Brand Fashion Craig Green, Dibuat untuk Laki-Laki Lalu Ikut Dipakai Perempuan

Wisnu Genu12 Jun 2017, 11:45 WIB

Untuk penggemar gaya maskulin yang beda harus lirik salah satu desainer menswear  berbasis London, Craig Green. Fashion desainer kelahiran tahun 1986 ini meluncurkan brand dengan namanya sendiri tahun 2012 silam. Desainer lulusan dari Central Saint Martins ini pernah pula melewati masa magang pada salah satu brand retail besar asal London, Topman.

Jakarta Dikenal dengan spesialisasi pakaian laki-laki, Craig Green sukses menyita perhatian lewat gabungan konsep uniform dengan konsep pakaian serbaguna tentara militer, dan jadi puijian di London Fashion Week sejak koleksi perdananya di Fashion East, Autumn Winter 2013. Tahun berikutnya Green meluncurkan koleksi perdananya, untuk musim Spring Summer 2014 yang membuka jalannya jadi lebih dikenal dunia dan memamerkan koleksinya itu pada retail brand kontemporer keren seperti Comme des Garçons, di Dover Street Market London, disusul oleh beberapa department store ternama dunia seperti Selfridges, Barneys dan Bergdorf Goodman.Rancangan utilitarian yang bisa dimodifikasi bergaya unisex dan genderless ini membuat tidak hanya laki-laki saja yang bisa memakainya, tapi para perempuan urban yang sadar fashion pun tanpa ragu memakai rancangannya (salah satu ikonik piecenya adalah coat dekonstruktif yang hadir dengan detail tali-tali yang edgy). Terbukti, koleksi terbarunya banyak di-highlight beberapa majalah fashion dunia justru dipakaikan kepada sederet model perempuan. Psst, di Selfridges, koleksinya ini bisa ditemukan pada 2 lantai, menswear dan womenswear.Kesuksesan Green pun bergema hingga dunia seni dan desain yang lebih luas lagi, dibuktikan lewat partisipasinya dalam berbagai pameran-pameran besar dunia. Sebut saja pameran ‘Through the Looking Glass’ di The Metropolitan Museum of Art, New York. Tak dipungkiri kalau the power of celebrity yang juga menjadi salah satu cara rancangannya dikenal dunia. Sebut saja Rihanna, Drake dan FKA Twigs yang mencintai karyanya memakai rancangannya di beberapa konser mereka.

Kesuksesannya bermulai sejak ia mendapatkan Emerging Menswear Designer di British Fashion Awards tahun 2014, disusul setahun kemudian tepat pada Desember 2015 dua desainnya ditunjuk oleh Gordon Richardson dari Topman untuk mewakili trend terdepan di Fashion Museum koleksi Bath’s Dress of The Year. Tahun lalu ia memenangkan The BFC/GQ Designer Menswear Fund Prize 2016 dan British Menswear Designer di Fashion Awards 2016.

(Photo: bof, financialtimes, pinterest)