Memahami Dampak Polusi Udara pada Kulit

Annissa Wulan15 Des 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 15 Des 2021, 10:30 WIB
Memahami Dampak Polusi Udara pada Kulit

Fimela.com, Jakarta Ada banyak hal yang harus kamu hindari untuk menjaga kulit tetap sehat, seperti paparan sinar matahari yang berlebihan, gula, stres, cahaya biru dari gadget. Tapi sebenarnya ada hal lain yang sebaiknya kamu pahami, yaitu polusi udara.

Polusi udara bisa memberikan dampak signifikan pada kulit, seperti dilansir dari byrdie.com. Polusi udara adalah istilah umum untuk asap hitam dari cerobong, udara berkabut yang menutupi langit, tapi ada yang lebih konkret dan spesifik.

EPA telah mengidentifikasi 6 polutan sebagai kriteria polutan udara karena mengaturnya dengan mengembangkan pedoman berbasis sains untuk menetapkan tingkat yang diizinkan. Enam polutan ini adalah karbon monoksida, timbal, nitrogen oksida, ozon di permukaan tanah, polusi partikel, dan sulfur oksida.

Ada juga hidrokarbon poliaromatik udara, beberapa di antaranya hadir dalam asap rokok. Sementara polusi udara paling sering dikaitkan dengan lingkungan luar, polutan udara juga bisa hadir di dalam ruangan, yang berasal dari produk rumah tangga, bahan bakar untuk memasak, bahkan lilin yang menyata.

 

 

Simak di sini dampak buruk polusi udara pada kulit

Memahami Dampak Polusi Udara pada Kulit
Simak di sini dampak buruk polusi udara pada kulit.

Polusi udara merusak kulit, karena kulit adalah penghalang hal-hal di luar dengan semua organ internal tubuh. Saat polusi bersentuhan dengan kulit, polusi tidak hanya di permukaan, polutan dapat menyusup ke lapisaan epidermis yang lebih dalam, menyebabkan masalah seperti hidrasi kulit yang memburruk, pori-pori tersumbat, kulit kusam, dan tanda-tanda penuaan dini karena hilangnya elastisitas.

Lebih khusus, ozon tidak bisa menembus kulit, tapi menyebabkan kerusakan dengan menipisnya antioksidan dan menyebabkan pembentukan spesies oksigen reaktif, memicu peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis polutan lain, seperti partikel, menembus kulit secara langsung, di mana mereka memiliki efek yang sama dan memperburuk segalanya, mulai dari jerawat, eksim, hingga bintik hitam.

Polusi udara yang terhirup juga bisa merusak kulit melalui pengiriman lewat darah. Jauh lebih mudah untuk mencegah, daripada membatalkan atau memperbaiki kerusakan kulit akibat polusi udara.

Microneedling, frekuensi radio, laser fraksinasi bisa membantu membalikkan tanda-tanda penuaan kulit yang disebabkan oleh paparan polusi, termasuk kulit kusam, perubahan warna, dan garis halus. Kulit memiliki sistem pertahanan antioksidan alami.

Simak di sini dampak buruk polusi udara pada kulit.

Memahami Dampak Polusi Udara pada Kulit
Simak di sini dampak buruk polusi udara pada kulit.

Antioksidan menetralkan dan menstabilkan spesies oksigen bebas reaktif yang merusak dan telah terbukti berkontribusi tidak hanya untuk mencegah, tapi juga membalikkan beberapa aspek kerusakan ekstrinsik lingkungan. Semua antioksidan sangat bagus untuk kulit, tapi tertentu cenderung lebih efektif melawan polusi secara khusus daripada yang lain.

Ekstrak gingko telah terbukti efektif melawan jenis radikal bebas dalam polusi otomotif, seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan ozon. Selain itu, ada vitamin C dan E yang juga merupakan antioksidan efektif bagi kulit.

Polusi udara bisa merusak kulit dalam banyak cara berbeda dan memperburuk kondisi, seperti jerawat hingga eksim dan tanda-tanda penuaan. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela