Deteksi Penyebab Jerawat Berdasarkan Area Munculnya

Annissa Wulan30 Nov 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 30 Nov 2022, 14:00 WIB
Deteksi Penyebab Jerawat Berdasarkan Area Munculnya

Fimela.com, Jakarta Area di mana kulit muncul jerawat bisa mengungkapkan banyak hal, seperti gaya hidupmu. Setiap area wajah bisa muncul jerawat karena alasan yang berbeda, baik karena diet, produk rambut, atau produk perawatan kecantikan yang kamu gunakan.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah cara mendeteksi penyebab jerawat berdasarkan area kemunculannya. Penasaran?

1. Jika muncul jerawat di dagu

Pada perempuan, jerawat di dagu bisa sangat hormonal. Ini berarti bahwa seminggu sebelum menstruasi, ketika kadar hormon meningkat, kelenjar minyak atau sebaceous membesar dan bisa menyebabkan jerawat batu yang dalam.

Jerawat di rahang bawah juga berkaitan dengan perilaku umum yang mungkin tidak kamu sadari. Sambil duduk, orang sering mengistirahatkan dagu di tangan, tidak hanya bakteri yang menempel pada kulit, tapi tekanan dan kompresi yang berasal dari aktivitas tersebut membuat lebih banyak penyumbatan kelenjar minyak, yang akhirnya menyebabkan munculnya jerawat.

 

 

2. Jika muncul jerawat di dahi

Deteksi Penyebab Jerawat Berdasarkan Area Munculnya
Ilustrasi Kulit Wajah Berjerawat Credit: pexels.com/pixabay

Pastikan produk rambut hanya menempel di helai rambut. Salah satu faktor terbesar yang bisa dimodifikasi adalah memastikan produk perawatan rambut, seperti hairspray, sampo kering, dan gel tidak menyemprot ke dahi.

Hati-hati juga terhadap topi dan helm. Panas dan gesekan yang disebabkan oleh pemakaian topi menghalangi folkikel rambut, yang bisa menyebabkan jerawat.

3. Jika muncul jerawat di hidung

Bakteri yang bertanggung jawab atas jerawat, yang disebut Propionibacterium acnes, tumbuh subur di zona T, menyebabkan peradangan. Hindari memakai riasan di bawah masker, terutama di hidung, jika bagian ini rentan jerawat.

4. Jika muncul jerawat di pipi

Deteksi Penyebab Jerawat Berdasarkan Area Munculnya
Ilustrasi Kulit Berjerawat Credit: pexels.com/pixabay

Hindari makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti gula halus, nasi putih, dan roti. Pipi bisa menjadi tempat umum kista jerawat, terutama pipi bagian bawah.

Makanan tinggi indeks glikemik bisa menyebabkan gula darah naik lebih tinggi dan cepat, menyebabkan kadar insulin deregulasi dan peradangan di seluruh tubuh. Peradangan terkait dengan produksi dan oksidasi sebum di folikel rambut, yang berkontribusi pada munculnya jerawat.

5. Jika muncul jerawat di alis

Area di alis cenderung tersumbat jika wax diterapkan. Wilayah ini kaya akan kelenjar sebaceous, sehingga rentan terhadap komedo hitam dan putih.

Konsentrasi kelenjar minyak yang tinggi di alis berarti bahwa setiap waxing atau pencabutan cenderung mengiritasi area tersebut. Jika jerawat hanya terlokalisasi di alis, mungkin kamu mengalami pertumbuhan yang berlebihan dari pityrosporum, ragi yang bisa meniru jerawat dengan menyebabkan peradangan pada folikel rambut.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela