Famestory Rossa, Kejutan di 25 Tahun Berkarya dan Kisah Persahabatan dengan Sang Putra

Lanny Kusuma17 Mei 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 10:00 WIB
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

Fimela.com, Jakarta Rossa, penyanyi kenamaan Indonesia ini akan merayakan karier musiknya yang sudah berjalan selama 25 tahun. Di perayaan perak kariernya, Rossa pun menyiapkan rangkaian kejutan untuk para penggemar setianya.

Bicara soal kariernya, Rossa mengaku tak punya impian pasti yang ingin diraih. Produktif dan menjalani berbagai hal dengan suka cita diyakini Rossa menjadi kunci suksesya menjajaki puncak karier.

"Aku nggak pernah punya mimpi sih dari awal sampai sekarang. Aku nyanyi karena aku senang aja, aku senang nyanyi aku senang manggung, aku senang bikin lagu dan kebetulan cukup produktif di industri musik," kata Rossa kepada FIMELA.

Dalam hal berkarya Rossa pun tak memaksakan diri dan memasang target tinggi, bisa menghadirkan sesuatu yang menyenangkan dan disukai banyak orang, menjadi satu hal yang membuatnya semangat dalam berkarya.

"Aku semangat karena nggak dipikirin, misalnya mau keluar album aku harus meraih penghargaan atau banyak penjualan CD ataupun streaming, nggak ada itu di aku. Aku keluarin lagu itu kalau aku suka dengan lagu itu dan menurut aku lagu itu bisa disukai banyak orang," tuturnya.

Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

Dalam berkarier, Rossa pun tak hanya berkarya di dalam negeri. Kesempatan bergabung dengan agensi SM Entertainment asal Korea Selatan pun membuka kesempatan baru untuknya dikenal lebih luas.

"SM itu menyenangkan banget, bos-bos aku baik-baik banget orangnya, teman-teman artis di sana terutama di Super Junior itu baik banget," katanya menceritakan keseruan bekerja dengan SM Entertainment. Rossa pun mengungkap rencana dirinya yang akan merilis single yang akan dirilis di Korea Selatan.

Menjadi salah satu perempuan Indonesia yang sukses di industri musik, Rossa pun tak melepaskan perannya sebagai seorang ibu untuk putra semata wayangnya, Rizky Langit Ramadhan. Pelantun Terlalu Cinta itu pun menyebut hubungannya dengan sang putra seperti sahabat.

Rossa pun bercerita tentang putranya yang banyak memberikan warna dalam hidupnya. Menghadapi remaja yang beranjak dewasa pun bukan hal yang mudah, di mana ada banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk menjadi seorang yang lebih terbuka.

Seperti apa hubungan Rossa dengan putranya yang menjadi remaja populer, bagaimana ia menghadapi stigma negatif dan tetap berdiri tegak hingga saat ini? Simak obrolan lengkap FIMELA bersama Rossa berikut ini.

25 Tahun Berkarya

Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

Tahun 2022 menjadi penanda jejak karier Rossa yang berhasil berdiri selama 25 tahun di industri musik tanah air. Rossa pun menyiapkan perayaan besar dengan menggelar konser di empat kota di Indonesia dan menjanjikan beragam kejutan yang berbeda.

Perayaan seperti apa yang Anda siapkan untuk merayakan 25 tahun berkarya di industri musik tanah air?

Tahun ini adalah tahun ke-25 aku bekerja di industri musik Indonesia dan karena itu aku mau bikin perayaan sedikit. Jadi akan bikin konser di beberapa kota di Indonesia, sampai saat ini mungkin 4 kota dulu tapi mudah-mudahan abis itu bisa ke kota- kota lainnya.

Konser yang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 27 Mei di Istora Senayan, Jakarta dan pastinya ini akan jadi konser yang lumayan besar buat aku. Besar lah ya karena jadi konser pertama yang akan didatangi oleh 5000 orang lebih di pandemi ini.

Dari kemarin-kemarin kan kayak streaming atau kapasitasnya yang nggak terlalu besar 1000 atau 1500 orang, tapi kali ini bakalan lebih dari 5000 orang jadi aku juga cukup deg-degan tapi excited banget gak sabar nyanyiin lagu-lagu aku di 25 tahun.

Hadir di empat kota, apakah konsep konsernya akan sama atau berbeda?

Di empat kota ini kurang lebih sama ya, tapi nggak bisa sama persis karena vanue-nya berbeda-beda dan bintang tamunya berbeda juga. Jadi dari tahun sebelumnya (konser tahun) 2019 bintang tamu aku memang berbeda-beda di setiap kota dan kali ini juga bakalan berbeda.

Hal spesial apa yang akan dihadirkan di perayaan 25 tahun karier?

Ini akan jadi kali pertama buat aku akan menampilkan sesi-sesi yang berbeda. Gimana ya, susah kasih tahunya nanti panggungnya juga beda dari yang sebelum-sebelumnya. Ini lebih modern panggungnya dan lagu-lagu yang dinyanyikan juga di aransemen berbeda dari yang sebelum-sebelumya.

Kemudian ada beberapa nama yang memang belum pernah aku gandeng untuk berkolaborasi, kali ini bakalan manggung bareng juga jadi bintang tamu di konser aku.

Namanya masih rahasia, tapi pasti senang kalo disebutin. Belum bisa dibocorkan, pokoknya ada dua nama cowok baru yang belum pernah aku gandeng untuk berkolaborasi.

Soal single baru Sekali Ini Saja dari lagu Glenn Fredly, bagaimana akhirnya menentukan lagu tersebut sebagai penanda di 25 tahun berkarier?

Ini lucu sih sebetulnya. Waktu itu, tahun lalu aku berpikir untuk nyanyiin lagu Glenn ah, sebagai kenangan dan juga ingin memberikan apresiasi terhadap sahabat aku.

Dia sahabat, dia juga rekan penyanyi yang emang legend ya di industri musik Indonesia, dengan lagu-lagunya yang luar biasa, dengan talentanya dia, dan plus aku besar bersama dia gitu.Artinya kami dari zaman tahun 90an debut, terus jalan bareng main bareng manggung bareng, jadi banyak kenangan indah aja sih sama Glenn. Tahun lalu aku pikir pengin nyanyiin lagu Glenn eh nggak nyangka ternyata lagunya selesai pas di bulan Glenn berpulang. Jadi ini sekalian memperingati juga kepergian Glenn 2 tahun ini.

Menggandeng Andi Rianto, bisa digambarkan keseruan seperti apa yang akan dihadirkan dalam konser?

Belum pernah mas Andi main di konser aku dan kali ini aku membawa arranger aslinya dari lagu-lagu aku ke panggung.

Mas Andi kan orangnya juga milih-milih, selain itu aku memang percaya banget sih. Ke-klopan suara aku dengan aransemennya mas Andi kayak di lagu Sekali ini Saja. mas Andi bisa memberikan nuansa musik yang berbeda dari yang sebelumnya, lagu aslinya, dan itu juga yang membuat suara aku juga lagu ini kayak bukan remake.

Aku baca komentar di YouTube gitu banyak banget orang yang bilang kayak 'ih ini kaya lagu aku pernah denger ya', ya udah pernah dengar lah orang itu lagu terkenal banget gitu. Tapi kadang-kadang mereka lupa kalau itu adalah lagi sekali ini saja yang emang di release di remake lagi gitu. Sangking mungkin musiknya dan cara penyampaian dari akunya yang berbeda gitu.

Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

Momen paling up and down selama berkarier?

Aku tuh Libra ya jadi susah untuk memilih, jujur. Mungkin yang aku ngerasa wow gitu saat aku berhasil gelar konser pertama, karena nggak semua penyanyi punya kesempatan menggelar konser tunggal, nggak semua orang, nggak semua penyanyi bisa sukses konser tunggalnya. Itu di tahun 2008 di mana aku pertama kalinya bikin konser di JCC sama Erwin Gutawa dan Jay Subiakto.

Saat itu merasa kayak 'Ya ampun Ruth Sahanaya dulu begini karena kan favorite banget kan'. Ruth Sahanaya sama Erwin Gutawa dan Jay Subiakto saat itu adalah adalah mimpi aku, keinginan terbesar aku mungkin. Keyakinan terbesar aku kalau punya konser aku harus ada Erwin Gutawa dan Jay Subiakto, itu mungkin ya yang paling aku ingat untuk pertamanya.

Kalau yang the lowest point adalah... Sebetulnya ada beberapa cuma mungkin ada saatnya di mana dari Nada Nada cinta ke Tegar itu aku nggak tahu harus ngapain, dari tim label aku di Prosound dulu kita ngumpulin lagu, tapi kok kayaknya aku ngerasa kayak kurang pas untuk keluarin single yang mana yang bakalan kuat banget, karena Nada-Nada Cinta kan kuat, jadi yang album kedua harusnya lebih bagus lagi kan lagunya. Sampai akhirnya tiga tahun kemudian baru ada lagu Tegar itu pun lagu terakhir yang aku rekam di album kedua dan ternyata memang rezeki aku.

Pernah merasa diremehkan nggak selama berkarier?

Ada sih beberapa momen pastinya, aku juga ada momen yang dianggap 'Ya Rossa palingan cuma 1 lagu doang lah, Nada Nada Cinta doang, habis itu nggak tahu mau keluarin lagu apa'. Bahkan teman-teman waktu itu ada beberapa teman kuliah aku juga yang kayak gitulah, mungkin karena aku anak daerah juga ya, jadi kayak ya siapa sih gue? gitu loh.

Rossa saat ini juga bekerja dengan agensi Korea Selatan, SM Entertainment. Apakah ada perbedaan yang dirasakan?

Ah ada banget, lelah. Mungkin juga salahnya adalah karena begitu aku kontrak eh pandemi jadi kayak nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa terbang ke sana (Korea Selatan) juga, mungkin sekarang-sekarang aku baru bisa terbang, tapi kemarin-kemarin kan kepentok banget dengan PPKM baik di Indonesia maupun di Korea-nya jadi tuh sulit banget buat kita buat merealisasikan.

SM itu menyenangkan banget, karena bos-bos aku baik-baik banget orangnya, teman-teman artis di sana kayak Super Junior itu baik banget, kami sering chat, sering kirim-kiriman, kadang-kadang aku dikirimin kaos-kaos gitu sama mereka. Kadang-kadang kalau mereka ulang tahun aku kirim kue ke sana. Jadi senang sih, kalau jaman dulu kaya sahabat pena ya, kalau sekarang sahabat Instagram namanya.

Tapi sayangnya belum terealisasi aja sih single yang memang di release di sana. Tapi support mereka tuh respect banget, ini aku mau konser mereka kirim ucapan selamat buat konser, terus kemarin pas syuting The Heart To Heart gitu Donghae dari Suju jadi model video clip aku gitu, senang banget.

Perbedaan kultur kerja seperti apa yang dirasakan Rossa?

Beda banget sih, di sana lebih ketat, di sini kita lebih santai. Kalau di sana tuh benar-benar kayak apapun yang kita publish itu pasti harus lewat agensi gitu, harus lewat dari label. Sama ketika aku mau ngeluarin single, aku lapor dulu ke sana, habis dari sana baru kita bisa kerjakan, gitu.

Nah baiknya adalah di Indonesia sendiri aku diberikan kesempatan untuk me-release lagu-lagu Indonesia aku juga itu dengan label sendiri, boleh aku me-realese single tapi aku harus punya label sendiri, jadi gara-gara itulah aku termotivasi untuk bikin inspire. Inspire ini jadinya ada production house juga ada label juga ada management artis juga gitu dan lini bisnisnya nanti akan berkembang lagi.

Menjadi Ibu dan Sahabat

Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

Di puncak kariernya, Rossa pun tak melepasakan perannya sebagai ibu. Putranya yang kini menginjak usia remaja pun telah tumbuh menjadi sahabatnya, bahkan Rizky Langit Ramadan juga menjadi sosok populer di media sosial.

Menjadi seorang ibu dari putra yang tengah populer di media sosial, seperti apa sosok Rizky di mata Anda?

Rizky tuh anaknya pemalu, dia Libra juga sama kaya aku, dia pemalu jadi harus disapa duluan, kalau diajak ngobrol harus diajak ngobrol duluan dan sekarang lagi hobby gambar, dia punya komik yang nantinya mudah-mudahan bisa di publish komiknya.

Rizky anaknya sweet banget, sweet banget, aku bercerita hal yang paling aku sedih pun pertama kali cerita pasti sama Rizky, emaknya lebih cengeng dari anaknya. 'Ya it's okay ibu, it's okay' gitu dia bilang, aduh pacarnya pasti beruntung sih.

Kalau digambarkan, kedekatan kalian seperti apa?

Seperti best friend mungkin ya, lebih banyak aku cerita sama dia sih dari pada dia cerita sama aku sebetulnya, karena dia kadang-kadang suka merahasiakan ceritanya, tapi akhirnya dia tetap cerita. Terus kami senang nyetir berdua, aku nyetir berduaan sama dia, terus joget-joget di mobil, terus dia telfonan sama temennya, aku ikut ngomong. Senang, jadi kayak teman lah benar-benar teman.

Kenakalan Rizky yang terus teringat oleh Rossa?

Dia tuh dulu nggak mau belajar, nilainya tuh jelek banget 30 lah, aku tanya kenapa nilainya segitu, aduh aku tuh dulu galak banget. Aku membaik, Rizky membesar jadi pola asuhnya berubah, yang tadinya lebih keras sekarang lebih santai, diajak ngobrol dan akhirnya memang sekarang-sekarang dia jadi mikir, yang perlu nilai bagus tuh dia, jadinya belajar sekolah nggak pernah disuruh-suruh dan diatur lagi.

Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)
Famestory Rossa (Foto: Bambang E. Ros/Fimela.com)

 

Bagaimana Rossa membangun kedekatan dengan anak?

Caranya adalah dengan main terus sih sama dia dan membolehkan teman-temannya  main ke rumah dengan santai. Aku juga pernah beberapa kali makan ramai-ramai gitu sama temen-temennya dia, ngobrol berbagi rahasianya Rizky. Seru lah pokoknya, ya aku anggap teman aja.

Momen apa yang membuat Anda mikir Rizky sudah semakin dewasa?

Di moment tiba-tiba dia ingin menempel-nempelkan stiker di mobil. Dia tiba-tiba lagi senang mobil dan dia udah bilang 'bu aku mau belajar (nyetir) mobil', 'oh yaudah nanti ya ada waktunya belajar nyetir mobil', tapi memang nggak boleh nyetir di jalan karena kan belum punya sim.

Terus tiba-tiba 'Ibu boleh nggak aku pasang stiker di mobil?' Aku pikir stikernya apa gitu, terus pas tadi subuh diliatin gede banget stikernya di mobil, terus aku kayak 'Aduh kenapa gini? Kakak nggak mau apa punya mobil sendiri aja?'. Jadi kebayang kalau aku jalan-jalan nyetir sendiri mau beli apa ya gitu, terus orang kayak ngeliatin stiker mobil aku, duh malu gitu, tapi ya gimana ya yaudah lah diemin aja suka-sukanya dia. Tulisan Jepang gitu lah, sedih.

Apakah Rizky sudah mulai suka lawan jenis?

Dari dulu udah kayak 'Aku sukanya sama ini sama ini' gitu. Aku bahkan sempat nemenin dia mau ketemu sama perempuan yang dia suka. Waktu itu di Malang kalau nggak salah, kami lagi liburan keluarga, aku habis konser di Surabaya jadi semua mama, papa aku ada juga. Kami ke Malang terus liburan, kebetulan cewek yang si Rizky suka tuh ada di Malang juga, lagi liburan juga sama keluarganya.

Aku ingat banget moment di mana 'bu please bu temenin aku, dia lagi ada di Jatim Park gitu'. Aku berdua sama dia nyari itu cewek, nyari temennya Rizky itu, janjiannya masuk wahana aku harus nungguin sampai dia keluar gitu. Terus aku duduk di restoran dan semua orang tuh 'Eh teh Oca foto dong'. Aduh gitu, tapi senang aja sih nemenin dia, karena waktu itu aku juga penasaran kayak gimana sih.

Berarti Rizky seterbuka itu sama Anda?

Iyah, tapi nggak tahu sih selain itu.

Rossa merasa berhasil menjadi seorang ibu saat?

Nggak tahu sih, aku seorang ibu pastinya berharap banyak buat anaknya, tapi yang paling pasti banyak doa saja, karena nggak ada yang bisa jamin, kita hebat mungkin itu juga malah jadi beban buat anak, kita nggak hebat juga mungkin beban juga buat anak. Jadi yang paling pasti minta sama Allah, supaya Rizky diberikan yang terbaik, jalan hidupnya lebih baik dari pada aku, Aamiin.

Pesan untuk sahabat FIMELA, yang menjadi ibu dan bekerja di luar?

Buat sahabat FIMELA yang menjadi ibu juga kerja, kita juga harus kuat ya, kuatkan hati, kadang-kadang kalau ninggalin anak di rumah tuh ada sedih-sedihnya, tapi ingat yang kita lakukan adalah untuk jangka panjang dan untuk kebahagiaan keluarga juga.

Semoga bisa pintar dalam memilih waktu, kapan spend time sama anak dan waktu yang sangat amat efektif sehingga anaknya juga merasa deket kita, bisa sama-sama bahagia dan sukses dalam karir, semangat terus sahabat FIMELA!

 
Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela