Diary Fimela: Cerita Lip Serum Viral Jiera Lawan Pelecehan Seksual

Novi Nadya19 Des 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 19 Des 2021, 16:48 WIB
Lip serum Jiera

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tidak senang saat video review produk milik sendiri viral di media sosial. Namun hal berbeda dirasakan salah seorang Founder jenama lip serum Jiera Enggar Banyu Biru. Saat itu, Enggar membuat review produk lip serumnya di TikTok yang mendapati lebih dari sejuta views. Tapi respons yang lebih banyak didapat justru verbal sexual harrasment.

"Contohnya kayak mau, dong ngerasain dulu bibir plumpy-nya, padahal review lip serum ya normal aja enggak ada yang mengundang tapi 70 persen komentarnya sexual harrasment. Waktu dapat komen seperti itu, langsung delete comment," cerita Enggar yang menjabat sebagai Chief Product Officer Jiera pada Fimela.com belum lama ini. 

Awalnya Enggar takut dan merasa terintimidasi mendapati komentar yang menjurus pada kekerasan seksual. Namun dua rekan bisnis Enggar yaitu Muhammad Raafi (Chief Marketing Officer) dan Teuku Mayoga (CEO Jiera) menginisiasi untuk mengekspos isu pelecehan seksual menjadi bentuk kampanye Jiera bertajuk #Itsokay.

"Ternyata bukan hanya aku sendiri yang mendapati komentar seperti itu, para key opinion leader (KOL) Jiera juga banyak mengalami hal sama. Lalu Raafi dan Yoga menginisiasi untuk dibuat gede sekalian jadi campaign sebagai edukasi dan bikin pelaku jera," lanjut Enggar. 

Kampanye #ItsOkay Jiera akan menjadi permanen sebagai wadah edukasi para korban untuk berani speak-up dan melaporkan tindak kekerasan seksual yang dialaminya. Jiera juga menggandeng Human Intiative dengan merilis produk edisi terbatas, yang hasil penjualannya akan disumbangkan 10 persen untuk kepentingan yang berhubungan dengan korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Kampanye Bulanan = Strategi Penjualan

Founder Lip Serum Jiera
Teuku Mayoga (CEO Jiera) Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Muhammad Raafi selaku Chief Marketing Officer Jiera

Selain kampanye #Itsokay, produk lipcare yang baru dirilis pada Januari 2021 ini juga memulai bisnisnya dengan kesadaran akan menjaga lingkungan. Lewat kampanye #darihulu, Jiera memastikan jika pengemasan produk harus lebih bertanggung jawab. 

Apalagi bisnis yang dimulai di masa pandemi ini kebanjiran order sejak bulan kedua dirilis. Dalam dua bulan pertama, Jiera bisa mengirimkan produknya sebanyak 5.000 pieces.

"Dari riset LIPI, pembelian online saat pandemi meningkat sampai 6 kali. Jadi kami bikin campaign #darihulu dengan mengganti bubble wrap jadi honeycomb dan polymers plastic jadi cassava plastic," lanjut Enggar.

Kampanye #darihulu dan #Itsokay sendiri menjadi 2 campaign 'abadi' Jiera sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau coorporate social responsibility. Di luar itu, Jiera memiliki kampanye bulanan yang selalu dinantikan para pelanggan. 

"Seperti kampanye 'challenge 14 hari' memakai produk Jiera yang sekaligus menjawab keluhan bibir kering. Kami mengedukasi jika bibir kering setelah memakai itu normal karena memang fungsi awal Jiera untuk mengelupas kulit mati agar mengembalikan pigmen warna alami serta melembapkan," sambung Enggar.

Seperti arti kata Jiera sendiri yaitu sehat dan cantik, lip serum ini berfungsi untuk menutrisi, melembapkan, dan mengembalikan warna alami pigmen bibir.

"Bukan memerahkan bibir tapi memerahkan ke pigmen warna alami. Karena memang lip serum kami natural dari ekstrak saffron, macadamia, olive oil, dan malic acid," jelas Enggar lagi.

Berawal dari Permasalahan Pribadi

Jiera Lip Serum
Teuku Mayoga (CEO Jiera) Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Muhammad Raafi selaku Chief Marketing Officer Jiera

Produk lip serum Jiera sendiri rupanya berawal dari permasalahan personal Enggar. Ia memiliki bibir sensitif yang sering berdarah dan mengelupas sendiri. Namun saat rutin mengonsumsi saffron, termasuk diaplikasikan pada bibir, ia merasakan sendiri khasiatnya.

"Jadi pengin bikin skincare dari saffron karena aku punya masalah bibir sering berdarah. Langsung aku riset ingredient, rapat sapa pabrik, sampling, sampai akhirnya produk ini bisa viral," kenangnya.

Enggar mengatakan jika mereka bertiga tidak punya ekspektasi tinggi di awal penjualan. Namun tiba-tiba video promosi viral dan bisa terjual 3.000 pieces dalam sehari.

"Produksi awal 1.000 pieces biar laku kejual dulu. Ternyata langsung laku dari awal. Dan banyak banget yang ikutan pre order, saat kampanye #challenge14hari bisa terjual 3.000 piece sehari," ujarnya.

Sebagai produk baru, Enggar meyakini jika kampanye menjadi bagian penting dari strategi penjualan. Karena banyak banget manfaat yang bisa didapat, mulai dari mendekatkan diri dengan konsumen, selalu mengikuti tren, dan selalu diingat orang. 

Kini, Enggar, Raafi, dan Yoga memiliki 20 orang tim yang berhasil membuat produknya lulus kurasi salah satu eCommerce untuk memasuki bursa penjualan internasional. Kini Jiera hadir di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina.   

#ElevateWomen 

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela