Diary Fimela: Dari Kebab, Kini Nilamsari Luncurkan Produk Skincare untuk Pemberdayaan Perempuan

Anisha Saktian Putri24 Mar 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2021, 18:00 WIB
Produk skincare ZUZU/dok. ZUZU

Fimela.com, Jakarta Kebab Baba Rafi tentu sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, Nilamsari pun sosok di balik brand makanan dengan ciri khas kuning pada kemasannya.

Setelah kurang lebih 17 tahun membesarkan nama kebab Baba Rafi, kini Nilamsari pun mencoba peruntungan di industri kecantikan. Dengan tujuan yang mulia yaitu tidak hanya membuat wajah sehat dan bercahaya, melainkan dapat membuka lapangan kerja untuk  meningkatkan kualitas hidup para perempuan.

"Situasi pandemi memang tidak menentu, pekerja banyak yang di PHK, tidak ada penghasilan. Melihat situasi tersebut akhirnya bikin bisnis yang mengarah ke online skincare. Jadi dapat menaikkan jumlah entrepreneur di Indonesia yang muncul sebagai pengusaha-pengusaha baru di sektor online, khususnya perempuan," ujar Nilamsari saat dihubungi Fimela.com.

Dari pemikiran tersebutlah, akhirnya Nilamsari bersama keempat rekannya pada Agustus 2020 meluncurkan brand skincare yang diberi nama ZUZU. Menurutnya, bisnis skincare adalah salah satu bisnis yang bisa bertahan, bahkan terus meningkat di masa pandemi.

"Kebetulan teman punya pabrik untuk skincare di Yogyakarta, saya juga invest tapi yang pasif aja. Saya lihat pertumbuhan bisnis skincare ini ngga masuk akal, pertumbuhannya selalu meningkat. Mulailah ngobrol-ngobrol untuk bikin produk skincare yang dijual fokusnya online," paparnya.

Ibu dari tiga anak ini mengatakan jika ZUZU mengusung konsep konsep we’re not aiming to change your body. Our goal is to make you comfortable with your own body. Making you love yourself unconditionally. Making products that love you wholeheartedly. Di mana skincare digunakan untuk merawat, bukan mengubah.

"Banyak skincare yang menawarkan kulit menjadi putih atau mirip seseorang. ZUZU is all about empowerment, mimpi kami adalah untuk bisa mengempower masyarakat Indonesia, perempuan pada khususnya. Sebab kulit sehat bukan menjadi oranglain,” tambah Nilam.

Setelah melalui trial and error selama kurang lebih satu tahun, ZUZU pun memiliki produk andalan seperti ZUZU Acne Kit yang terdiri dari toner, facial wash, krim malam dan krim pagi, yang dikhususkan untuk yang memiliki permasalahan jerawat.

Adapula Zuzu Brightening kit yang terdiri dari, toner, facial wash, krim malam dan krim pagi, yang cocok untuk mencerahkan wajah. Lalu ada pula tiga serum yang disesuaikan dengan permasalahan kulit, seperti serum brightening, acne, dan drakspot.

Nilamsari menjelaskan, kandungan skincare ini menggunakan 100 persen bahan alami dari Indonesia. Dari Yam bean, Aloevera, Hyaluronic acid, Licorice dan Honey extract untuk melembapkan kulit. Niacinamide, Vitamin C, Barley Extract, Cherry Blossom Extract untuk mencerahkan. Dan Cucumber extract untuk menenangkan kulit. Semua adalah extract based jadi tidak lengket dan ringan ketika digunakan. Sangat cocok dengan keadaan iklim di Indonesia yang tropis, kulit sensitif dan ibu hamil.

"Satu tahun itu kita gunakan untuk benar-benar mencari formula yang alami dan aman untuk kulit. Dicoba pada 50 orang, dan 95 persen cocok karena teksturenya yang ringan. Lalu mempersiapkan target marketnya, marketingnya. Walau sudah ada yang menggunakan bahan-bahan alami, tapi ZUZU  menggunakan ekstrak bahan alami dengan kualitas nomer satu, jadi sangat ringat dan cocok untuk kondisi kulit apapun. Ada da tim risetnya sendiri," paparnya.

Perbedaan bisnis kuliner dan kecantikan

Produk ZUZU Beauty Care/dok. ZUZU
Produk ZUZU Beauty Care/dok. ZUZU

Saat memutuskan untuk terjun di dunia bisnis kecantikan, tentu Nilamsari pun merasakan perbedaan dari bisnis sebelumnya. Jika dahulu berkutat dengan daging dan tortila, kini ia harus mempelajari kembali kandungan-kandungan yang ada pada bisnis skincare miliknya.

Walau modalnya lebih besar dibanding bisnis kuliner, Nilamsari merasa bisnis kecantikan lebih ringan. Selain dibantu bersama rekannya, ia mengaku bisnis skincare lebih mudah karena skincare memiliki ketahan yang cukup lama.

"Sebenernya bisnis skincare lebih ringan karena masa ketahanannya bisa sampai 2 tahun, sedangkan makanan mudah kadaluarsa. Semua bahan bakunya harus segar. Kebab butuh gerobak, sewa tempat, karyawan. Dan kalo kebab kan memang berjalan sendiri, skincare ini lebih ringan karena kolaborasi saman teman juga," ungkap Nilamsari.

Pabrik yang kini menjadi tempat membuat skincare pun berawal dari rumah dua lantai, berjalannya waktu menjadi pabrik.

Tak hanya mencari untung, ZUZU turut membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia

Rangkain serum dari ZUZU/dok. ZUZU
Rangkain serum dari ZUZU/dok. ZUZU

Nilamsari mengatakan, ZUZU membuka peluang bagi perempuan yang ingin menambah penghasilan dengan menjadi distributor, agen, atau reseller. Ketika menjadi rekanan ZUZU, sahabat Fimela akan diberikan pendampangingan, seperti akan diajarkan bagaimana bisnis online, materi penjualan, sistem penjualan, hingga diajarkan laporan keuangan.

"Kita benar-benar memberikan pendampingan bagi mereka yang ingin menjadi distributor, agen, atau reseller. Sebenarnya sama saja sistemnya, kalau kebab namanya franchise, kalo skincare reseller atau distributor," ujarnya.

Nilam juga mengatakan, ZUZU merupakan skincare yang bisa digunakan untuk usia 15 hingga 35 tahun. Dengan kemasan yang playful penuh warna, dihiasi gambar-gambar yang mewakiliki sifat perempuan.

"Kemasan sendiri menggambarkan sifat perempuan, dari feminim hingga sporty. Jadi pesan kemasan tersebut, perempuan memiliki jati diri masing-masing, tidak semua sama. Kedepannya kami akan bekerjasama dengan kementerian dengan menggaet model-model disabilitas atau permodalan bisnis untuk imigran," tutupnya.

 

 

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓