Jenis Milia yang Harus Diketahui, untuk Menghindari Risiko Pada Kulit

Kezia Prasetya Christvidya03 Jun 2020, 10:35 WIB
milia-kezo

Fimela.com, Jakarta Milia merupakan benjolan kecil yang memiliki warna putih. Milia merupakan kista kecil yang sering muncul di pipi, hidung dan area mata.

Milia dibagi menjadi beberapa jenis, yang muncul berdasarkan usia, dan penyebab lainnya yang menimbulkan milia di tempat tertentu. Ada 2 kategori milia yaitu primer dan sekunder. Milia primer timbul langsung dari keratin yang ada di bawah kulit. Sedangkan milia primer biasa ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa.

Milia sekunder muncul karena adanya penyumbatan saluran permukaan kulit, akibat cedera pada kulit, terbakar atau melepuh. Berikut jenis-jenis milia yang harus diketahui, untuk menghindari resiko pada kulit, yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

Penyebab Milia

ilustrasi penyebab milia/pixabay
ilustrasi penyebab milia/pixabay

Milia yang terjadi pada bayi dan anak-anak, sering dibilang karena hormon orang tua, padahal milia disebabkan karena kelenjar keringat belum berkembang dengan baik.

Sedangkan milia yang terjadi pada orang dewasa, muncul ketika sel kulit mati terperangkat di bawah kulit, dan bisa disebabkan karena penuaan dini.

Selain itu milia juga disebabkan karena kerusakan pada kulit karena luka bakar, bekas luka, terpapar sinar matahari dan penggunaan krim steroid dalam jangka yang panjang.

 

Neonatal

ilustrasi milia neonatal/pexels
ilustrasi milia neonatal/pexels

Neonatal adalah jenis milia yang biasanya muncul pada bayi. Kondisi ini hampir terjadi pada 50% bayi di dunia. Milia adalah hal normal yang terjadi pada bayi.

Jenis milia neonatal ini muncul di area hidung, pipi, kulit kepala hingga area mata.

Milia yang muncul pada bayi hanya sedikit, tetapi jenis milia neonatal ini juga muncul dalam jumlah banyak, di kulit bayi dan tubuh bayi bagian atas.

Primer

ilustrasi milia primer/pexels
ilustrasi milia primer/pexels

Milia primer adalah jenis milia yang muncul pada bayi maupun dewasa. Milia jenis primer, biasanya timbul langsung dari keratin yang ada di bawah kulit.

Milia primer muncul secara berkelompok pada bagian kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin.

Milia Sekunder

ilustrasi milia sekunder/pexels
ilustrasi milia sekunder/pexels

Milia sekunder adalah jenis milia yang bisa muncul pada orang dewasa atau bayi. Milia sekunder hampir mirip dengan milia primer, dan muncul secara berkelompok di area kulit wajah.

Milia sekunder adalah jenis milia yang biasanya muncul di dekat luka, seperti luka bakar, atau ruam pada kulit.

Milia sekunder bisa muncul juga karena iritasi kulit, akibat menggunakan krim kulit jenis kortikosteroid, dan radiasi sinar matahari.

En Plaque

ilustrasi en plaque milia/pexels
ilustrasi en plaque milia/pexels

En plaque adalah jenis milia kecil yang langka. Jenis yang satu ini biasanya muncul dan menggumpal di area kulit wajah, yang memiliki sel kulit mati.

Selain pada kulit wajah, milia jenis en plaque juga muncul di belakang telinga, pada kelopak mata dan bagian rahang.

Resiko Milia

ilustrasi resiko milia/pexels
ilustrasi resiko milia/pexels

Milia memiliki banyak faktor resiko seperti karena tidak membersihkan kulit, sering terpapar sinar matahari, dan juga luka pada kulit.

Resiko munculnya milia, juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki jerawat dan komedo, dan bisa menambah benjolan berwarna putih di kulit wajah.

Resiko memiliki milia, bisa hilang selama berbulan-bulan, bahkan hingga setahun lebih baru hilang.

Milia yang merupakan kista kecil, berada dibawah lapisan atas kulit, dan tidak di dalam pori-pori sehingga hilangnya sangat lama beda dengan jerawat atau komedo.

 

Lanjutkan Membaca ↓