Cerita Cinta, Zee Zee Shahab - Prabu Revolusi

Syaiful Bahri08 Okt 2016, 12:00 WIB
Diperbarui 08 Okt 2016, 12:00 WIB
[Bintang] Zee Zee Shahab dan Prabu Revolusi

Fimela.com, Jakarta Zee Zee Shahab pertema bertemu dengan Prabu Revolusi di sebuah stasiun televisi. Saat itu Prabu sebagai produser, sedangkan Zee pengisi acaranya. Pertemuan berlanjut ke media sosial kemudian melalui Blackberry Messenger (BBM).

"Dia invite BB aku, tapi enggak langsung aku approve sampai lima hari tuh. Akhirnya, aku approve, lalu ngobrol," kata perempuan kelahiran Jakarta, 31 Maret 1988, saat berbincang dengan Bintang.com di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2016).

Enam bulan mereka merajut cinta hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Mereka merasa saling cocok, meski mereka berbeda latar belakang. Prabu jurnalis, sedangkan Zee artis.

Zee Zee Shahab (Adrian Putra/bintang.com)

"Mas Prabu melamar dan langsung disetujui orang tua. Karena waktu itu, umur 23 sudah waktunya menikah. Jadi, mama dan abahku udah pasrah dan ini emang jodohnya. Perbedaan umur aku dengan Mas Prabu itu sampai 8 tahun," ujar perempuan berdarah Arab-Betawi itu.

Hari itu Jumat, bertepatan dengan tanggal cantik, 11 November 2011 (11-11-2011), Prabu melamar Zee. Tak lama berselang, mereka menggelar pernikahan di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan. 

Zee Zee Shahab (Adrian Putra/bintang.com)

"Ya, karena pakai adat Arab gitu, ijab kabulnya pakai bahasa Arab. Dia hafalin tiap hari, khutbah nikah juga dalem banget. Saat itu masih ada almarhum Uje, Adhyaksa Dault. Jadi, memang momen menikah itu haru, syukur, sedih, bahagia. Alhamdulillah lancar lafalnya, dia bukan keturunan Arab, tapi lancar banget," papar Zee.

Prabu dan Zee sendiri sempat meneteskan air mata saat pernikahan itu. Bagi Zee, perjalanan mereka menikah tak mudah. Mereka beda adat, Zee berdarah Arab, sedangkan Prabu dari Sunda.

"Ya, untuk keluar dari tradisi kan bukan suatu hal yang mudah buat aku, ketika akhirnya berjodoh, itu momen terindah dalam hidup," jelas Zee.

Zee Zee Shahab dan Prabu Revolusi (Instagram/@praburevolusi) 

Tak hanya saat pacaran, Prabu terbilang sosok yang romantis, sedangkan Zee justru sebaliknya. Karena basicnya jurnalis, Prabu selalu melakukan riset terlebih dahulu apa yang disukai Zee jika ingin memberi surprise. Salah satunya, saat Zee hamil tiga bulan.

"Aku hamil waktu itu lagi tiga bulan, ulang tahun, aku ngidam pengen ke museum. Itu ke museum sejarah, nah aku suka dengan hal-hal yang berbau sejarah. Mas Prabu ternyata siapin surprise itu di Museum Sejarah, yang notabene konsepnya pemakaman, gitu. Jadi, itu dia tau bangat tentang aku dengan mencari tau apa yang aku suka," ungkap pemeran Kirana dalam film Ada Surga di Rumahmu.

Menyenangkan Suami

Berbeda dengan Prabu, Zee punya cara berbeda untuk menyenangkan suaminya itu. Ia berusaha menghidangkan masakan untuk Prabu. Biasanya, Prabu yang masak.

"Dia suka bikin menu-menu baru, kebetulan juga kita punya restoran di mana Mas Prabu juga jadi chef-nya. Aku berusaha untuk bisa masak, untuk menyenangkan, dan menurut dia itu romantis, tapi menurut aku itu sulit, lho," ujar anak pasangan dari Mustafa Kamil Shahab dan Eva Khadijah Alhasani itu.

Sebagai pasangan suami istri, percekcokan selalu terjadi. Begitu juga dengan Zee dan Prabu. Namun, percekcokan itu hanya pada hal-hal kecil. Zee mencontohkan, ia paling tak suka jika perlengkapannya  dipakai Prabu.

"Salah satunya, aku enggak suka perlengkapan aku tuh dipakai, mas Prabu kan laki banget, dia tuh apa yang ada didepannya ya dipakai. Handuk, misalnya, aku enggak bisa kan. Dia bilang ya bareng-bareng gitu pakenya. Punya aku, punya dia juga, ya hal hal seperti itu juga bikin berantem lucu. Ya, lucu aja, sih," kata Zee tersenyum.

Kebahagiaan rumah tangga Zee dan Prabu makin bertambah saat Zee dinyatakan positif hamil. Satu hal yang sangat diingat Zee saat ia hamil muda.  Saat itu ingin sekali makan buah kecapi dan ciremai. Prabu kelabakan juga, maklum di Jakarta sulit sekali untuk mencari buah tersebut.

Zee Zee Shahab (Adrian Putra/bintang.com)

Tapi Prabu pantang menyerah untuk mendapatkan buah itu. Ia mencari informasi dari media sosial, termasuk Twitter. Jika ada orang yang punya kecapi satu kilogram, ia akan memberi imbalan.

"Pokoknya, itu haru juga sih, tapi pas buahnya udah dateng, aku cuma makan dua aja. Itulah ibu hamil. Tapi aku gak manjain diri ketika aku hamil, kan ada yang bilang kalau pas hamil manja, nanti anaknya jadi manja," kata Zee tertawa.

Jelang proses persalinan, Prabu sempat bolos kerja. Lelaki kelahiran Bandung, 16 Juni 1980 itu dengan setia mendampingi istri tercintanya hingga proses persalinan selesai. Setelah lama menanti, karunia terindah pun hadir. Zee melahirkan bayi laki-laki pada 9 Agustus 2012. Mereka menyematkan nama Fauzi Khaleef. 

"Aku lihat dia (Prabu) seperti bergetar, nangis, haru. Allahu akbar," cap Zee. 

Anak dan Tesis

Dalam perjalanan waktu, Zee rupanya mendapat hidayah dengan memutuskan mengenakan hijab. Kejadian itu pada bulan puasa tiga tahun lalu saat Zee sedang salat Ashar. Prabu  sempat meneteskan air mata melihat Zee berhijab. 

"Setelah berhijab  lebih tenang, lebih nyaman, dan reaksi keluarga waktu itu suami nangis karena dia nggak nyangka bakal  secepat itu," jelas Zee. "Di keluargaku mayoritas berhijab. Bisa dibilang aku paling telat sadar. Mama aku nangis. Senang, anak pertama pakai hijab. Karena adik-adik aku udah pakai hijab duluan," lanjut Zee.

Zee Zee Shahab (Adrian Putra/bintang.com)

Kini, kesibukan Zee dan Prabu  makin bertambah. Selain mengurus anak, bisnis restoran, presenter, mereka juga sedang menyelesaikan tesis di sebuah perguruan tinggi. Namun, mereka masih ingin untuk menambah momongan.

"Pengen, Insya Allah. Namun, kondisinya saat ini aku kerja. Aku juga lagi ambil S2, Mas Prabu juga lagi ambil S2. Lagi ngurus bisnis bareng-bareng," tutur Zee.

Selain mengaji, Zee dan Prabu juga selalu membiasakan putranya berbahasa Inggris, bahkan Prabu malah menggunakan bahasa Prancis. Dengan begitu, Fauzi akan segera menirukan ucapan orang tuanya itu.

Zee Zee Shahab dan Prabu Revolusi  bersama anak (Instagram/@zeezeeshahab)

Sebagai istri, Zee tak punya keinginan yang muluk. Punya sosok suami yang mengerti Zee apa adanya. Hal itu yang membuatnya sudah sangat bahagia.

"Kalau bahas ini tidak ada alasan buat aku mengeluh. Kehidupan aku yang sekarang diberikan yang terbaik. Anak, keluarga mendukung karier,  termasuk mama, papa, adikku. Jadi,  tidak ada alasan untuk mengeluh, harus banyak bersyukur," kata Zee.  "Daddy, maaf ya kalau aku jarang nangis, kalau aku resee, kalau aku gengsi, kalau aku egois. Aku mau jadi istri dan bidadari-bidadari surga," tandas Zee Zee Shahab terisak.

 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela