunga tidak akan pernah salah bagi perempuan. Beberapa parfum memiliki aroma bunga yang sangat tradisional, seperti mawar atau bunga putih yang memabukkan. Bukan berarti ketinggalan zaman, kedua aroma tersebut pun masih digemari banyak perempuan, terutama mereka yang ceria dan ingin menonjolkan kesan feminin. 

Di musim gugur tahun ini, wangi bunga-bunga akan kembali semerbak, bahkan di negara-negara tropis sekali pun. Banyak perempuan yang tidak memilih aroma bunga karena memberikan kesan terlalu feminin. Namun, sebenarnya aroma bunga hampir selalu digunakan pada saat para desainer meracik parfum. 

Seorang perfumer di Givaudan sekaligus co-creator parfum Lancôme terbary, Idôle, bernama Adriana Medina-Baez mengatakan kalau wewangian bunga hadir di setiap parfum. 

"Kamu hanya perlu menemukan mana aroma bunga yang benar-benar mencerminkan kepribadianmu dan nyaman pada saat kamu kenakan," jelasnya seperti dikutip dari Marie Claire. Adriana juga melanjutkan, mungkin sebagian Sahabat Fimela tidak menyukai aroma tuberose yang sangat kental pada parfum Fracas, namun sebenarnya wangi bunga ini juga terdapat pada parfum lainnya yang juga tidak kalah terkenal. Seperti Gucci Bloom yang sukses dengan aroma floral-nya yang memabukkan. 

Menurut Adriana, banyak perempuan yang 'bosan' dengan aroma tuberose pada parfum Fracas, namun justru jatuh hati dengan Gucci Bloom yang terdapat aroma yang sama. Keduanya memiliki perpaduan aroma yang berbeda. Sehingga, Sahabat Fimela mungkin akan jauh lebih tertarik ketika menyesap wewangian bunga tanpa terikat pada brand parfum tertentu. Terlebih lagi, sebuah aroma bunga bisa menciptakan kesan berbeda, tergantung bagaimana sang perfumer memadukannya dengan notes lain. 

Karena aroma bunga selalu berhasil memikat perempuan dan pria, berikut beberapa notes bunga yang semerbak di musim gugur dengan sentuhan yang lebih modern. 

 

Peony

[Fimela] Peony
Peony | unsplash.com/@olia

Bagi Sahabat Fimela yang terlanjut jatuh cinta dengan aroma Peony, jangan dulu sembarang membeli sebuah parfum hanya karna memiliki aroma Peony pada salah satu notes-nya. Karena, menurut Adriana, aroma Peony tergantung pada jenisnya. 

"Peony bisa mengeluarkan aroma spicy, floral, atau creamy dan gourmand," katanya. Bahkan, kadang aromanya bisa mirip dengan vanila yang sanggup membuatmu merasa lapar sambil membayangkan makanan-makanan manis. Jadi, pastikan Sahabat Fimela tidak membeli parfum dengan notes peony sebelum benar-benar mencium aromanya. Beberapa parfum terkenal yang memiliki aroma peony antara lain Calvin Klein Women, Mugler Standing Star, dan Floral Street Wonderland Peony. 

Plum Blossom

[Fimela] Plum Blossom
Plum Blossom | unsplash.com/@ilumire

Siapa bilang aroma bunga selamanya menciptakan kesan segar dan feminin? Aroma plum blossom misalnya, merupakan sebuah aroma bunga yang manis bercampur dengan fruity floral yang tetap memberikan kesan feminin. 

Chloé Love Story Eau de Toilette dan Burberry Her Blossom merupakan dua parfum yang mungkin Sahabat Fimela bisa pilih ketika menginginkan aroma plum blossom yang sangat kental. 

Orange Blossom

[Fimela] Orange Blossom
Orange Blossom | unsplash.com/@veselavaclavik

Musim gugur identik dengan parfum dengan aroma yang sedikit tajam dan harus long lasting. Karena, udara yang mulai dingin membuat aroma parfum yang cuma sekadar fresh saja berkurang performanya. Terlebih, di udara yang dingin kamu mungkin membutuhkan aroma yang lebih deep dan hangat. 

Tetapi, musim gugur juga kadang membutuhkan aroma yang terkesan fresh namun tetapi mengandung unsur bunga-bungaan. Jika membutuhkan aroma seperti ini, Sahabat Fimela bisa memilih orange blossom yang biasanya memiliki bau bunga putih dengan aroma segar seperti sabun. 

Menurut Adriana, orange blossom note biasanya memiliki aroma sedikit seperti lemon atau jeruk, namun tetap sedikit manis dan greeny. 

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓