4 Cara Menghilangkan Milia di Wajah Menurut Dermatologist dan Ahli Kecantikan

Novi Nadya18 Sep 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 18 Sep 2020, 10:00 WIB
ilustrasi cara mengatasi milia secara alami/Yuriy Maksymiv/shutterstock

Fimela.com, Jakarta Milia adalah kista yang sangat kecil terletak di bawah permukaan kulit seperti dijelaskan Medical News Today. Banyak orang menyamakannya dengan jerawat atau salah mengira sebagai komedo putih, terutama saat muncul di area kulit seperti pipi atau dahi.

Namun milia bukanlah jerawat yang bisa dipencet untuk diletuskan (ini sangat tidak disarankan, termasuk untuk jerawat) karena terdiri dari protein yang disebut keratin. Keratin erupakan lapisan terluar kulit yang dapat menumpuk seiring waktu dan menyebabkan benjolan.

"Milia terjadi saat sel-sel kulit tidak berganti cukup cepat dan penumpukan keratin-protein di kulit mengeras serta terperangkap," ujar Founder Just Ageless Body Sculpting & Beauty Lab NYC Jeannel Astarita melansir dari byrdie. 

Selain itu, milia juga bisa terbentuk saat kulit kering mati di permukaan tersangkut di bawahnya. Saat sel kulit mati menggumpal, makan akan dapat terperangkap di bawah permukaan kulit, membentuk kista kecil dan keras. 

"Benjolan ini tidak menyakitkan, juga tidak menyebabkan jaringan parut permanen. Namun tetap dapat menyebabkan iritasi, terutama saat muncul di sekitar mata yang menjadi tempat umum munculnya milia di wajah," timpal Dermatologist Dr. Dendy Engelman.

1. Menggunakan perawatan eksfoliasi

ilustrasi cara mengatasi milia secara alami/aslysun/shutterstock
ilustrasi cara mengatasi milia secara alami/aslysun/shutterstock

Berikut tips dari dokter kulit dan ahli kecantikan untuk mengobati milia yang bisa kita coba;

Jika belum ingin mendapatkan treatment profesional untuk menghilangkan milia, para ahli menyarankan untuk mengambil langkah sederhana. Yaitu dengan menambahkan perawatan eksfoliasi rutin pada rutinitas kecantikan kulit mingguan atau dua mingguan, tergantung seberapa sensitif kulit kita.

"Eksfoliasi untuk mencegah milia mungkin dapat dilakukan agar keratin dan kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan akan ikut terangkat," ujar Astarita.

 

 

2. Memakai krim untuk melindungi dari sinar matahari

Selain eskfoliasi, melakukan smart skincare di bawah matahari juga dapat mencegah pembentukan milia di wajah. Untuk melindunginya, gunakanlah SPF setiap hari bahkan di saat hari mendung atau berada di dalam ruangan.

"Kerusakan akibat sinar matahari dapat menjadi faktor penyebab milia karena membuat kulit menjadi kasar sehingga sulit bagi sel-sel mati untuk naik ke permukaan dan terlepas secara normal. Penyumbatan yang dihasilkan dapat memicu pembentukan milia kecuali jika membuka pori-pori," lanjut Dr. Engelman.

 

 

3. Mencoba madu manuka

Jika mencari cara alami untuk mengatasi milia, madu manuka bisa jadi solusi yang tepat. Karena memiliki sifat anti-mikroba, madu manuka dapat membantu mengurangi peradangan yang terkadang menyebabkan milia. Carilah perawatan kulit yang mengandung madu asli atau masker DIY dengan madu manuka mentah asli.

 

4. Jika semua gagal, temui dokter kulit untuk ekstraksi

 

Bagi sebagian orang, milia akan dapat bertahan lama jika dibiarkan namun bagi yang lain akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Namun, jika kamu ingin menghilangkannya lebih cepat, cobalah mengekstrak milia dengan bantuan dokter kulit atau ahli kecantikan berlisensi. 

"Seorang dokter kulit dapat mengeluarkannya langsung dengan menggunakan jarum atau alat ekstraktor komedo. Prosedur ini cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit dan juga sembuh dengan singkat bagi kebanyakan orang," ujar Dr. Engelman.

Begitu juga dengan Astarita yang mengatakan kadang-kadang milia tumbuh menjadi kelompok yang membutuhkan perawatan pelapisan ulang laser atau serangkaian pengelupasan kimiawi untuk menekan tombol reset pada kulit.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

Lanjutkan Membaca ↓