7 Penyebab Bibir Kering dan Pecah-Pecah Beserta Cara Mengatasinya secara Alami

Imelda Rahma28 Sep 2021, 14:19 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 14:40 WIB
Ilustrasi Bibir Kering

Fimela.com, Jakarta Memiliki bibir kering bisa menyebabkan penampilan kurang menarik. Karena lapisan kulit pada bibir mengelupas, yang membuat lipstik jadi susah menempel di bibir.

Kondisi ini bisa disebabkan karena berbagai macam faktor, seperti sering bernapas melalui mulut, jarang membersihkan lipstik dengan benar, kurang mengonsumsi air putih, sering terpapar sinar matahari, menggigit bibir, memiliki alergi dan lain sebagainya.

Ada banyak penyebab bibir kering dan pecah-pecah. Penyebab bibir kering dan pecah-pecah bisa menjadi pertanda beberapa hal, termasuk dehidrasi, alergi, atau kekurangan vitamin. Mengetahui penyebab bibir kering dan pecah-pecah bisa mempermudah cara mengatasinya.

Untuk itu, berikut Fimela.com akan mengulas 7 penyebab bibir kering dan pecah-pecah beserta cara mengatasinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi
Ilustrasi Dehidrasi Credit: pexels.com/Daria

Bibir, mulut, dan mata yang kering adalah tanda-tanda dehidrasi. Ini adalah saat tubuh tidak memiliki jumlah cairan yang cukup. Banyak orang tidak cukup minum air. Dehidrasi juga bisa terjadi karena muntah, diare, berkeringat hebat, dan sakit.

Dehidrasi membuat tubuh lebih sulit untuk berfungsi dengan baik. Untuk menghindari dehidrasi, dianjurkan minum delapan hingga dua belas gelas air sehari. Dehidrasi mengganggu keseimbangan mineral alami dalam tubuh yang bisa memperburuk kondisi kulit.

Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari
Ilustrasi Paparan Sinar Matahari Credit: pexels.com/Kim

Paparan sinar matahari dan angin, dapat menjadi penyebab bibir kering dan pecah-pecah menyakitkan. Kulit bibir tipis dan halus, sehingga udara musim dingin yang kering dan paparan sinar matahari dapat dengan mudah merusaknya.

Paparan jangka panjang menyebabkan bibir menjadi kaku dan kering, menyebabkan retak atau pecah. Lapisi bibir dengan lip balm pelindung untuk mencegah kerusakan akibat sinar matahari. Gunakan masker saat berada di tempat yang kering atau dingin.

Cheilitis aktinik adalah istilah yang diberikan untuk bibir pecah-pecah kronis yang berkembang sebagai akibat kerusakan akibat sinar matahari. Ini adalah kondisi prakanker yang biasanya memengaruhi bibir bawah.  

Terkena Aergi

Terkena Aergi
Ilustrasi Terkena Alergi Credit: pexels.com/Mart

Reaksi alergi terhadap lipstik, pasta gigi, pelembab, dan benda apa pun yang diaplikasikan pada bibir atau sekitarnya dapat menjadi penyebab bibir kering dan pecah-pecah. Gejala lain dapat berupa kekeringan parah, iritasi dan gatal-gatal, atau ruam seperti eksim akut pada bibir.

Jika mengalami masalah bibir setelah menggunakan produk bibir baru, hentikan penggunaan dan lihat apakah kondisi membaik. Seseorang juga bisa alergi terhadap makanan tertentu. Kondisi ini dapat menjadi berkelanjutan jika masalah yang menyebabkan alergi tidak teridentifikasi dan diperbaiki.

Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin
Ilustrasi Bibir Credit: pexels.com/Shevts

Vitamin B2, atau riboflavin, diperlukan untuk hal-hal seperti fungsi sel, metabolisme lemak, dan mempertahankan kadar normal asam homocysteine dalam darah. Karena vitamin B juga berkontribusi pada kulit yang sehat, kekurangan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti jerawat, bibir pecah-pecah, kekeringan, dan ruam.

Kadar seng dan zat besi yang rendah juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, terutama di sudut mulut. Makan banyak makanan kaya vitamin B2 seperti telur dan daging tanpa lemak.

Terlalu Banyak Vitamin A

Terlalu banyak vitamin A
Ilustrasi Suplemen Credit: pexels.com/Castorly

Sebaliknya, bibir kering bisa berarti tubuh terlalu banyak mengonsumsi vitamin A. Keracunan vitamin A dapat terjadi jika mengonsumsi terlalu banyak suplemen. Jika tubuh memiliki terlalu banyak vitamin A dalam sistem, kulit dan bibir dapat mulai mengelupas dan pecah.

Jenis hipervitaminosis A akut dan kronis dapat menyebabkan sakit kepala dan ruam. Berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen vitamin A karena sebagian besar harus berasal dari makanan.

Kebiasaan Menjilat Bibir

Menjilat Bibir
Ilustrasi Menjilat Bibir Credit: pexels.com/Shiny

Sayangnya, kelegaan menjilat bibir tak selalu baik. Air liur menguap dengan cepat. Zat dalam air liur akan mengeringkan kulit dengan menjilatinya berlebihan. Menjilat bibir juga dapat meningkatkan produksi ragi.

Bibir pecah-pecah dapat berarti memproduksi terlalu banyak ragi. Ragi ini dapat tumbuh dengan hangat, air liur lembab dihasilkan dari menjilati bibir.

Ketika bibir kering, kulit di bibir bisa kencang dan retak. Jadi ketimbang membasahi bibir dengan jilatan air liur, sebaiknya minum air putih atau oleskan pelembap agar kondisi bibir kering dan pecah-pecah tidak semakin parah.

Efek Mengonsumsi Makanan Tertentu

Efek Mengonsumsi Makanan Tertentu
Ilustrasi Mengonsumsi Makanan Credit: pexels.com/Andrea

Penyebab bibir kering bisa dipengaruhi makanan asin dan pedas. Makanan yang mengandung garam di dalamnya bisa mengiritasi lapisan kulit bibir dan bahkan bisa menyebabkan peradangan.

Hal yang sama juga berlaku pada makanan pedas. Sebaiknya hindari kedua jenis makanan ini dan mulai memperbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk menyeimbangkan pH dalam tubuh.

Cara Mengatasi Bibir Kering secara Alami

Cara Mengatasi Bibir Kering
Ilustrasi Cara Mengatasi Bibir Kering Credit: pexels.com/Adonyi

Lidah Buaya

Lidah buaya bisa diterapkan sebagai cara mengobati bibir yang mengelupas. Hal ini disebabkan karena lidah buaya memiliki sifat melembapkan. Termasuk tinggi antioksidan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bibir kering.

Ada pula sifat antiinflamasi pada lidah buaya yang bisa mendinginkan kulit rusak karena pecah-pecah dan perih. Jadi, coba terapkan lidah buaya pada bibir secara perlahan untuk bisa mengobati bibir mengelupas.

Madu

Madu dikenal memiliki sifat alami menyembuhkan dan melembapkan. Tak heran jika madu juga bisa diterapkan sebagai cara mengobati bibir yang mengelupas. Bahkan rasa manis yang dimilikinya juga akan terasa menenangkan. Termasuk tak hanya melembutkan kulit kering, tetapi juga mencegah infeksi bibir pecah-pecah dan mengelupas.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa dikenal memiliki antioksidan cukup tinggi. Khasiat ini dipercaya bisa dijadikan cara mengobati bibir yang mengelupas. Termasuk jika sudah terjadi luka, minyak kelapa bisa menutup luka di bibir secara alami.

Air Putih

Air putih sebaiknya lebih banyak dikonsumsi ketika bibir sedang mengelupas. Cara mengobati bibir yang mengelupas ini terbilang ampuh karena dehidrasi bisa diatasi. Penuhi kebutuhan cairan tubuh sesegera mungkin. Tujuannya agar kelembapan bibir alami segera kembali dan masalah bibir kering hingga mengelupas bisa teratasi.

Mentimun

Mentimun memiliki sifat mendinginkan yang nyaman dijadikan masker kulit kering, bahkan bukan hanya bibir. Vitamin dan antioksidannya yang tinggi sangat baik mengembalikan kelembapan kulit bibir. Maka dari itu, mentimun merupakan salah satu bahan alami yang dapat diandalkan sebagai cara mengobati bibir yang mengelupas.

Teh Hijau

Teh hijau dikenal cukup tinggi antioksidan. Teh hijau ternyata juga bisa dijadikan masker alami sebagai cara mengobati bibir yang mengelupas. Kandungan polifenolnya mengurangi inflamasi dan membantu melembutkan kulit yang kering.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela