Sukses

Beauty

6 Mitos Soal Sunscreen yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Fimela.com, Jakarta Sunscreen menjadi produk terakhir yang diaplikasikan pada rutinitas skincare di pagi hari. Fungsinya, dapat melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar matahari yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit. Mulai dari hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit.

Menurut dr. Claudia Christin, Medical Innovation Expert BeautyHaul, setiap orang harus mengaplikasikan sunscreen dengan SPF minimal 15+ dan perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam sekali. Sayangnya, masih banyak orang yang masih sering terjebak persepsi yang salah soal sunscreen.

“Saat ini pilihan merk dan tipe sunscreen di pasaran semakin banyak dan hal ini dapat menimbulkan rasa bingung bagi banyak orang. Untuk memudahkan, BeautyHaul menyarankan kamu untuk mengenali jenis kulit terlebih dahulu. Untuk kulit berminyak, kamu dapat menggunakan sunscreen gel yang berbahan dasar air (water-based). Sedangkan untuk kulit kering, disarankan untuk memilih sunscreen lotion dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Bagi kulit sensitif, dapat memakai sunscreen yang bebas pewangi (fragrance-free) dan non-comedogenic untuk mencegah penyumbatan pori-pori,” jelas dr. Claudia Christin.

dr. Claudia Christin pun menyebut masyarakat masih suka terjebak dengan lima mitos sunscreen berikut ini.

 

1. Sunscreen cukup dioleskan sekali selama seharian

Banyak orang yang mengira bahwa menggunakan sunscreen satu kali sudah cukup untuk melindungi kulit dari sinar UV seharian penuh. Namun faktanya, seberapapun tingginya tingkat SPF yang sunscreen kita miliki, perlindungan tersebut akan memudar fungsinya dalam dua jam.

Maka dr. Claudia menyarankan kita untuk re-apply sunscreen setiap dua jam agar kulit tetap terlindungi. Dalam pengaplikasian ulang tersebut, kita dapat memilih sunscreen berbentuk spray atau stick yang lebih praktis dan meminimalisir lunturnya riasan wajah yang telah kita gunakan.

 

2. Sunscreen tahan air sehingga tidak perlu re-apply setelah mandi

Walaupun sebuah sunscreen memiliki klaim tahan air, nyatanya ketika kita mandi, berenang, mencuci muka, maupun mengambil air wudhu, perlindungan sunscreen tetap dapat luntur dan menipis. Oleh karena itu, dianjurkan agar kita mengaplikasikan sunscreen kembali ke kulit setelah selesai berenang atau mandi.

 

3. Kita hanya butuh sedikit sunscreen

Seringkali kita berpikir bahwa sejumput sunscreen sudah cukup karena terasa telah melapisi seluruh bagian wajah kita. Terkait hal ini, dr. Claudia menjelaskan bahwa faktanya untuk melindungi wajah dan leher, dibutuhkan setidaknya 0,04 ons sunscreen. Jumlah ini setara dengan panjangnya jari telunjuk dan jari tengah tangan kita untuk perlindungan maksimal agar kulit terhindar dari efek negatif sinar UV.

 

4. Makeup sudah mengandung sunscreen, maka wajahku telah terlindungi

Beberapa produk makeup seperti foundation atau tinted moisturizer telah dilengkapi dengan SPF dan hal ini memang telah memberikan sedikit perlindungan untuk kulit wajah. Namun, sebenarnya proteksi yang diberikan belum maksimal sehingga kita tetap perlu mengaplikasikan sunscreen tradisional dengan jumlah yang dianjurkan sehingga kulit tetap terjaga dari radiasi sinar matahari.

 

5. Tidak perlu menggunakan sunscreen di dalam ruangan

Masih banyak orang yang beranggapan jika kita seharian berada di dalam ruangan atau ketika cuaca sedang mendung, artinya kita tidak memerlukan perlindungan dari sinar matahari.

Padahal nyatanya, paparan sinar UV tetap dapat menembus berbagai material, terutama jika kita bekerja di area yang dikelilingi oleh jendela. Maka, kamu harus menggunakan sunscreen setiap hari walaupun hanya beraktivitas indoor.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading