Waspadai Tanda-Tanda Eksfoliasi Berlebihan, Kulit Kering Hingga Bersisik

Fimela Editor16 Mei 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 12:00 WIB
Hidrasi kulit wajah

Fimela.com, Jakarta Eksfoliasi atau pengelupasan merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit. Prosedur ini berguna untuk mengangkat sel kulit mati sebagai penyebab kulit kusam dan berjerawat. Baik itu eksfoliasi kimiawi maupun fisik, keduanya bagus untuk menghilangkan sel kulit mati, menjaga kelembapan, membuat kulit terhidrasi, hingga memperbaiki tekstur kulit.

“Kondisi kulit yang lembap dan bersih dapat membuat semua produk dan bahan perawatan kulit lainnya menyerap lebih baik,” ujar Shari Marchbein, ahli dermatologi berbasis di New York.

Meski kaya akan mafaat, melakukan eksfoliasi secara berlebihan justru dapat merusak lapisan pelindung kulit. “Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan retakan kecil pada lapisan teratas kulit yang menyebabkan hilangnya kelembapan alami kulit sehingga menimbulkan iritasi.” tutur Ahli dermatologi, Joshua Zeichner.

Lantas, bagaimana cara eksfoliasi yang tepat?

 

Cara eksfoliasi yang tepat

Eksfoliasi Kulit dengan Scrub Biji Kopi
Eksfoliasi Kulit dengan Scrub Biji Kopi/copyright shutterstock

Pertama, waspadai bila timbul kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal. Bila itu yang terjadi, Maka kamu telah melakukkan eksfoliasi secara berlebihan.

"Bila kamu merasa sensansi perih ketika membasuh wajah atau ketika mengoleskan produk perawatan kulit, bisa jadi itu akibat dari eksfoliasi berlebihan," ujar Mona Gohara, ahli dematologi di Connecticut.

Melanie Palm, dokter kulit bersertifikat di San Diego turut menjelaskan bahwa efek jangka pendek dari eksfoliasi berlebihan adalah timbulnya kemerahan, gatal, nyeri, dan bercak seperti eksim.

 "Pada pasien yang sangat sensitif, terlalu banyak pengelupasan kulit bahkan dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah permukaan kulit menjadi rusak," tambah Palm.

 Kondisi ini menjadi semakin memburuk jika kamu tidak segera memberinya  pelembap dengan baik. Eksfoliasi yang berlebihan juga mengharuskan pengaplikasian tabir surya baik pada wajah maupun badan, karena sinar UV dapat memperparah kondisi kulit yang teriritasi akibat eksfoliasi berlebihan.

"Karena kulit membutuhkan bahan penghalang untuk melindungi dan memperhitungkan sensitivitas yang meningkat yang disebabkan oleh eksfoliasi," kata Marchbein.

 

Seberapa sering harus melakukan eksfoliasi?

 Manusia kehilangan sekitar 500 juta sel kulit setiap hari, yang berarti kulit mati dapat menumpuk dengan cukup cepat. Bagi kamu yang memiliki tipe kulit berminyak dan kombinasi, , ahli dermatologi Elena Duque menyarankan untuk melakukan eksfoliasi dua hingga tiga kali seminggu.

 Kamu bisa menggunakan eksfoliasi kimiawi maupun fisik. Ekfoliasi kimiawi dengan kandungan beta hydroxy acid (BHA) ini sangat bagus untuk menembus pori-pori tanpa mempengaruhi produksi minyak, sedangkan ekfoliasi fisik Dapat menghilangkan penumpukan kulit mati ekstra.

 Sementara untuk kamu yang memiliki tipe kulit kering dan sensitif, menyarankan untuk melakukan eksfoliasi hanya dalam satu atau dua kali seminggu.

“Eksfoliator terbaik untuk kamu dengan tipe kulit kering dan sensitif adalah eksfoliasi kimiawi dengan kandungan asam glikolat,” katanya. "Mereka aman dan mengandung bahan pelembab." sambung Elena.

 

Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓