Koleksi Parfum Terbaru Marc Jacobs Ceritakan Soal Penerimaan Diri

Vinsensia Dianawanti14 Agu 2020, 15:00 WIB
Koleksi Parfum Terbaru Marc Jacobs Ceritakan Soal Penerimaan Diri

Fimela.com, Jakarta Tidak semua orang mampu menerima dirinya apa adanya. Ada kalanya seseorang tidak tampil percaya diri dan kehilangan motivasi. Namun desainer sekelas Marc Jacobs memiliki ritual sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi.

Marc Jacobs mengaplikasikan parfum sebagai sebuah ritual untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mendapatkan motivasi untuk dirinya. Baginya, ini menjadi cara yang luar biasa untuk mengekspresikan diri sendiri.

Sering menggunakan parfum, Marc Jacobs akhirnya membuat parfum sendiri yang disebut Perfect. Di balik nama Perfect, tersimpan pesan optimisme dan penerimaan diri dari Marc Jacobs.

"Semua dimulai dengan nama untuk parfum sekitar dua tahun lalu. Saya berpikir untuk menamainya Perfect. Kemudian mulai menceritakan tentang apa artinya nama tersebut bagi saya," ungkap Marc Jacobs.

 

Berawal dari tato

Nama Perfect tentu tidak muncul begitu saja. Desainer sekaligus pemilik merek kecantikan itu telah memilih nama Perfect dari tato yang ia miliki selama 15 tahun. Baginya, kata Perfect menjadi sebuah pengingat dan tidak selalu berarti kesempurnaan karena semua orang tidak akan mencapai titik itu dengan pasti. Namun ia memiliki versi kesempurnaannya sendiri dengan menerima diri apa adanya.

Cerita soal penerimaan diri tidak berhenti pada nama dan aroma yang dipilih. Melainkan juga botol kemasan yang digunakan. Botol kaca elegan dengan tepi melengkung, dilengkapi dengan tutup yang mirip topi seperti busana Monopoli. Terdapat eleman sepatu hak tinggi, kartu domino, dan bintang yang menunjukkan ekletik dan anggun, seperti ciri khas Marc Jacobs.

 

Aroma universal yang lembut

 
 
 
View this post on Instagram

Crisp. Colorful. Introducing our new fragrance, PERFECT MARC JACOBS. Shop now at @Sephora #MJPerfect​ #PerfectAsIAm

A post shared by Marc Jacobs Fragrances (@marcjacobsfragrances) on

Parfum pink ini memiliki aroma yang cukup karismatik. Dibuka dengan daffodil dan aroma rhubarb yang memberi jalan pada aroma dasar susu almond, cedar, dan cashmeran. Aroma yang sedikit lebih canggih daripada bunga buah pada umumnya.

Meski dikemas dengan nuansa pinky, Marc Jacobs tidak melihat gender sebagai batasan untuk menggunakan parfumnya. Ia membenci stereotip parfum hanya ditujukan bagi perempuan. Ia tidak ingin memberi pilihan apa yang tepat dibuat untuk perempuan atau laki-laki.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓