5 Penyebab Beruntusan di Dagu dan Cara Mengatasinya

Kezia Prasetya Christvidya30 Nov 2021, 11:57 WIB
Diperbarui 30 Nov 2021, 12:03 WIB
skincare-kezo

Fimela.com, Jakarta Beruntusan di dagu adalah masalah kulit yang sering muncul di wajah. Kondisi wajah ini, bisa membuat area kulit wajah menjadi tidak rata dan teksturnya kasar. Beruntusan yang muncul di dagu ini, biasanya mengumpul di satu titik atau area dan menyebabkan peradangan di area tersebut.

Biasanya beruntusan muncul di area dahi, hidung dan dagu, karena area ini memiliki produksi minyak yang tinggi daripada area kulit wajah yang lainnya. Tetapi beruntusan juga bisa muncul di pipi, punggung atau leher.

Pada umumnya, beruntusan ini disebabkan karena produksi kulit wajah yang berlebih, lalu menyebabkan pori-pori tersumbat. Namun ada juga yang mengalami reaksi alergi dan memicu munculnya beruntusan. Berikut penyebab beruntusan di dagu dan cara mengatasinya, dilansir dari Liputan6.com:

Penyebab Beruntusan di Dagu

jerawat-kezo
ilustrasi jerawat/New Africa/shutterstock

1. Pori-Pori Tersumbat

Penyebab beruntusan di dagu yang pertama adalah karena pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, debu dan kotoran. Jika pori-pori tersumbat, maka kulit wajah akan berkomedo dan memicu munculnya beruntusan di wajah. Kondisi ini sering kali dialami oleh seseorang yang jarang membersihkan wajah, dan sedang mengalami perubahan hormon.

2. Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris atau kulit ayam adalah kondisi kulit yang bisa menyebabkan beruntusan di dagu. Biasanya kondisi ini ditandai dengan tekstur kulit yang tidak rata, munculnya gatal di kulit dan terdapat benjolan kecil tanpa nanah. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya penumpukan keratin atau protein rambut yang berlebihan, dan biasanya muncul di area lengan atas, paha, pipi atau pantat.

Penyumbatan pori-pori karena keratin rambut ini, bisa menghalangi pertumbuhan folikel rambut yang sedang tumbuh. Sehingga beruntusan di dagu ini membentuk benjolan kecil yang bergerombol di area pertumbuhan rambut.

3. Milia

Penyebab beruntusan di dagu yang selanjutnya adalah milia. Milia terbentuk kaena adanya keratin atau protein kulit, yang tertahan di dalam lapisan kulit, sehingga membentuk benjolan berwarna kuning atau putih, yang tidak menyebabkan rasa gatal atau sakit. Beruntusan yang disebabkan karena milia ini, bisa dialami di kulit bayi maupun pada kulit dewasa, yang muncul di area wajah, kelopak mata, dan area pipi.

Penyebab Beruntusan di Dagu yang Selanjutnya

jerawat-kezo
ilustrasi jerawat/pexels

4. Biduran atau Alergi

Beruntusan di dagu bisa disebabkan karena kulit mengalami reaksi alergi atau biduran. Saat mengalami kondisi ini, kulit wajah akan muncul benjolan berwarna merah, terasa gatal-gatal, perih dan ada sensasi terbakar. Biduran ini bisa muncul di lengan, tangan, jari tangan, tungkai, kaki, dan jari kaki.

5. Rosacea

Penyebab beruntusan di dagu yang terakhir adalah rosacea. Kondisi ini menyebabkan kemerahan di wajah disertai dengan benjolan yang muncul di area dahi, pipi, hidung dan dagu. Kulit wajah yang terkena rosacea ini, biasanya disebabkan karena terlalu sering mengonsumsi makanan pedas, minum kafein dan kulit terkena infeksi jamur.

Cara Mengatasi Beruntusan di Dagu

skincare-kezo
ilustrasi jerawat/BR Photo Addicted/shutterstock

Tak perlu khawatir jika memiliki kondisi kulit wajah yang beruntusan di dagu. Karena beruntusan di dagu bisa diatasi menggunakan beberapa cara dengan mudah. Cara pertama, yaitu harus rutin membersihkan kulit wajah menggunakan sabun muka, yang berfungsi untuk mengontrol produksi minyak. Sabuk muka juga bisa membersihkan wajah dari debu dan kotoran yang menempel di lapisan kulit.

Kamu juga bisa menggunakan toner yang mengandung bahan aktif seperti AHA dan BHA, karena bisa membersihkan pori-pori yang tersumbat dan mengangkat komedo. Gunakan juga krim dan obat totol jerawat, untuk mempercepat penyembuhan beruntusan di dagu.

Selain melakukan perawatan wajah, usahakan untuk melakukan pola hidup yang lebih baik, seperti menghindari makanan yang berlemak, rutin melakukan olahraga, mengonsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan harian, mengonsumsi makanan bergizi, dan tidak begadang.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela