Gianvito Rossi: "Stiletto, Sepatu yang Sempurna Untuk Perempuan"

Fimela13 Sep 2013, 04:00 WIB

Next

Gianvito Rossi

Difasilitasi pihak On Pedder dan Plaza Indonesia, kami berkesempatan untuk bertemu dengan salah satu desainer sepatu terkenal di ranah high fashion ini. Khususnya, dengan New York Fashion Week yang sedang berlangsung, di mana koleksi Spring Summer 2014 - nya sudah bisa dilihat di runway Altuzarra. Salah satu kolaborasi yang ia buat  bersama high-end designer dan sangat berhasil.

Tentu bertanya bagaimana ia memulai bisnis ini semacam pertanyaan konyol. His father made shoes, ia pun semacam menjalani takdir melanjutkan bakat yang diwariskan itu. Ayahnya, adalah Sergio Rossi yang terkenal itu. Nama belakang yang sama, rasanya sudah cukup menjadi petunjuk yang jelas.

Sepatu adalah takdir saya…

“Saya bekerja 20 tahun bersama Ayah, sebelum memutuskan untuk memulai brand sendiri. Tumbuh di antara ratusan sepatu, bermain-main di workshop sepatu Ayah saya nampaknya biasa saja saat itu. Tapi, saat kerjasama Ayah dengan Gucci grup berakhir, tak ada lagi sepatu. Di situlah saya sadar, ini hidup saya. Saya ingin membuat sepatu. Biasanya memang, kita baru sadar pentingnya sesuatu, saat mereka sudah tidak ada lagi,” papar Gianvito dengan bahasa Inggris yang lancar.

“Semua tentang sepatu, saya pelajari dari Ayah.  Setiap sepatu yang Ayah saya buat selalu menginspirasi saya. Tapi, dengan era pembuatan yang berbeda, tentu sepatu-sepatu yang dibuat Ayah saya berbeda dengan nilai-nilai yang saya pegang, saya percaya. Saya lebih fokus pada apa yang ingin saya buat, tanpa harus mengikuti keinginan pasar. Itu sebabnya, secara estetika sepatu-sepatu saya jelas berbeda dengan buatan Ayah saya,” jelas Gianvito lagi.

Sebagai anak dari pembuat sepatu terkenal, Gianvito merasa semacam dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan nama besar Ayahnya. “Itu tantangan untuk saya. Ayah selalu menegaskan bahwa selalu ada cara untuk membuat sesuatu dengan cara lebih baik. Jangan pernah puas.”

 

Next

Gianvito Rossi

 Sepatu yang sempurna untuk perempuan itu…

“Stiletto pump.

Itu siluet paling pas untuk perempuan manapun. Sepatu yang bagus itu harus punya personality yang kuat, sederhana dan menyempurnakan pembawaan si pemakai. Saya kurang suka sepatu dengan platform yang kelewat tebal. Laki-laki tidak suka itu, rasanya. Sepatu yang membungkus kaki perempuan dengan sempurna, itu sexy. Akan lebih sempurna lagi, bila si pemilik sepatu memiliki sikap yang elegan saat memakai sepatunya,” papar Gianvito lagi.

“Perempuan yang modern dan independen biasanya tidak punya ketergantungan pada logo. Siluet sepatu harus memperkuat sosok perempuan. Jangan sampai detail  yang terlalu banyak di sebuah sepatu, justru membuat orang berpaling dari sosok pemilik sepatunya,” kisah Gianvito. Yang membuat kami semakin melihat perbedaan antara sepatu miliknya dengan brand yang lekat dengan nama Ayahnya.  Sepatu-sepatu yang ia buat punya ciri khas klasik yang relevan sampai kapanpun. It’s very simple, tapi modern juga elegan.

“Trend tentu saja penting, tapi saya tidak suka melihat sepatu saya terjebak di satu trend saja. Karena itulah saya membuat sepatu-sepatu yang relevan untuk dipakai kapan saja. Tanpa mengenal waktu. Saya senang melihat orang lain menebak-nebak brand sepatu apa yang dipakai orang lain. Apalagi sepatu saya memang saat dilihat selewatan, tidak begitu menunjukkan ‘brand.”

Tidak heran di sebuah wawancara, ia mengaku menyukai sosok Carine Roitfeld. Melihat Carine dan pembawaan serta personal style-nya, kami menemukan banyak kesamaan dengan sepatu-sepatu yang ia rancang. Modern, elegant, feminine, strong - minded woman.

Next

 

Gianvito Rossi's shoes

Pendapatnya mengenai pasar Asia

“Perempuan Asia sangat suka berekspreimen dengan fashion. Mereka menyesuaikan fashion dengan hidup mereka. Tapi mereka  juga playful,” lanjut Gianvito. “Untuk brand kami, ini pendekatan yang menarik. Pasar Asia begitu aktif dan unik, harus ada cara tersendiri untuk melakukan penetrasi terhadap pasar seperti itu,” tambahnya.

“Tantangannya sekarang adalah mempertahankan kualitas sepatu-sepatu saya. Mempertahankan kualitas itu kadang susah saat sebuah brand sedang memperluas pengaruh bisnis mereka,” ujarnya kemudian.

“Saat ini begitu banyak brand sepatu yang bersaing, namun dengan tuntutan yang tinggi, akhirnya beberapa brand mengurangi kualitas pembuatan sepatu mereka. Padahal, justru kualitas itu yang dicari dan harusnya dipertahankan. Penting untuk konsumen menyadari perbedaan kualitas ini lewat harga yang terpapar,” tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓