6 Penyebab Umum Rambut Rontok pada Perempuan

Annissa Wulan04 Jun 2020, 16:00 WIB
[Fimela] rambut

Fimela.com, Jakarta Rambut rontok sebenarnya adalah masalah umum yang dialami oleh hampir semua orang, terutama kaum perempuan. Sebagian besar kerotokan rambut disebabkan oleh banyak rambut baru yang akan tumbuh.

Namun jika rambut rontok lebih daripada biasanya, kamu harus mencari tahu penyebab pastinya. Dilansir dari stylecaster.com, Kamis (4/6/2020), berikut ini adalah beberapa penyebab umum rambut rontok pada perempuan.

1. Genetika

Sebenarnya rambut rontok karena faktor genetika paling banyak dialami oleh kaum pria, terutama di sepanjang garis rambut. Rambut rontok karena faktor genetika semakin cepat dirawat akan semakin baik.

2. Melahirkan

Mungkin banyak perempuan mengalami rambut rontok yang luar biasa banyak setelah melahirkan. Jenis rambut rontok di sini dikenal dengan istilah telogen effluvium dan dapat terjadi selama beberapa bulan setelah seorang perempuan melahirkan.

 

 

3. Menggunakan kontrasepsi

ilustrasi rambut/unsplash
ilustrasi rambut/unsplash

Mengontrol kelahiran atau menggunakan kontrasepsi juga bisa menyebabkan masalah rambut rontok. Ini juga bentuk lain dari telogen effluvium yang biasanya bersifat sementara.

4. Kekurangan nutrisi

Secara umum, kekurangan zat besi, seng, vitamin B3, dan protein dikaitkan dengan kerontokan rambut. Untuk mengatasi masalah kekurangan gizi seperti ini, lakukan pembicaraan dengan dokter atau ahlinya.

5. Obat

Menyisir Rambut Sebelum Mandi
Ilustrasi Menyisir Rambut Credit: freepik.com

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan masalah rambut rontok yang kronis, terutama obat-obatan untuk mengelola tekanan darah tinggi, kanker, radang sendi, dan depresi. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahlinya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Psoriasis kulit kepala

Kulit kepala yang meradang atau gatal juga dapat menyebabkan rambut rontok. Ketombe adalah penyebab rambut rontok yang paling mudah diobati dengan produk yang dijual bebas, namun beberapa kondisi lainnya harus dikonsultasikan dengan ahlinya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓