3 Alasan Drakor Yumi's Cell adalah Tontonan Tepat untuk Melepas Lelah

Lanny Kusuma13 Okt 2021, 18:24 WIB
Diperbarui 13 Okt 2021, 22:08 WIB
Yumi's Cell

Fimela.com, Jakarta Drama Korea terbaru Yumi’s Cells yang tayang eksklusif di iQiyi ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Serial yang dibintangi Kim Go Eun ini berkisah tentang Yumi dan sel-sel di otaknya dalam menjalani kehidupan sebagai wanita 32 tahun di Korea. 

Akibat patah hati, sel cinta Yumi mengalami koma hingga membuatnya tak bisa jatuh cinta lagi sampai ia bertemu Goo Woong (Ahn Bo Hyun), seorang developer game. Kehadiran Goo Woong perlahan menyembuhkan sel cinta Yumi dan membuatnya bisa jatuh cinta lagi.

Serial Yumi's Cell tak hanya menghadirkan kisah yang manis, dan berikut ini adalah alasan lain mengapa Anda tak boleh melewatkannya.

Menggabungkan live action dengan animasi

Yumi's Cell
Yumi's Cell (Foto: iQiyi)

Sebagai drama Korea pertama yang menggabungkan live action dengan animasi, Yumi’s Cells memberikan pengalaman menonton baru yang unik dan menyenangkan. Transisi antara adegan-adegan live action dan animasi di Yumi’s Cells juga dibuat sangat smooth, yang membuktikan tontonan ini  dikemas dengan cerita yang tepat dapat dinikmati oleh orang dewasa, bukan hanya anak-anak. 

Belajar psikologi Manusia dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti

Yumi's Cell
Yumi's Cell (Foto: iQiyi)

Lewat drama Korea Yumi’s Cells, penonton juga diajak untuk memahami kerja sel-sel otak manusia dengan cara yang seru dan mudah dicerna. Salah satu contohnya adalah di scene ketika Yumi sedang kehilangan semangat namun harus berpura-pura tertawa. 

Sebagai manusia biasa, ada kalanya kita tiba-tiba merasa bad mood dan malas berinteraksi dengan orang lain, tapi sayangnya kita berada di tempat umum seperti kantor, atau sekolah. Di situasi-situasi seperti ini, ada Sel Pura-Pura, yang akan membantu kita menunjukkan fake smile supaya tidak membawa suasana buruk bagi orang di sekitar kita.

Selain itu, ada juga adegan di mana Yumi merasa kelaparan. Dengan antena makanan di kepalanya, Sel Lapar yang bertanggung jawab atas nafsu makan Yumi akan muncul pada jam-jam tertentu dan berlarian sambil menangis. Jika Yumi tidak segera makan, maka Sel Lapar akan semakin membesar dan menakuti sel lainnya bak raksasa.

Jika Sel Lapar sudah berkeliaran, Yumi tidak bisa berpikir jernih ketika bekerja. Jika tidak segera diberi makan, Sel Lapar akan mengeluarkan terompet yang membuat perut Yumi berbunyi. Hal ini tentunya juga sering terjadi di kehidupan nyata, dimana ketika lapar kita tidak bisa fokus mengerjakan sesuatu.

Healing di akhir pekan

Yumi's Cell
Yumi's Cell (Foto: iQiyi)

Setelah melewati weekdays yang membuat penat, tentunya kita semua ingin refreshing di hari libur. Alur cerita Yumi’s Cells yang ringan dan menampilkan cerita tentang hubungan yang sehat dengan adegan-adegan dan karakter-karakter yang sangat relatable, berhasil mengocok perut sekaligus membuat penonton baper di setiap episodenya.

Drama Korea Yumi’s Cells dapat disaksikan melalui di iQiyi setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 21:50 WIB.

 
Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela