Tips Mengatasi Jerawat Punggung dan Bekasnya

Annissa Wulan19 Mei 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2021, 18:00 WIB
Tips Mengatasi Jerawat Punggung dan Bekasnya

Fimela.com, Jakarta Lebih dari 50% orang dengan kulit berjerawat juga memiliki jerawat punggung, bahu, dan dada. Jerawat punggung adalah masalah yang cukup umum.

Tenang saja, ada sejumlah cara untuk mengatasi masalah jerawat punggung. Jerawat, baik di wajah atau tubuh disebabkan oleh kombinasi minyak, bakteri, dan kulit mati yang menyumbat pori-pori.

Jerawat punggung terkadang diperburuk oleh keringat juga, seperti dilansir dari purewow.com. Tidak ada satu solusi yang akan cocok untuk semua orang, karena setiap orang berbeda.

Secara umum, mengenakan pakaian olahraga longgar yang terbuat dari katun atau kain anti keringat dapat membantu mengurangi paparan keringat berlebih pada kulit. Selain itu, mencuci pakaian olahraga setiap setelah pemakaian, mencuci seprai dan sarung bantal setiap minggu juga dapat membantu mengurangi jumlah sel kulit mati dan bakteri yang bersentuhan dengan kulit, menyebabkan jerawat punggung.

Penting juga untuk membersihkan dan merawat kulit secara teratur dan lembut, karena terlalu abrasif dengan rutinitas perawatan kulit dapat memperburuk jerawat. Pengaturan waktu juga penting, pastikan kamu segera mandi setelah olahraga, agar keringat tidak menempel terlalu lama di kulit.

 

Tips mengatasi jerawat punggung dan bekasnya

Tips Mengatasi Jerawat Punggung dan Bekasnya
Simak di sini beberapa tips mengatasi jerawat punggun dan bekasnya.

Benzoyl peroxide yang merupakan anti mikroba dan anti inflamasi adalah pilihan bagus untuk mengatasi jerawat sesekali pada tubuh. Selain itu, kamu juga bisa mencoba asam salisilat setelah mandi.

Untuk menghindari munculnya jerawat punggung, kurangi iritasi dengan menghindari apapun yang bergesekan dengan punggung, seperti sikat tubuh, loofas yang menggores, bahkan tas punggung. Jangan memencet jerawat, karena ini hanya akan memperburuk jerawat dan menyebabkan hiperpigmentasi.

Ada banyak faktor berbeda yang bisa menyebabkan hiperpigmentasi, termasuk peradangan, hormon, polusi, matahari, dan genetika. Temui dokter kulit untuk rangkaian perawatan pengelupasan kimiawi ringan sebulan sekali atau mikrodermabrasi untuk meringankan pigmentasi yang tersisa.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 29 JULI 2021