Cerita Reti Ragil Tentang Senioritas dan Persaingan di Dunia Model

Stanley Dirgapradja18 Feb 2015, 16:00 WIB
Diperbarui 18 Feb 2015, 16:00 WIB

Jakarta Langkah lain menuju karier lebih maju sebagai model, namun cukup ragu ia ambil adalah menetap di Paris selama setahun. Reti, sampai artikel ini diturunkan juga masih tercatat sebagai salah satu talent di Marilyn, agensi model terbesar di Paris. Naomi Campbell, Eva Herzigova dan Bar Refaeli adalah sebagian wajah terkenal yang bernaung di agensi itu. “Belum terbayang tinggal di Paris selama setahun. Walaupun penasaran juga. Dan mereka (Marilyn) juga sebenarnya terus bertanya kapan ia akan kembali (ke Paris),” lanjut Reti.

“Bisa diterima di Marilyn saja rasanya sudah luar biasa. Dari situ aku cukup yakin, bahwa ada tempat buatku berkembang di sana,” ujarnya lagi. Kami mencoba meng-google namanya dan agensinya di Paris itu, dan menemukan beberapa orang di luar negeri yang menyukai pekerjaan Reti selama ini. Reti memang harus mencoba untuk tinggal di Paris. Berjuang dan mencari celah supaya bisa berjalan di runway Fashion Week sebenarnya. THE Paris fashion week. “Agensiku di sini (Wynn) juga rajin berusaha untuk mengarahkan talent-talent mereka ke luar negeri, sebenarnya,” lanjutnya.

“Lima tahun lalu, saat baru memulai, banyak yang bertanya, dan aku pun ragu, apa bisa hidup di bidang ini,” cerita Reti yang menjadikan Liu Wen sebagai model internasional panutannya. “Di posisiku sekarang aku bisa bilang, kita bisa kok menjadikan modeling sebagai pekerjaan tetap,” lanjutnya. Well, tentu saja untuk bisa bertahan tetap relevan di dunia fashion itu susah. Berarti Reti sudah berusaha cukup keras selama lima tahun terakhir, hingga sekarang untuk tetap digemari designer dan juga fotografer.

Rentang waktu bekerja seorang model bisa panjang, bisa pendek. Persaingan begitu tinggi. Banyak usaha yang harus dilakukan, persis seperti cerita Reti, untuk tetap relevan. Tetap menarik. Risiko bekerja di dunia hiburan. Once you are not that relevant, anymore. Orang akan ‘kenyang’ dengan kita. Di usia yang masih muda, tubuh yang tidak bisa gemuk (padahal Reti mengaku ia suka makan, dan sangat suka nasi – yang sebenarnya cukup terlarang buat seorang model), tubuh yang menjulang tinggi dan fitur Indonesia yang kuat, kita masih akan cukup lama melihat Reti berjalan di runway. Dia bahkan sudah sibuk sampai bulan April nanti. “Aku akan jalan di runway mas Deny (Wirawan) di London,” sambung Reti.

Lalu bagaimana cerita Reti tentang persaingan di dunia model, perbedaan industri modeling Tanah Air dulu dan sekarang apa saja, sampai kapan kiranya ia merasa bahwa ia sudah cukup berjalan di catwalk? Apalagi tentang banyaknya model-model baru potensial yang melejit dengan cepat – bagaimana sikap para model-model senior? Temukan jawabannya di video ini, Fimelova.

In this video: Reti wears Marc by Marc Jacobs - video director: Didi Mulyadi - Video Editor: Nia Sabrina - Fashiin Editor: Stanley Dirga - location: Eternel Concept