Alasan Penuaan Kulit Orang Indonesia Terjadi Lebih Lambat dari Orang Eropa

Vinsensia Dianawanti02 Feb 2020, 14:00 WIB
Perawatan kecantikan untuk penuaan dini.

Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian orang, terutama perempuan, penuaan kulit adalah hal menakutkan dan berakibat pada kurangnya kepercayaan diri. Meski penuaan kulit menjadi proses yang tidak bisa dihindari namun ddpat diperlambat dengan makan makanan sehat, olahraga, serta penggunaan skincare yang tepat.

Kabar baiknya, penuaan kulit pada orang Indonesia ternyata terjadi lebih lambat dibanding orang Eropa dan Amerika. Disampaikan Dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, FINSDV, FAADV, Ketua Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (Perdoski) dalam sebuah acara, ada beberapa faktor yang menyebabkan secara genetik orang Indonesia mengalami penuaan lebih lama.

Yang paling menonjol adalah bahwa lapisan kulit orang Asia, khususnya Indonesia cenderung lebih tebal. Membuatnya lebih tahan banting terhadap polutan penyebab penuaan. Sehingga tidak mudah munculnya kerut.

Munculnya penuaan di kulit orang Asia lebih ke arah flek atau kulit menjadi kusam terlebih dahulu. Kerutan biasanya terjadi belakangan. Sementara, orang Eropa dan Amerika yang cenderung memiliki kulit putih justru akan mengalami kerutan terlebih dahulu.

 

Faktor pendukung lainnya

Ilustrasi penuaan
Ilustrasi penuaan (Foto: unsplash.com/ Anastasiia Tarasova)

Selain itu, orang kulit Asia lebih berwarna. Pigmen yang kaya meningkatkan kemampuan menangkal sinar UV yang merusak kulit. Biasanya orang dengan kulit yang lebih gelap akan lebih tahan banting dengan sinar matahari.

Faktor pendukung berikutnya adalah tentu pola makan. Di mana Indonesia masih memiliki banyak variasi makanan segar yang baik untuk kesehatan kulit. Sementara di Eropa dan Amerika didominasi oleh makanan olahan yang mempercepat terjadinya proses penuaan itu sendiri.

Pola makan yang sehat juga perlu dibarengi dengan tidur cukup. Durasi tidur yang cukup akan membantu kulit meregenerasi dirinya sendiri dengan lebih maksimal.

Simak video berikut ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓