Mengenali Perbedaan Keriput Akibat Penuaan Dini dan Stres

Vinsensia Dianawanti29 Mei 2020, 18:30 WIB
[Fimela] Kerutan

Fimela.com, Jakarta Stres memberikan pengaruh yang buruk pada kondisi kesehatan kulit berupa keriput. Berbeda dengan keriput akibat tanda penuaan, keriput akibat stres agak sulit disamarkan meski menggunakan produk perawatan kulit yang ampuh.

Stres bisa terjadi karena kurang tidur dan kurang berolahraga. Pola makan yang tidak sehat pun juga berkontribusi pada kondisi stres yang berpengaruh pada keriput.

Dalam ranah medis, telomer atau pelindung kromosom yang lebih pendek memiliki hubungan dengan adanya stres kronis dan psikolog. Sehingga membuat seseorang lebih rentan mengalami keriput. 

Secara spesifik, keriput akibat stres muncul di area tertentu. Seperti dahi dan di antara alis. Melansir dari Byrdie pada Jumat (29/5/2020) kerutan yang muncul di kedua area tersebut sering disebut sebagai garis khawatir.

 

Perbedaan keriput akibat stres dan penuaan dini

Kerutan wajah
Ilustrasi kerutan wajah bisa hilang dengan bantuan makeup. (pexels.com/ bruce mars).

Sementara, keriput akibat tanda penuaan terjadi karena penurunan kolagen dan elastin. Di usia 20an, tubuh mulai memproduksi lebih sedikit kolagen. Sehingga ketika menggunakan produk perawatan kulit yang membantu merangsang produksi kolagen, keriput bisa ditunda.

Bagi kamu yang kini berusia di atas 30an tahun, bisa jadi penampilan keriput bukan hanya berkaitan dengan usia. Melainkan juga stres yang semakin memperjelas tampilan keriput.

Untuk mengatasi keriput akibat stres, ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan. Praktisi perawat Lori Friedman merekomendasikan sejumlah kegiatan yang bisa membantu menurunkan kadar stres harian.

 

Cara mengatasi keriput akibat stres

ilustrasi menghindari stres/pexels
ilustrasi menghindari stres/pexels

1. Tetap terhidrasi

Ketika kamu berada di bawah tekanan kronis cenderung lupa untuk mengonsumsi air putih sebanyak mungkin. Lembapkan kulit secara eksternal dengan produk yanng melembapkan dan internal dengan air putih.

2. Mengubah gaya hidup

Pentingnya menjalani gaya hidup sehat secara keseluruhan. Dimulai dengan makan makanan lengkap, membatasi asupan alkohol, dan hindari merkok, hingga menerapkan teknik pernapasan yanng tepat.

3. Tidur berkualitas

Direkomendasikan untuk tetap tidur selama delapan jam. Ini menjadi waktu yang penting untuk tubuh memperbaiki kerusakan pada kulit.

4. Menggunakan tabir surya

Gunakan tabir surya setiap hari dengan SPF 30 terutama di area wajah. Hal ini untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang bisa menambah kerusakan kulit.

5. Merangsang kolagen

Perawatan yang merangsang kolagen dapat membantu mencegah dan menyamarkan garis halus dan kerutan.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓